GPNesia.com – Gelaran MotoGP 2026 menjadi momen yang penuh kontras, terutama bagi Marc Marquez bersama Ducati Lenovo.
Di saat sang juara bertahan mengalami penurunan performa yang cukup tajam, tim Aprilia justru menikmati periode gemilang dengan dominasi di papan atas klasemen.
Performa awal musim pembalap asal Spanyol itu menjadi sorotan luas. Marc Marquez yang sebelumnya tampil luar biasa hingga meraih gelar juara dunia, kini tampak kesulitan menemukan ritme terbaiknya.
Penurunan drastis ini membuatnya tertinggal cukup jauh dari para rival yang tampil lebih konsisten.
Jika dibandingkan dengan musim lalu, perbedaan performanya sangat mencolok. Pada musim sebelumnya, ia mampu memenangkan separuh balapan Grand Prix serta mendominasi sesi sprint.
Namun di MotoGP 2026, Marc Marquez baru mampu meraih dua kemenangan, keduanya berasal dari sprint race di GP Brasil dan GP Jerez.
Banyak pihak menilai penurunan ini tidak lepas dari cedera bahu yang dialaminya setelah kecelakaan pada Oktober tahun lalu.
Walaupun telah dinyatakan fit untuk kembali balapan, dampak cedera tersebut masih terasa dan memengaruhi performanya di lintasan.
Di tengah situasi sulit yang dialami Ducati, Aprilia justru muncul sebagai pihak yang paling diuntungkan. Tim pabrikan asal Italia itu kini memimpin klasemen sementara melalui dua pembalapnya yang menempati posisi pertama dan kedua.
Bos Aprilia, Massimo Rivola, secara terbuka mengakui bahwa kondisi sang rival turut memberikan keuntungan bagi timnya. Ia menyebut bahwa absennya performa maksimal dari Marc Marquez membuka peluang besar bagi Aprilia untuk tampil dominan.
“Kami juga diuntungkan oleh fakta bahwa Marc Marquez jelas tidak dalam performa terbaiknya. Kami tentu telah melakukan pekerjaan yang hebat selama musim dingin ini,” ujar Rivola.
Dominasi Aprilia terlihat jelas melalui performa dua pembalap utamanya. Marco Bezzecchi kini memimpin klasemen sementara setelah meraih kemenangan di tiga seri awal musim.
Sementara itu, Jorge Martin juga tampil impresif dengan koleksi empat podium, termasuk satu kemenangan di sprint race MotoGP Amerika 2026.
Tak hanya tim utama, performa tim satelit Trackhouse juga mengalami peningkatan signifikan. Ai Ogura dan Raul Fernandez menunjukkan konsistensi dengan finis di posisi 10 besar, bahkan di Jerez keduanya berhasil menembus posisi lima dan enam.
“Jelas penting untuk menempatkan empat motor di enam besar di Jerez, itu pertanda bagus. Kami memiliki dua pembalap yang sangat kuat, dan saya harus mengatakan bahwa Trackhouse berkembang dengan sangat baik,” tambah Rivola.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras Aprilia selama pengembangan pramusim membuahkan hasil positif. Terlebih lagi, Ducati tengah menghadapi kendala dengan motor terbaru mereka, GP26, yang belum mampu tampil sesuai ekspektasi.
Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Aprilia untuk memperlebar jarak di klasemen. Meski demikian, Rivola tetap mengingatkan timnya agar tidak cepat puas dan terus menjaga konsistensi sepanjang musim yang masih panjang.
“Kita sudah sampai, ayo, kita sudah sampai. Musim ini masih sangat panjang, tetapi kami yakin bahwa kerja keras yang kami lakukan sudah berada di jalur yang benar,” ujarnya.
Namun di balik euforia tersebut, Aprilia juga harus tetap waspada. Ducati dikabarkan telah menemukan solusi untuk meningkatkan performa GP26 setelah menjalani Tes Jerez. Jika pengembangan tersebut berhasil, maka persaingan dipastikan akan kembali memanas.
Terlebih lagi, meskipun belum berada dalam kondisi terbaik, Marc Marquez tetap mampu mencuri dua kemenangan sprint. Hal ini menjadi sinyal bahwa ancaman besar bisa muncul kapan saja jika ia dan Ducati berhasil kembali ke performa puncak mereka.
Dengan kondisi yang terus berkembang, MotoGP 2026 dipastikan akan menjadi musim yang penuh dinamika, di mana dominasi bisa berubah sewaktu-waktu dan persaingan tetap terbuka hingga akhir musim.







