GPNesia.com – Peraih pole position Marco Bezzecchi mengungkapkan kesalahan yang terjadi pada tikungan pertama menjadi faktor utama yang membuatnya gagal bersaing memperebutkan podium dalam balapan Sprint MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello, Sabtu (30/5/2026).
Balapan Sprint yang berlangsung selama 11 lap tersebut dimenangkan oleh Raul Fernandez dari Trackhouse. Posisi kedua ditempati Jorge Martin dari Aprilia, sementara podium ketiga menjadi milik Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing Team.
Sebelum balapan dimulai, Marco Bezzecchi sebenarnya datang dengan modal yang sangat menjanjikan. Pembalap Aprilia Racing itu sukses merebut pole position setelah memecahkan rekor lap saat sesi kualifikasi di Mugello.
Catatan tersebut sempat membuka peluang besar bagi pembalap asal Italia itu untuk meraih hasil maksimal di depan publik sendiri.
Namun situasi berubah sejak lap pertama. Bezzecchi melakukan pengereman terlalu dini ketika memasuki tikungan pertama.
Kesalahan kecil tersebut membuatnya kehilangan sejumlah posisi dan turun hingga peringkat kelima. Kondisinya semakin sulit setelah di tikungan kedelapan ia kembali kehilangan tempat akibat manuver Fabio Di Giannantonio yang berhasil menyalipnya.
Meski sempat tercecer, pembalap Aprilia itu mampu memperbaiki posisinya sepanjang balapan dan akhirnya menuntaskan Sprint di urutan keempat.
Kendati demikian, ia mengakui sudah menyadari peluang meraih hasil lebih baik hampir tertutup sejak insiden di tikungan pertama.
“Saya menginginkan sedikit lebih, saya tidak mengharapkan apa pun,” ujar Marco Bezzecchi saat menanggapi hasil Sprint yang dijalaninya.
“Memang benar bahwa ketika Anda memulai dari posisi terdepan, Anda selalu ingin tampil lebih baik, tetapi saya melakukan kesalahan di tikungan pertama, saya kehilangan banyak posisi, dan sejak saat itu saya langsung mengerti bahwa Sprint sudah berakhir.
“Jadi, saya mencoba memaksimalkan segalanya dengan kesalahan ini, dan posisi keempat adalah hasil maksimal.”
Selain kehilangan posisi di awal lomba, Bezzecchi juga terlihat tidak memiliki kecepatan yang sama dengan dua motor Aprilia yang finis di depannya, yakni milik Raul Fernandez dan Jorge Martin.
Kedua pembalap Spanyol tersebut memilih menggunakan ban belakang kompon medium, sementara Bezzecchi menggunakan ban lunak yang menjadi pilihan umum untuk balapan Sprint.
Meski demikian, pemimpin klasemen sementara MotoGP itu tidak menganggap pemilihan ban sebagai penyebab utama hasil yang diraihnya.
Menurutnya, kesalahan saat start dan kehilangan posisi pada tikungan pertama jauh lebih berpengaruh terhadap jalannya balapan.
“Saya rasa balapan sedikit lebih buruk karena kesalahan di tikungan pertama, bukan karena pilihan ban,” katanya.
“Tapi kita tidak akan pernah tahu dan saya juga tidak akan pernah tahu.”
Menjelang balapan utama yang akan berlangsung selama 22 lap pada hari Minggu, Bezzecchi masih belum menentukan pilihan kompon ban belakang yang akan digunakan.
Ia menilai masih ada sejumlah faktor yang perlu dianalisis bersama tim sebelum mengambil keputusan final.
“Besok, dengan balapan yang lebih panjang, kecepatannya akan sedikit lebih lambat, jadi ban lunak memiliki beberapa keunggulan yang jelas dibandingkan ban medium,” jelasnya.
“Tentu saja, rasanya berbeda mengendarai motor dengan ban lunak atau ban medium. Pada akhirnya, keputusannya tidak sepenuhnya pasti, tetapi kami akan menganalisis semuanya seperti biasa di pit untuk mencoba mengambil keputusan terbaik bagi kami.”
Hasil Sprint MotoGP Italia 2026 membuat Bezzecchi kehilangan tiga poin dari Jorge Martin dalam persaingan perebutan gelar juara dunia.
Meski demikian, pembalap Aprilia Racing tersebut masih bertahan di puncak klasemen sementara MotoGP dengan keunggulan 12 poin atas rekan setimnya menjelang balapan utama di Mugello.
