GPNesia.com – Performa Luca Marini di seri MotoGP Jerez 2026 menunjukkan hasil yang cukup konsisten meski belum mampu menembus barisan depan.
Ia mengakhiri sprint race di posisi ke-9, lalu menutup balapan utama di urutan ke-13. Tambahan empat poin dari akhir pekan tersebut membuat pembalap Honda Castrol itu kini mengoleksi 27 poin dan berada di posisi ke-12 klasemen sementara.
Ia juga tercatat sebagai rider Honda terbaik saat ini, unggul tiga poin dari Johann Zarco yang berada di posisi ke-14.
Pada sesi tes yang digelar Senin di sirkuit yang sama, Luca Marini menempati posisi ke-14 dalam gabungan catatan waktu, dengan selisih 0,952 detik dari pembalap tercepat Ai Ogura dari Trackhouse Aprilia.
Bersama rekan setimnya Joan Mir, ia menyelesaikan lebih dari 120 lap sepanjang pengujian yang berlangsung intensif tersebut.
“Agenda kami cukup padat. Saya sempat berharap sesi bisa selesai lebih cepat, tetapi ternyata harus berjalan hingga akhir. Kami memang meningkatkan beberapa aspek performa motor, meski perubahannya tidak terlalu besar, terutama di sektor elektronik,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti fokus pengembangan pada sisi akselerasi mesin. Menurutnya, ada kemajuan yang mulai terlihat.
Hasil eksperimen tersebut rencananya akan dibawa ke seri Le Mans untuk diuji dalam kondisi balapan sebenarnya, karena karakter grip pada sesi tes Jerez dinilai sangat baik dan bisa berbeda dengan kondisi race weekend.
Selain itu, Luca Marini menjelaskan bahwa tim juga melakukan penyesuaian pada distribusi bobot dan setelan motor.
Beberapa konfigurasi baru diuji untuk mencari alternatif dari setelan yang selama ini digunakan.
Ia menegaskan bahwa setiap perubahan selalu memiliki sisi positif dan negatif, sehingga perbandingan langsung di Le Mans akan menjadi kunci untuk menentukan arah pengembangan.
“Kami akan menjalankan dua motor dengan set-up berbeda di Le Mans, satu menggunakan basis lama dan satu lagi memakai hasil pengembangan dari Jerez. Dari situ kami akan membandingkan mana yang paling efektif,” ujarnya.
Eksperimen lain juga dilakukan, termasuk pada sektor aerodinamika, meski ia tidak merinci detailnya. Ia hanya menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan akan menjadi bahan penting untuk menghadapi seri berikutnya.
Dalam pengujian tersebut, beberapa pabrikan lain memang terlihat agresif mengembangkan paket aero. Aprilia, misalnya, memperkenalkan winglet baru yang ditempatkan di dekat windshield untuk meningkatkan stabilitas.
Menanggapi hal itu, Luca Marini menilai Honda belum berada di level teratas dalam aspek aerodinamika. Ia mengakui bahwa pabrikan Jepang tersebut masih harus terus mengejar ketertinggalan, meski sektor aero bukan satu-satunya fokus utama dalam tes kali ini.
“Secara jujur kami belum berada di level terbaik dan memang belum pernah ada di posisi itu. Namun kami terus berusaha berkembang. Untuk aero sendiri, kami sudah banyak melakukan uji coba bersama Takaaki Nakagami, dan pengembangan akan terus berlanjut,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya juga mencoba beberapa konfigurasi aerodinamika, tetapi pengembangan harus dilakukan secara cermat karena Honda sudah memiliki dua spesifikasi fairing yang telah melalui homologasi.
Oleh sebab itu, perubahan yang dilakukan lebih banyak menyentuh detail kecil untuk menyempurnakan paket yang ada.
Tes berikutnya dijadwalkan berlangsung di Barcelona pada 18 Mei, setelah rangkaian balapan 15–17 Mei. Menurutnya, sesi tersebut akan lebih fokus pada peningkatan grip ban belakang serta pengujian komponen berbahan karbon.
Di akhir penjelasannya, Luca Marini menegaskan bahwa Barcelona akan menjadi kesempatan penting untuk mengevaluasi peningkatan yang lebih signifikan dibanding tes Jerez, terutama dalam mencari traksi tambahan di bagian belakang motor.







