Matteo Guerinoni Kritik Hiroshi Aoyama Gegara Gearbox Honda NSF250RW Milik Veda Ega Pratama

Avatar photo
Hiroshi Aoyama Apresiasi Comeback Veda Ega Pratama
FOTO: HONDA TEAM ASIA

GP Nesia – Hiroshi Aoyama, manajer tim Honda Team Asia, tengah menjadi sorotan tajam dalam dunia Moto3 setelah munculnya kritik keras dari pengamat MotoGP terkait performa motor Honda NSF250RW milik Veda Ega Pratama di seri Catalunya 2026.

Masalah gearbox dan rasio gigi yang dihadapi pembalap Indonesia itu dianggap menjadi penyebab utama ketidaks maksimalan performa di lintasan Barcelona.

Kontroversi teknis ini tidak hanya memunculkan perdebatan di kalangan penggemar dan analis, tetapi juga menegaskan tantangan besar yang dihadapi Hiroshi Aoyama dalam mengelola timnya.

BACA JUGA:  Ziven Rozul Abiy Salim Siap Debut di Moto4 European Cup 2026 di Barcelona

Situasi semakin memanas ketika analisis dari pengamat MotoGP internasional bernama Matteo Guerinoni menyatakan bahwa Honda melakukan kesalahan serius dalam setup gearbox motor Veda Ega Pratama.

Berdasarkan data telemetri dan tayangan onboard selama balapan di Catalunya, terlihat bahwa motor Honda NSF250RW mengalami kesulitan saat keluar tikungan, terutama dalam hal akselerasi yang terlalu lambat.

Mateo menilai bahwa masalah utama terletak pada penentuan rasio gigi yang tidak sesuai dengan karakter sirkuit Catalunya.

Dalam kompetisi Moto3, terkecil saja kesalahan dalam pengaturan gearbox dapat berdampak besar terhadap performa dan ritme balap.

Matteo Guerinoni menambahkan bahwa kesalahan kecil pada gear ratio bisa menghancurkan peluang kemenangan, terutama di trek yang mengandalkan kecepatan seperti Barcelona.

Ia membandingkan performa Veda dengan rivalnya, Maximo Quiles, yang tampil lebih halus dan efisien dalam memanfaatkan tenaga motor di trek yang cepat tersebut.

BACA JUGA:  Veda Ega Pratama Jalani Track Walk Bersama Pembalap Honda Team Asia di Le Mans

Analisis ini langsung menimbulkan kritik keras terhadap tim teknis Honda, termasuk Hiroshi Aoyama yang dipercaya bertanggung jawab atas setup motor tersebut.

Kritik terhadap Hiroshi Aoyama tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh ke aspek manajerial dan strategi.

Banyak pihak menilai bahwa kru mekanik dan manajemen tim gagal memaksimalkan potensi besar Veda Ega Pratama, yang selama musim ini menunjukkan konsistensi dan performa menjanjikan di papan atas klasemen Moto3.

Eks juara dunia GP250 itu sendiri dikabarkan merasa terpukul dengan situasi ini, menyadari adanya persoalan serius di dalam garasi Honda.

Namun, di tengah badai kritik tersebut, sikap Veda Ega Pratama justru mendapatkan banyak pujian dari publik internasional.

Pembalap muda asal Gunung Kidul ini tidak menyalahkan tim secara terbuka meskipun menghadapi kendala teknis selama balapan.

Ia memilih fokus pada evaluasi diri dan tetap menunjukkan mental bertarung yang luar biasa sebagai rookie di Moto3 musim 2026.

Sikap tenang dan profesional ini membuat banyak pengamat semakin mengapresiasi potensi besar dari Veda, yang sejauh ini mampu menempati posisi kelima dalam klasemen sementara dengan raihan 58 poin, bahkan mengungguli beberapa pembalap yang sudah meraih kemenangan.

BACA JUGA:  Hasil Kualifikasi Moto3 Prancis 2024

Satu-satunya podium Veda Ega Pratama terjadi di Moto3 Brasil, di mana ia finis di posisi ketiga. Selain itu, hampir seluruh balapan di musim ini mampu diselesaikan di posisi delapan besar.

Media Italia bahkan mulai menyebutnya sebagai salah satu talenta muda terbaik di Moto3 berkat konsistensi dan mental bertarungnya, meskipun menghadapi tantangan teknis yang cukup berat.

Rumor mengenai upaya Honda Racing Corporation (HRC) Jepang untuk melakukan upgrade pada motor Veda Ega Pratama mulai mencuat.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi besar yang dimiliki pembalap Indonesia tersebut, terutama dalam menghadapi dominasi rider Eropa di Moto3 2026.

HRC disebut tidak ingin kehilangan aset penting dari Asia ini dan berupaya memperbaiki masalah teknis agar performa Veda semakin optimal.

Kabar ini menjadi semakin menarik menjelang seri Moto3 berikutnya di Sirkuit Mugello, Italia.

Trek sepanjang 5,2 kilometer ini menjadi salah satu favorit Veda, yang sebelumnya meraih kemenangan beruntun di Red Bull Rookies Cup 2025 dan mencatat kecepatan tertinggi hingga 226,4 km/jam dengan strategi slipstream.

Hiroshi Aoyama sendiri pernah mengakui bahwa Mugello merupakan salah satu sirkuit terbaik untuk gaya balap agresif namun tetap rapi yang dimiliki Veda.

Jika Honda mampu memperbaiki setup gearbox dan rasio gigi tanpa kesalahan lagi, peluang Veda untuk tampil kompetitif di Mugello sangat terbuka.

Bahkan, bukan hal yang mustahil jika lagu Indonesia Raya kembali berkumandang di sirkuit bersejarah ini.

Saat ini, perhatian utama tertuju pada bagaimana Hiroshi Aoyama dan kru Honda Team Asia memperbaiki masalah teknis sebelum balapan di Mugello dimulai.

Keberhasilan mereka akan menentukan langkah besar dalam perjalanan karier Veda Ega Pratama dan masa depan tim Honda di dunia Moto3.

Dengan segala tantangan dan tekanan yang dihadapi, Hiroshi Aoyama harus mampu menunjukkan kepiawaiannya dalam mengelola tim dan mengatasi persoalan teknis agar performa Veda Ega Pratama kembali optimal.

Masa depan Moto3 Indonesia tampaknya bergantung pada keberhasilan upaya tersebut, sekaligus menegaskan bahwa talenta muda seperti Veda layak mendapatkan perhatian internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *