Max Biaggi Soroti Dominasi Jorge Martin di MotoGP Prancis 2026

Max Biaggi Soroti Dominasi Jorge Martin di MotoGP Prancis 2026

GPNesia.com – Legenda MotoGP Max Biaggi menilai bahwa Jorge Martin tampil sebagai pembalap yang benar-benar berada di atas para pesaingnya dalam balapan MotoGP Prancis 2026 di Le Mans.

Menurutnya, kecepatan balap yang ditunjukkan pembalap Aprilia tersebut menjadi faktor pembeda utama yang membuat kemenangan di seri itu terasa begitu dominan dan sulit disaingi.

Martin, yang kini berusia 28 tahun, mencuri perhatian besar di Sirkuit Le Mans dengan performa yang tidak hanya menghasilkan kemenangan Grand Prix pertamanya bersama Aprilia, tetapi juga menghadirkan raihan sempurna berupa kemenangan ganda setelah sebelumnya menjuarai Sprint Race pada Sabtu.

Hasil tersebut sekaligus menjadi salah satu penampilan paling impresifnya sepanjang musim.

Pada Sprint, Martin memulai dari posisi kedelapan namun langsung menunjukkan agresivitas tinggi sejak lampu start padam.

Ia berhasil merangsek ke posisi empat sebelum memasuki tikungan pertama, lalu melakukan manuver berani di Tikungan 3 dengan menyalip dari sisi luar.

Aksi tersebut dilanjutkan dengan overtake bersih terhadap Marco Bezzecchi di Tikungan 4 yang membuatnya langsung mengambil alih pimpinan balapan.

Meski pada balapan utama hari Minggu Martin tidak memulai dengan sempurna, ia justru menunjukkan sisi lain dari kekuatannya, yaitu konsistensi kecepatan race pace.

Alih-alih langsung menembus barisan depan, Jorge Martin memilih pendekatan lebih hati-hati di awal lomba dan baru mulai menanjak setelah beberapa lap berjalan.

Pembalap Spanyol itu sempat hanya naik satu posisi di awal lomba, namun perlahan mulai menemukan ritme.

Momentum kebangkitannya dimulai pada Lap 7 ketika ia berhasil melewati Fabio Quartararo, disusul Fabio Di Giannantonio.

Setelah itu, Pedro Acosta juga berhasil ia lampaui sebelum akhirnya hanya menyisakan rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi, di depan.

Di tengah tekanan sirkuit Le Mans yang terkenal sulit untuk menyalip, Martin justru menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menjaga kecepatan sekaligus mengeksekusi manuver krusial.

Ia kemudian menyalip Bezzecchi dengan pengereman tajam di Tikungan 3 untuk merebut posisi terdepan, sebelum mempertahankannya hingga garis finis.

Bezzecchi akhirnya harus puas finis di posisi kedua dengan selisih hanya 0,477 detik, sementara Ai Ogura dari Trackhouse Racing melengkapi podium di posisi ketiga.

Hasil tersebut menjadi podium bersejarah bagi Aprilia karena untuk pertama kalinya mereka menguasai tiga besar dalam satu balapan MotoGP.

Dalam komentarnya kepada Sky Sports Italia, Max Biaggi menyebut momen tersebut sebagai pencapaian penting bagi Aprilia.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan menempatkan tiga pembalap di podium sekaligus merupakan catatan bersejarah bagi pabrikan Italia itu.

Ia juga menyoroti bahwa kemenangan Martin di Sprint pada Sabtu sudah menunjukkan tanda-tanda dominasi, meskipun balapan utama menuntut strategi yang berbeda.

Menurut Biaggi, pada hari Minggu Martin memang tidak memulai balapan dengan gemilang, namun keunggulan utamanya terlihat dari kecepatan konsisten yang tidak dimiliki para rival.

Ia menilai bahwa dari posisi tengah hingga depan, Martin mampu membalikkan keadaan di trek yang minim peluang menyalip, sebelum akhirnya mengamankan kemenangan dengan kontrol penuh hingga akhir lomba.

Pada kesempatan lain, Max Biaggi juga menegaskan bahwa performa tiga pembalap Aprilia di Le Mans bukan hanya soal motor yang kompetitif, tetapi juga eksekusi balapan yang sangat matang dari para rider.

Ia menyebut kombinasi antara motor RS-GP dan agresivitas Martin sebagai kunci utama dominasi di Prancis.

Di sisi lain, pembalap Trackhouse Racing, Raul Fernandez, mengakui bahwa menghadapi Martin dan Ai Ogura di atas Aprilia RS-GP terasa sangat sulit.

Ia bahkan menyebut manuver mereka tampak begitu mudah sehingga seperti berada di level berbeda dibandingkan para pembalap lain di lintasan.

Fernandez menjelaskan bahwa dirinya kesulitan mengendalikan motor saat mencoba menyalip, terutama ketika berada dalam jarak sangat dekat dengan lawan.

Kondisi ban belakang dan pengereman yang tidak stabil membuatnya hampir mustahil untuk melakukan overtake secara efektif sepanjang balapan, sehingga ia hanya mampu finis di posisi kedelapan.

Sementara itu, Ogura berhasil mencatatkan pencapaian penting dengan meraih podium Grand Prix MotoGP pertamanya di posisi ketiga.

Hasil ini menambah kuat dominasi Aprilia di Le Mans sekaligus mempertegas performa impresif tim satelit Trackhouse Racing.

Dari sisi klasemen, kemenangan Jorge Martin membuat persaingan gelar semakin ketat. Ia kini hanya terpaut satu poin dari Bezzecchi yang masih memimpin klasemen sementara musim 2026.

Ogura juga mengalami lonjakan posisi ke urutan kelima, sementara Fernandez berada di posisi keenam dengan selisih poin yang cukup signifikan.

Add as preferred source on Google
Exit mobile version