GPNesia.com – Dalam balapan Grand Prix Miami 2026, pembalap Racing Bulls, Liam Lawson, mengaku hanya berusaha bertahan sejak lap pembuka sambil berupaya menjaga ritme mobilnya di tengah situasi yang penuh tekanan dan insiden di lintasan.
Memulai balapan dari posisi ke-11, Liam Lawson menghadapi awal lomba yang sulit di Sirkuit Miami.
Pada lap pertama, ia terlibat situasi kontroversial dengan Max Verstappen ketika mobil Red Bull memaksa Racing Bulls keluar dari jalur ideal.
Insiden tersebut membuat Lawson harus mengembalikan posisi sesuai instruksi dari race control, yang semakin menurunkan peluangnya untuk bersaing di barisan depan.
Situasi tidak membaik memasuki pertengahan lomba. Pada lap ke-6, ketika Pierre Gasly mencoba melakukan manuver menyalip di Tikungan 17, mobil Racing Bulls yang dikendarai Lawson mengalami kegagalan pada sistem gearbox.
Gangguan teknis itu menyebabkan kontrol mobil terganggu dan berujung pada benturan dengan sisi mobil Gasly.
Insiden tersebut cukup serius hingga mobil Gasly terbalik sebelum akhirnya berhenti setelah menghantam pembatas TecPro di sisi lintasan.
Setelah balapan, Liam Lawson menilai akhir pekan di Miami sebagai salah satu yang paling menantang baginya musim ini.
Ia menyoroti bahwa timnya tidak memiliki kecepatan yang cukup kompetitif sejak awal lomba, sehingga sulit untuk mengejar posisi dan bersaing dengan rival lain di lintasan.
“Saya hanya berusaha bertahan di lap pertama, dan kami tidak cukup cepat,” ujar Liam Lawson kepada media termasuk RacingNews365.
“Kami tidak cukup cepat secara umum di beberapa lap pertama, dan saya sudah tahu bahwa kami memiliki keseimbangan yang buruk dan kami mencoba mengejarnya. Tapi itu tidak cukup, dan kami memang tidak cukup cepat akhir pekan ini.”
Menurutnya, kombinasi antara kecepatan mobil yang kurang optimal dan masalah teknis membuat peluang meraih poin hilang sepenuhnya.
Ia juga menekankan bahwa meskipun ada banyak hal positif yang bisa dipelajari dari akhir pekan tersebut, tim tetap perlu melakukan evaluasi mendalam untuk meningkatkan performa di seri-seri berikutnya.
Dalam refleksinya, Liam Lawson menambahkan bahwa persaingan di musim ini semakin ketat, dengan semua tim terus melakukan pengembangan. Hal itu membuat setiap kekurangan kecil dapat berdampak besar pada hasil akhir balapan.
“Jadi ini pasti perlu ditinjau, dan kami memiliki banyak hal yang akan datang sepanjang tahun, yang positif, tetapi semua orang juga demikian, jadi kami perlu membuat langkah yang lebih besar,” tambahnya.
Hasil tanpa poin di Miami menjadi catatan penting bagi Racing Bulls untuk segera berbenah, terutama dalam hal keandalan teknis dan konsistensi performa, agar dapat kembali bersaing di papan tengah pada seri-seri Grand Prix berikutnya.
