GPNesia.com – Suasana di kubu Aprilia Racing memanas setelah insiden yang melibatkan Jorge Martin pada tikungan pertama balapan MotoGP di Sirkuit Balaton Park, Minggu (7/6/2026).
Setelah kejadian tersebut, tidak ada satu pun pembalap Aprilia yang hadir untuk memberikan keterangan kepada media.
Beruntung, insiden yang melibatkan Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Raul Fernandez tidak menimbulkan cedera serius.
Kendati demikian, pihak manajemen Aprilia memilih untuk tidak langsung memberikan komentar sesaat setelah balapan usai.
Mereka lebih memilih menunggu situasi mereda sebelum menyampaikan pandangan resmi terkait peristiwa tersebut.
Pada akhirnya, CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, tampil sebagai sosok yang memberikan penjelasan kepada publik mengenai insiden yang menjadi perhatian banyak pihak itu.
“Saya hanya menemui Raul untuk menanyakan keadaannya. Jorge datang kepada saya untuk meminta maaf, sama seperti yang dilakukannya kepada Marco dan tim. Saya juga bertemu Bez, tetapi itu bukan waktu yang tepat untuk berbicara. Saya hanya ingin memastikan dia baik-baik saja karena saya khawatir. Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada semua pembalap yang terlibat, kepada Raul, Aldeguer, dan Di Giannantonio,” ujar Rivola.
Ketika ditanya apakah kejadian tersebut membuat Aprilia perlu menerapkan pendekatan berbeda dalam pengelolaan para pembalapnya, Rivola menegaskan bahwa ia tidak melihat adanya kebutuhan untuk melakukan perubahan internal.
Menurutnya, insiden tersebut bukanlah bentuk kesalahan yang terjadi karena persaingan antarpembalap Aprilia. Ia menilai Jorge Martin melakukan kesalahan individu yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang pembalap berstatus juara dunia.
“Saya tidak berpikir ini bisa dianggap sebagai kesalahan terhadap pembalap Aprilia lainnya. Menurut saya, Jorge melakukan kesalahan yang tidak pantas dilakukan seorang juara dunia. Dia mengerem terlalu keras dari sisi dalam di area dengan tingkat grip yang rendah lalu menabrak pembalap kami. Bisa dikatakan kami kurang beruntung secara statistik. Sebenarnya cukup dengan tidak membuat kesalahan,” jelasnya.
Aprilia saat ini tengah menikmati momen penting karena untuk pertama kalinya berada dalam persaingan serius memperebutkan gelar Kejuaraan Dunia MotoGP. Karena itu, insiden semacam ini dianggap sangat merugikan.
Rivola kembali menegaskan bahwa kejadian tersebut berbeda dengan insiden yang terjadi saat dua pembalap satu pabrikan saling berebut posisi di lintasan.
“Ini bukan kesalahan yang muncul ketika sedang bertarung langsung dengan pembalap Aprilia lainnya. Situasinya berbeda. Ini murni kesalahan yang dia lakukan sendiri. Di tikungan pertama, kesalahan seperti itu tidak boleh terjadi, terlebih ketika isu keselamatan menjadi perhatian utama. Situasi seperti itu harus dihindari,” tegasnya.
Di tengah kekecewaan yang dirasakan tim, ada satu hal yang dianggap sebagai sisi positif dari kejadian tersebut, yakni tidak adanya pembalap yang mengalami cedera serius.
“Hal terbaik hari ini adalah tidak ada yang terluka dan itu merupakan kabar baik. Saya mengenal Marco dengan baik. Saya tahu dia akan melakukan segala cara untuk memenangkan dua balapan berikutnya dan kami akan mendukungnya semaksimal mungkin,” katanya.
Mengenai kemungkinan berubahnya atmosfer di dalam garasi Aprilia setelah kejadian itu, Massimo Rivola mengaku tidak melihat adanya alasan untuk mengkhawatirkan hubungan antarpihak di dalam tim.
“Saya yakin aturan di antara kami sudah sangat jelas. Lebih baik membahas semuanya dengan kepala dingin dan melihat secara tepat apa yang sebenarnya terjadi. Mereka semua orang-orang cerdas. Setiap orang bisa melakukan kesalahan, tetapi ini adalah kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh Jorge Martin,” ungkapnya.
Rivola juga mengakui bahwa menerima kejadian tersebut bukanlah hal mudah, terutama karena kesalahan itu berasal dari pembalap yang berada di bawah naungan Aprilia sendiri.
“Saya harus menerimanya meskipun itu sulit. Mugello bukan kompensasi yang cukup untuk apa yang terjadi hari ini,” ujarnya sambil tertawa. “Yang membuat saya frustrasi adalah kesalahan itu dilakukan oleh pembalap kami sendiri.”
Selain insiden tersebut, tikungan pertama Balaton Park juga menjadi sorotan karena sejumlah pembalap mengeluhkan kondisi aspal yang dianggap cukup kritis. Menanggapi hal itu, Rivola mengingatkan bahwa situasi serupa juga pernah dibahas di lintasan lain.
“Kami juga pernah mengatakan hal yang sama tentang Barcelona. Ketika hari Minggu tiba, para pembalap sebenarnya sudah sangat memahami karakter lintasan dan kondisi yang ada. Saya berpikir bahwa di setiap sirkuit, semua pembalap harus menghadapi tikungan pertama dengan lebih tenang,” katanya.
Perbincangan mengenai peningkatan aspek keselamatan saat start balapan juga kembali mencuat setelah insiden tersebut. Rivola menyebut diskusi akan dilakukan untuk mencari solusi yang tepat.
“Kami akan berdiskusi untuk memahami bagaimana meningkatkan keamanan. Secara historis saya memang menentang berbagai bentuk penurun kecepatan, tetapi saya juga tidak suka mengambil keputusan secara berlebihan. Semua harus dilakukan dengan cara yang benar dan melalui proses pengujian,” jelasnya.
Sementara itu, muncul pula pandangan bahwa semakin sulitnya melakukan manuver menyalip dengan motor MotoGP modern membuat para pembalap berusaha merebut sebanyak mungkin posisi sejak awal balapan. Namun Rivola memiliki pandangan berbeda.
“Saya tidak berpikir menyalip itu begitu sulit. Saya melihat Ogura mampu menyalip sekitar sepuluh pembalap dalam setiap balapan. Lakukan saja seperti Ai,” ujarnya sambil tertawa. “Dengan Aprilia, menyalip bukan sesuatu yang sulit.”







