GPNesia.com – Marco Bezzecchi akhirnya membeberkan alasan di balik start buruk yang dialaminya pada Sprint Race MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez. Meski memulai balapan dari posisi keempat hasil kualifikasi, ia justru merosot drastis ke posisi ke-17 sesaat setelah start.
Insiden tersebut menjadi sorotan setelah tayangan ulang televisi memperlihatkan motor Bezzecchi melindas lapisan pelindung kaca depan atau tear-off. Kejadian ini mengingatkan pada insiden serupa yang pernah dialami Marc Marquez di Phillip Island pada 2024.
Marco Bezzecchi menduga bahwa tear-off tersebut berasal dari Alex Marquez. Namun dugaan itu langsung dibantah oleh Alex Marquez saat diwawancarai MotoGP.com setelah Sprint. Ia menegaskan bahwa lapisan pelindung miliknya bukan penyebab insiden tersebut karena ia melepasnya di tikungan terakhir.
Menanggapi hal tersebut, Marco Bezzecchi memberikan penjelasan detail mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Ia menyebut bahwa lapisan pelindung itu sempat tersangkut di bagian fairing depan motornya sebelum akhirnya jatuh ke bawah motor saat ia berhenti di grid.
“Tentu saja ini bukan cara terbaik untuk memulai,” ujar Marco Bezzecchi kepada MotoGP.com usai Sprint MotoGP Jerez 2026. “Pada akhirnya, ini adalah sesuatu yang tidak dapat Anda kendalikan.”
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kesalahan dari pembalap lain dalam insiden ini. Menurutnya, kejadian tersebut murni faktor tak terduga di lintasan.
“Alex Marquez tidak melakukan kesalahan apa pun, dia hanya melepas lapisan pelindung kaca depan. Saya ada di sana, saya tidak melihat lapisan pelindung itu, tersangkut di fairing depan saya, lalu saat saya berhenti, lapisan itu jatuh dan masuk ke bawah motor saya,” jelasnya.
Situasi tersebut membuat start menjadi sangat sulit diprediksi dan tidak bisa diantisipasi sebelumnya. Marco Bezzecchi pun mengakui bahwa kondisi balapan yang berubah-ubah semakin memperumit keadaan.
Ia menambahkan bahwa sulit untuk memperkirakan hasil akhir yang bisa diraihnya, terutama dengan kondisi lintasan yang tidak konsisten selama Sprint berlangsung.
“Saya tidak tahu. Dalam kondisi kering, mungkin saya bisa bertahan di lima besar atau enam besar. Tapi dengan kondisi seperti ini, semuanya sulit diprediksi karena pada akhirnya ini soal bertahan hidup ketika hujan turun dan lintasan menjadi licin,” ujarnya.
Selain itu, pergantian motor saat masuk pit juga menjadi tantangan tersendiri dalam balapan tersebut.
“Ini benar-benar momen bertahan hidup, apalagi saat harus mengganti motor karena masuk pit tidak pernah mudah. Pada akhirnya, begitulah adanya, saya tidak bisa mengatakan apa pun lagi,” lanjutnya.
Menatap balapan utama pada hari Minggu, Marco Bezzecchi menyadari bahwa persaingan akan tetap ketat. Ia menyebut sejumlah pembalap yang dinilai memiliki kecepatan lebih baik darinya di akhir pekan tersebut.
“Jelas Alex Marquez, Marc Marquez, dan Fabio Di Giannantonio sedikit lebih cepat. Jorge juga cepat, motor Honda tidak terlalu buruk dan Johann Zarco akan start di sana,” katanya.
Meski begitu, ia tetap optimistis dan bertekad untuk tampil maksimal.
“Bagaimanapun, rencana saya adalah untuk melakukan balapan yang bagus, jadi saya akan melakukannya,” tegasnya.
Tak hanya soal start, pembalap Aprilia Racing itu juga menjelaskan kecelakaan yang dialaminya saat Sprint. Ia mengungkapkan bahwa insiden tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh suhu ban depan yang belum optimal.
“Saya baik-baik saja, untungnya semuanya tidak apa-apa. Hanya saja saya masuk dengan motor kedua dan ban depan saya mungkin sedikit terlalu dingin. Saya menikung di tikungan kedua dan kehilangan kendali bagian depan,” pungkasnya.







