GPNesia.com – Nama Brian Uriarte menjadi sorotan utama dalam gelaran Moto3 Italia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mugello sepanjang akhir pekan lalu.
Pembalap rookie dari tim Red Bull KTM Ajo tersebut sukses mencatatkan kemenangan perdananya musim ini dalam balapan penuh tekanan yang berlangsung selama 17 lap, sekaligus menandai salah satu penampilan paling impresif di awal kariernya di kelas Moto3.
Sejak sesi kualifikasi, performa Uriarte sudah menunjukkan tanda-tanda menjanjikan.
Ia mengamankan posisi start keempat, yang kemudian sedikit berubah menguntungkan setelah salah satu rivalnya, David Almansa dari tim IntactGP, memutuskan mundur dari seri ke-7 kalender Moto3 2026. Almansa harus absen akibat radang amandel, sehingga Uriarte naik satu posisi di grid start.
Meski memulai dari barisan depan, perjalanan balapan tidak berjalan mulus bagi Brian Uriarte. Ia sempat kehilangan momentum dan terlempar dari zona podium akibat ketatnya persaingan di kelompok depan yang dihuni para pembalap dengan selisih waktu sangat rapat.
Drama semakin memanas ketika memasuki empat lap terakhir. Uriarte bahkan sempat berada di bawah tekanan hebat saat harus berduel dengan Veda Ega Pratama, pembalap muda andalan Honda Team Asia yang berasal dari Gunungkidul, Yogyakarta.
Dalam perebutan posisi kelima, Veda sempat unggul dan membuat Uriarte harus bekerja ekstra keras untuk kembali menemukan ritme terbaiknya.
Namun, respons cepat menjadi kunci kebangkitan Brian Uriarte. Dengan presisi tinggi, ia mulai meningkatkan tempo balapan, menyalip satu per satu lawan di depannya, termasuk Veda Ega Pratama.
Momentum tersebut menjadi titik balik yang mengantarkannya melesat hingga ke posisi terdepan dan akhirnya mengamankan kemenangan di GP Italia.
Kemenangan ini menjadi sangat emosional bagi Uriarte, yang mengaku tidak menyangka bisa naik ke podium tertinggi secepat ini pada musim debutnya.
Dalam wawancara yang dikutip dari Motosan, ia mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian tersebut.
“Saya sangat, sangat senang berada di podium teratas. Ini balapan yang sangat sulit, mungkin yang paling sulit di seluruh kejuaraan,” ujar Uriarte.
Ia juga menambahkan bahwa hasil ini datang lebih cepat dari ekspektasinya. “Kami berhasil mengatasinya dengan baik, mungkin tidak sempurna, tetapi hasil yang telah kami tunggu-tunggu telah tiba, mungkin lebih cepat dari yang diharapkan,” lanjutnya.
Rekan setim Álvaro Carpe itu juga mengungkapkan pesan sederhana namun berpengaruh dari Emilio Alzamora, mentor yang dikenal sebagai mantan manajer Marc Márquez, sebelum balapan dimulai.
“Dia menyarankan untuk bersenang-senang, saya pikir itu nasihat dasar dan sangat bagus, dan itulah yang saya lakukan,” kata Brian Uriarte.
Hasil di Mugello juga membawa dampak signifikan pada klasemen rookie Moto3 2026. Uriarte kini memimpin dengan total 67 poin, menggeser Veda Ega Pratama ke posisi kedua dengan selisih satu poin.
Situasi ini terjadi setelah Veda hanya mampu finis di posisi kedelapan, meski memulai balapan dari grid ke-12.
Persaingan antara kedua rookie tersebut diprediksi akan semakin menarik menjelang seri berikutnya. Veda masih memiliki peluang besar untuk kembali merebut posisi teratas, terutama dengan balapan Moto3 Hungaria 2026 yang akan digelar di Balaton Park pada akhir pekan ini.
Dengan performa yang semakin matang, Brian Uriarte kini bukan hanya sekadar rookie yang mengejutkan, tetapi juga ancaman serius dalam perebutan gelar rookie terbaik musim ini di kejuaraan Moto3 2026.











