Motor Listrik Alva Cervo Tembus Jalur Nagreg, Touring Cimahi-Garut Jadi Bukti Ketangguhan

Motor Listrik Alva Cervo

GP Nesia – Perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan listrik kembali menjadi sorotan setelah motor listrik Alva Cervo menjalani touring dari Kota Cimahi menuju Garut dengan kondisi penggunaan yang tidak ringan.

Motor yang telah digunakan hampir dua tahun itu diuji membawa dua penumpang dengan total beban mencapai 160 kilogram melintasi jalur menanjak khas Jawa Barat.

Pengujian ini menjadi gambaran nyata bagaimana kendaraan listrik roda dua mulai mampu menjawab kebutuhan perjalanan antarkota.

Terlebih, rute Cimahi menuju Garut dikenal memiliki karakter jalan yang cukup berat, terutama di kawasan Nagreg yang selama ini identik dengan tanjakan panjang dan turunan ekstrem yang menguras performa kendaraan.

Dalam perjalanan tersebut, pengendara sengaja menggunakan mode Eco secara penuh tanpa berpindah ke mode Urban maupun Sport.

Pengujian dilakukan untuk melihat seberapa efisien konsumsi daya baterai dalam kondisi penggunaan harian di jalan raya dengan medan yang bervariasi.

Perjalanan dimulai dari kawasan Leuwigajah, Cimahi Selatan pada pagi hari saat kondisi baterai berada di angka 100 persen.

Unit motor listrik Alva Cervo yang dipakai sendiri bukan kendaraan baru karena sudah menempuh perjalanan lebih dari 8.400 kilometer selama hampir dua tahun pemakaian.

Meski hanya mengandalkan mode Eco, performa motor tetap cukup mengejutkan. Dengan membawa dua orang dan total bobot sekitar 160 kilogram, motor masih mampu melaju hingga kecepatan sekitar 73 kilometer per jam di beberapa ruas jalan.

Pengendara mengaku tidak menemukan kendala berarti selama perjalanan menuju Garut. Jalur menanjak maupun lintasan normal antarkota masih dapat dilalui dengan baik tanpa perlu terlalu sering mengganti mode berkendara.

Menurutnya, mode Eco sudah cukup memenuhi kebutuhan touring santai dengan konsumsi daya yang lebih hemat.

Sementara saat diperlukan akselerasi lebih cepat untuk mendahului kendaraan lain, pengendara masih bisa memanfaatkan mode Urban, Sport, maupun fitur boost yang tersedia pada motor listrik Alva Cervo.

“Kalau untuk perjalanan normal sebenarnya mode Eco saja sudah cukup banget,” ujar pengendara saat perjalanan menuju Garut.

Jalur Nagreg Jadi Tantangan Utama

Kawasan Nagreg menjadi salah satu titik paling menantang dalam touring tersebut. Jalur dengan tanjakan dan turunan panjang memang dikenal cukup berat bagi kendaraan, termasuk motor listrik yang sangat bergantung pada efisiensi baterai.

Setelah menempuh perjalanan hingga kawasan sebelum Nagreg, kapasitas baterai tersisa sekitar 31 persen. Pengendara kemudian memutuskan berhenti sejenak untuk sarapan sekaligus melakukan pengisian daya di SPKLU PLN Nagreg.

Biaya pengisian daya yang dibutuhkan ternyata tergolong sangat murah. Dalam durasi sekitar satu jam, baterai terisi dari 31 persen hingga 65 persen dengan konsumsi listrik sekitar 1,17 kWh.

Melalui aplikasi PLN Mobile, biaya charging yang dikeluarkan hanya berkisar Rp3.900 sampai Rp4.000. Angka tersebut menjadi salah satu keunggulan kendaraan listrik untuk perjalanan menengah karena biaya operasionalnya jauh lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional.

Keberadaan SPKLU PLN di jalur antarkota juga membuat touring kendaraan listrik kini terasa lebih realistis. Pengguna motor listrik tidak lagi terlalu khawatir mengenai ketersediaan tempat pengisian daya selama perjalanan.

Regenerative Braking Tambah Daya Saat Turunan

Pengalaman menarik lainnya muncul ketika motor melewati turunan panjang Nagreg. Fitur regenerative braking pada motor listrik Alva Cervo ternyata mampu membantu melakukan pengisian daya otomatis ketika pengendara melepas tuas gas.

Sistem tersebut menghadirkan sensasi engine brake layaknya sepeda motor konvensional. Selain membantu menjaga kecepatan saat turunan, fitur itu juga berkontribusi menambah daya baterai meski dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

Pengendara juga merasa lebih percaya diri saat melintasi tikungan dan turunan panjang karena karakter motor yang memiliki dimensi besar, bobot berat, serta penggunaan ban lebar sehingga motor terasa stabil di kecepatan menengah.

Karakter suspensi yang cenderung rigid justru dianggap membantu kenyamanan ketika motor digunakan touring dengan beban berat dalam perjalanan jauh.

Touring Motor Listrik Mulai Jadi Pilihan Realistis

Setelah melanjutkan perjalanan melalui jalur Limbangan hingga Tarogong, Garut, motor akhirnya tiba di tujuan dengan sisa baterai sekitar 10 persen. Jalur yang dipilih bahkan disebut lebih jauh dibanding rute utama menuju Garut.

Sesampainya di Garut, pengendara kembali melakukan pengisian daya di SPKLU PLN ULP Garut Kota sambil beristirahat dan makan siang.

Lokasi charging tersebut juga sudah menyediakan banyak colokan khusus motor listrik sehingga proses pengisian daya terasa lebih nyaman bagi pengguna kendaraan roda dua berbasis baterai.

Dari pengalaman touring tersebut, pengendara menyimpulkan bahwa motor listrik Alva Cervo sudah sangat memungkinkan dipakai untuk perjalanan luar kota selama pengguna mampu memperhitungkan jarak tempuh, sisa baterai, dan lokasi pengisian daya.

Ia bahkan menilai perjalanan Cimahi menuju Garut kemungkinan dapat ditempuh tanpa charging tambahan apabila motor digunakan sendirian tanpa pembonceng.

Dengan biaya operasional yang murah, performa yang tetap responsif, serta jaringan SPKLU PLN yang semakin berkembang, kendaraan listrik roda dua kini mulai menunjukkan potensinya sebagai alternatif realistis untuk kebutuhan touring jarak menengah di Indonesia.

Exit mobile version