GPNesia.com – Bos Red Bull, Laurent Mekies, memberikan sinyal bahwa timnya terbuka terhadap penerapan regulasi yang lebih ketat guna memastikan seluruh 11 tim yang berlaga di Formula 1 benar-benar beroperasi secara independen.
Pernyataan tersebut muncul setelah CEO McLaren, Zak Brown, mengirimkan surat kepada Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, yang berisi dorongan agar kepemilikan ganda tim di ajang Formula 1 tidak lagi diperbolehkan.
Dalam upayanya tersebut, Brown menilai masih terdapat sejumlah contoh yang menunjukkan prinsip kemandirian tim belum sepenuhnya dijalankan.
Saat ini, sembilan dari 11 tim Formula 1 dimiliki oleh entitas yang berbeda. Sementara itu, Red Bull GmbH masih memiliki dua tim yang berkompetisi di grid, yakni Red Bull Racing dan Racing Bulls.
Kondisi tersebut sebenarnya telah berlangsung sejak 2006. Namun, Brown menyoroti hubungan yang dinilai sangat dekat antara kedua tim itu sebagai alasan utama mengapa kepemilikan ganda seharusnya dilarang dalam balapan grand prix.
Ia membandingkan situasi tersebut dengan aturan yang berlaku di cabang olahraga lain, termasuk sepak bola Eropa. Dalam kompetisi yang berada di bawah naungan UEFA, dua klub yang dimiliki oleh pihak yang sama tidak diperkenankan tampil dalam kompetisi yang sama.
Secara formal, Red Bull Racing dan Racing Bulls tetap tercatat sebagai dua tim yang saling bersaing. Akan tetapi, Brown mengangkat sejumlah contoh yang menurutnya perlu mendapat perhatian.
Salah satunya adalah perpindahan Laurent Mekies pada Juli 2025 dari jabatan kepala tim Racing Bulls di Faenza untuk menjadi bos Red Bull menggantikan Christian Horner.
Menurut Brown, perpindahan tersebut terjadi tanpa adanya masa cuti atau gardening leave yang biasanya diwajibkan bagi figur senior ketika berpindah dari satu tim ke tim lain di Formula 1.
Selain itu, ia juga mempertanyakan kejadian pada Grand Prix Miami ketika Max Verstappen diizinkan menyalip Liam Lawson.
Pertanyaan itu muncul setelah insiden pada putaran pembuka yang dinilai membuat Racing Bulls harus keluar dari jalur akibat situasi yang melibatkan Red Bull.
Menanggapi isi surat yang disampaikan McLaren, Laurent Mekies menegaskan bahwa Red Bull tidak memiliki keberatan apabila olahraga ini memutuskan untuk menerapkan aturan yang lebih tegas demi memperkuat independensi seluruh tim.
“Kami semua ingin 11 tim berlomba secara independen di trek, dan kami telah mengambil banyak langkah sebagai olahraga dalam beberapa minggu, bulan, dan tahun terakhir untuk mencoba memastikan lebih banyak kemandirian dari setiap tim yang berlomba di trek,” kata Mekies kepada media.
Ia menambahkan bahwa apabila ada pihak yang berkepentingan, baik tim lain maupun pemangku kepentingan lainnya, yang menilai masih diperlukan langkah tambahan untuk menjamin seluruh tim benar-benar independen saat balapan berlangsung, maka Red Bull akan memberikan dukungan.
Mekies juga menilai isu tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kepemilikan tim ataupun hubungan strategis antarorganisasi. Menurutnya, terdapat banyak bentuk kerja sama yang sudah lama terjadi di area paddock Formula 1.
Ia mencontohkan kerja sama dalam penyediaan unit daya, gearbox, suspensi, hingga berbagai bentuk kepemilikan, baik sebagian maupun penuh.
Karena itu, diskusi mengenai independensi tim dinilai memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar persoalan siapa pemilik sebuah tim.
Lebih lanjut, Laurent Mekies menegaskan bahwa Red Bull sepenuhnya mendukung setiap upaya yang dianggap mampu memperkuat independensi kompetisi di lintasan.
Ia menilai kondisi saat ini sudah menunjukkan bahwa tim-tim tetap bersaing secara mandiri, terlepas dari adanya kemitraan strategis maupun struktur kepemilikan yang berbeda-beda.
Meski demikian, Red Bull tetap siap mendukung langkah lanjutan yang dianggap perlu oleh Formula 1 dan para pemangku kepentingannya agar prinsip persaingan yang independen dapat terus diperkuat di masa mendatang.
“Kami sepenuhnya mendukung pengambilan langkah lebih lanjut untuk memastikan bahwa, terlepas dari kemitraan strategis kami atau terlepas dari struktur kepemilikan kami, kami berlomba secara independen di trek. Kami merasa itu adalah kasus hari ini. Kami akan, bagaimanapun, sepenuhnya mendorong langkah-langkah lebih lanjut yang kami rasa diperlukan sebagai olahraga,” tutupnya.






