Marc Marquez Soroti Aturan Pitlane Usai Kemenangan Dramatis di Sprint MotoGP Spanyol

Marc Marquez Soroti Aturan Pitlane

GPNesia.com – Pembalap pabrikan Ducati, Marc Marquez, angkat bicara menanggapi kritik terkait manuvernya saat memasuki pitlane pada sprint MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez, Sabtu.

Ia menegaskan bahwa keputusannya tidak menciptakan situasi berbahaya meski sempat memicu perdebatan di kalangan paddock.

Dalam balapan yang berlangsung dalam kondisi lintasan basah dan berubah-ubah, Marc Marquez berhasil meraih kemenangan sprint keduanya musim ini.

Momen krusial terjadi ketika ia berada di posisi kedua dengan lima lap tersisa, sebelum akhirnya memilih mengganti motor lebih cepat akibat kondisi yang semakin sulit.

Awalnya, pebalap asal Spanyol itu sempat berencana bertahan satu lap lagi di lintasan. Namun, insiden terjatuhnya di tikungan terakhir akibat kondisi licin membuatnya mengubah strategi secara cepat. Keputusan itu kemudian menjadi titik balik balapannya.

Sebelum kembali ke trek, Marquez memastikan seluruh pebalap lain telah melintas. Setelah itu, ia justru mengambil jalur tidak biasa dengan melewati area rumput karena telah melewatkan akses pitlane standar di dekat tikungan akhir. Aksi tersebut kemudian menjadi sorotan karena dianggap tidak lazim dalam regulasi balap.

Meski demikian, steward tidak melakukan investigasi lebih lanjut terhadap insiden tersebut. Setelah mengganti motor, ia mampu menyalip Fermin Aldeguer dan rekan setimnya di Ducati, Francesco Bagnaia, sebelum akhirnya mengamankan kemenangan yang terbilang mengejutkan.

Namun, kemenangan Marc Marquez tidak lepas dari kontroversi. Beberapa pihak, termasuk Johann Zarco dari LCR Honda, mempertanyakan legalitas jalur masuk pitlane yang ia ambil. Perdebatan pun muncul terkait apakah tindakan tersebut seharusnya berujung penalti.

Menanggapi kritik itu, Marc Marquez menjawab dengan tegas bahwa dirinya hanya mengikuti pemahaman terhadap aturan yang berlaku di lintasan.

Ia menekankan bahwa selama tidak mengambil keuntungan waktu, tidak menciptakan situasi berbahaya, dan tidak memotong jalur servis secara tidak sah, maka tindakannya masih berada dalam batas regulasi.

“Tidak tahu, baca saja aturannya. Mereka bilang jika tidak mengambil waktu, tidak menciptakan situasi berbahaya, dan tidak memotong jalur servis, maka itu masih sesuai aturan,” ujarnya menegaskan.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya memahami larangan tertentu seperti menyalakan motor di lintasan atau menciptakan kondisi berbahaya saat kembali bergabung dengan balapan. Karena itu, ia memilih menunggu hingga aman sebelum kembali ke pit.

“Saya hanya tahu bahwa tidak boleh menyalakan motor di lintasan dan tidak boleh menciptakan situasi berbahaya saat kembali ke balapan. Jadi saya berhenti, menunggu, lalu masuk ke pit dan mengganti motor,” lanjutnya.

Regulasi MotoGP sendiri menyebutkan bahwa pembalap wajib menggunakan lintasan dan pitlane sesuai ketentuan. Jika keluar jalur, pembalap harus kembali di titik yang ditentukan atau tanpa memberikan keuntungan waktu. Aturan juga menegaskan larangan memotong jalur yang dapat dianggap sebagai keuntungan.

Dalam catatan resmi race direction sebelum balapan, garis putih solid di area masuk dan keluar pit harus dipatuhi untuk mencegah tindakan berbahaya. Namun, tidak ada penjelasan spesifik mengenai garis luar pit entry yang justru dilewati oleh Marquez.

Menariknya, Marc Marquez mengungkapkan bahwa keputusan masuk pit sebenarnya sudah hampir ia lakukan satu lap sebelumnya. Namun ia mengurungkan niat tersebut setelah melihat adiknya, Alex Marquez, tetap bertahan di lintasan bersama posisi terdepan.

“Sejujurnya keputusan yang benar adalah masuk pit satu lap lebih awal, tetapi Alex tetap di luar. Saya sempat berpikir untuk masuk, tapi dia bertahan, jadi saya ikut dia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kesalahannya terjadi saat kehilangan grip di tikungan terakhir, yang membuatnya terjatuh ke area run-off. Dari situ, ia mengambil keputusan cepat untuk menunggu hingga aman sebelum melanjutkan balapan.

Situasi tersebut kemudian ia sebut sebagai momen keberuntungan. Menurutnya, kemenangan kali ini bukan semata hasil kecepatan, melainkan kombinasi strategi dan kondisi lintasan yang berubah cepat.

“Ini lebih ke keberuntungan. Saya juga cukup cerdas untuk berhenti di area run-off. Tapi saya beruntung karena kesalahan itu terjadi di akhir, bisa saja terjadi di awal,” ungkapnya.

Lebih jauh, Marc Marquez mengakui bahwa performa adiknya, Alex Marquez, sebenarnya lebih cepat sepanjang akhir pekan. Ia menyebut Alex memiliki keunggulan ritme dan kecepatan yang konsisten di Jerez.

“Alex lebih cepat dari saya. Bahkan sejak kemarin dia setengah detik lebih cepat di lap cepat. Dalam ritme balapan juga lebih cepat sekitar tiga sampai empat persepuluh detik,” katanya.

Dengan hasil ini, Marquez mengakui bahwa Alex menjadi favorit untuk balapan berikutnya, mengingat performanya yang sangat stabil di berbagai kondisi lintasan. Meski demikian, ia tetap optimistis menghadapi seri selanjutnya bersama Ducati.

Kemenangan di Jerez ini pun menjadi salah satu momen paling kontroversial sekaligus dramatis di musim MotoGP 2026, mempertegas bagaimana keputusan sepersekian detik dapat mengubah jalannya balapan secara total.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.
Exit mobile version