GPNesia.com – Nama Mario Aji kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta balap motor menjelang seri Moto2 Spanyol 2026 yang akan digelar di Sirkuit Jerez akhir pekan ini.
Seiring semakin dekatnya balapan tersebut, sejumlah media mulai menyoroti kiprah dan perjalanan karier Mario Aji yang saat ini berkompetisi di kelas Moto2.
Pembalap muda asal Indonesia itu kembali mencuri perhatian setelah terungkap fakta baru terkait peluang besar yang nyaris ia raih.
Terkuak bahwa Mario sebenarnya hampir mendapatkan kesempatan untuk naik ke kelas tertinggi balap motor dunia, yakni MotoGP.
Performa yang ditunjukkan pembalap berusia 22 tahun itu pada musim 2025 sempat membuat tim yang ia bela, Honda Team Asia, terpikat.
Namun, peluang emas tersebut harus sirna akibat cedera serius yang dialaminya pada musim Moto2 2025. Cedera tersebut menjadi penghalang utama bagi Mario Aji untuk memenuhi ekspektasi tim dan membuka jalan menuju MotoGP.
Informasi mengenai peluang promosi ini diungkapkan langsung oleh pengamat MotoGP, Hendry Wibowo. Ia menyebut bahwa pihak Honda Team Asia sebelumnya telah memberikan tantangan khusus kepada Mario.
Tantangan tersebut berupa target untuk tampil konsisten dengan finis di posisi 10 besar sepanjang musim 2025. Jika target itu tercapai, Mario Aji diproyeksikan akan naik ke kelas MotoGP pada musim 2026.
Pembalap yang sempat старт dari posisi ketiga di Moto3 Mandalika 2022 itu dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi.
Namun demikian, target tersebut tidak berhasil diwujudkan karena kondisi fisik yang tidak mendukung akibat cedera. Hendry Wibowo menjelaskan bahwa sebenarnya performa awal musim Mario Aji cukup menjanjikan sebelum akhirnya terhenti.
“Mario Aji sudah di-challenge oleh Honda Team Asia tahun lalu (2025). Jika mampu konsisten finis 10 besar, Mario Aji di tahun ini sudah disodorkan untuk naik ke kelas MotoGP. Sayangnya, Mario Aji yang sempat tampil bagus di awal musim, mengalami cedera dan harus absen panjang,” ujar Hendry dalam program Morning Zone.
Pada awal musim 2025, performa Mario memang menunjukkan tren positif. Ia berhasil finis di posisi ke-15 pada seri Thailand. Namun, pada seri berikutnya di Argentina, ia gagal menyelesaikan balapan.
Setelah itu, Mario kembali menunjukkan peningkatan performa dengan finis di posisi kesembilan di Amerika Serikat. Sayangnya, ia kembali gagal finis saat balapan di Qatar.
Puncak masalah terjadi saat sesi kualifikasi pertama Moto2 Spanyol 2025. Dalam sesi tersebut, Mario Aji mengalami kecelakaan yang berujung cedera serius pada bagian bahu, sehingga mengharuskannya menjalani operasi.
Akibat operasi dan proses pemulihan yang cukup panjang, Mario harus absen dalam 10 seri balapan Moto2 2025 secara beruntun. Kondisi ini tentu sangat memengaruhi peluangnya untuk memenuhi target yang telah ditetapkan tim.
Setelah melewati masa pemulihan, Mario akhirnya kembali tampil pada delapan seri terakhir musim tersebut. Namun, pada sisa balapan itu, ia belum mampu mengamankan satu pun poin.
Kisah ini menjadi gambaran betapa tipisnya peluang dan kerasnya persaingan di dunia balap motor. Bagi Mario Aji, kesempatan yang hampir diraih itu kini menjadi motivasi untuk bangkit dan kembali membuktikan kemampuannya di lintasan.
