Moto3 Spanyol 2026 menjadi bayang-bayang yang langsung menghampiri Guido Pini setelah ia resmi mencatatkan kemenangan perdananya, meski hasil gemilang tersebut belum sepenuhnya menghapus tekanan yang kini justru berubah bentuk.
Ajang Moto3 Amerika 2026 yang berlangsung di Circuit of The Americas (COTA) menjadi momen spesial bagi Guido Pini setelah ia sukses meraih kemenangan pertamanya di kelas ringan tersebut.
Pembalap yang memperkuat Leopard Racing itu berhasil naik ke podium tertinggi secara dramatis dengan memanfaatkan celah sempit yang muncul di antara Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo dan Alvaro Perrone dari KTM Tech3.
Pini memastikan kemenangan setelah melintasi garis finis di depan Maximo Quiles dari Aspar Team dengan selisih waktu yang sangat tipis, yakni hanya 0,056 detik.
Capaian tersebut tentu terasa sangat memuaskan, mengingat Pini harus memulai balapan sejauh 14 lap itu dari posisi kelima setelah melalui sesi kualifikasi yang tidak berjalan mudah baginya.
Pembalap asal Italia itu bahkan harus start dari baris yang sama dengan Veda Ega Pratama, yang sebelumnya tampil lebih cepat pada sesi penentuan grid.
Namun demikian, Pini mampu menunjukkan start yang lebih baik dibandingkan pembalap muda Indonesia tersebut, meskipun keduanya sempat kehilangan posisi pada lap pertama.
Sementara itu, Veda yang membela Honda Team Asia harus mengakhiri balapan lebih cepat setelah mengalami kecelakaan di tikungan ke-11 saat lomba baru memasuki lap keempat.
Di sisi lain, Pini terus menunjukkan determinasi tinggi dengan memburu para pembalap di barisan depan yang sudah lebih dahulu mapan.
Momentum terbaiknya hadir di lap terakhir ketika ia dengan cermat membaca situasi dan memanfaatkan kelengahan lawan untuk mengunci kemenangan pertama di Moto3 musim 2026.
Memasuki musim keduanya di kelas Moto3, Pini mengakui bahwa tekanan yang ia rasakan kini mulai berubah setelah keberhasilan tersebut.
Ia bahkan secara terbuka menyebut bahwa kemenangan di GP Amerika telah mengurangi beban mental yang selama ini ia rasakan sejak debutnya.
“Tekanannya sekarang terasa berbeda,” ujar Pini, dikutip dari Moto.it.
“Saya sudah tahu rasanya menang di Moto3, dan itu membantu mengurangi beban pikiran saya,” lanjutnya.
Meski begitu, ia juga menyadari bahwa kemenangan tersebut justru menghadirkan tekanan baru menjelang Moto3 Spanyol 2026 yang akan datang.
Ekspektasi untuk kembali meraih hasil serupa kini tak terelakkan, apalagi ia sudah memiliki pengalaman satu musim penuh di kelas ini.
Dengan jeda waktu yang cukup panjang hingga seri di Jerez, Spanyol yang akan berlangsung pada 24-26 April mendatang, Pini berusaha menikmati momen positif yang sedang ia rasakan.
Situasi ini ibarat pisau bermata dua, karena di satu sisi meningkatkan kepercayaan diri, namun di sisi lain membuka celah bagi para rival untuk memanfaatkan tekanan tersebut, termasuk pada seri Moto3 Spanyol 2026.
Apalagi, Veda Ega Pratama yang sempat terlibat dalam persaingan sengit di GP Amerika berpotensi bangkit dan memberikan perlawanan lebih kuat.
“Tidak ada lagi tekanan untuk meraih kemenangan pertama, tetapi sekarang ada tekanan untuk mengulanginya,” ucap Pini.
“Saat ini masih ada waktu sebelum balapan berikutnya, jadi saya ingin menikmati momen ini sambil terus berlatih. Saya tidak ingin berhenti hanya di satu kemenangan,” tutupnya.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook
