GP Nesia – Atmosfer panas menyelimuti balapan MotoGP Catalunya 2026 setelah rider Aprilia Racing, Jorge Martin, gagal menyelesaikan lomba akibat kecelakaan pada seri yang berlangsung di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu (17/5).
Balapan yang sejak awal berlangsung dramatis itu diwarnai dua kali penghentian lomba atau red flag karena insiden besar yang melibatkan sejumlah pembalap papan atas.
Sejak lap-lap awal, tensi persaingan sudah terlihat tinggi. Namun situasi mulai memanas ketika kecelakaan hebat menimpa Alex Marquez pada lap ke-12.
Insiden tersebut membuat motor pembalap asal Spanyol itu mengalami kerusakan parah hingga bagian ban motornya terlepas di lintasan. Kondisi itu membuat race direction langsung mengibarkan red flag demi alasan keselamatan.
Akibat kecelakaan tersebut, Alex Marquez dipastikan tidak dapat melanjutkan balapan. Setelah proses evakuasi dan pembersihan lintasan selesai dilakukan, balapan kembali dimulai dengan prosedur restart. Akan tetapi, drama kembali terjadi tidak lama setelah para pembalap melanjutkan lomba.
Red flag kedua kembali dikibarkan setelah Francesco Bagnaia mengalami kecelakaan akibat ditabrak dari belakang oleh Johann Zarco. Insiden itu membuat jalannya balapan kembali dihentikan sementara untuk memastikan kondisi lintasan aman digunakan.
Selepas penghentian kedua, lomba dimulai kembali dari lap ke-13. Pedro Acosta sempat memimpin jalannya balapan, tetapi situasi kembali berubah ketika Jorge Martin mengalami crash usai terlibat kontak dengan Raul Fernandez. Benturan tersebut membuat kedua pembalap terjatuh dan gagal mencapai garis finis.
Berbeda dengan dua insiden sebelumnya, kecelakaan kali ini tidak membuat red flag kembali dikibarkan. Meski demikian, ekspresi kekecewaan langsung terlihat dari wajah Jorge Martin saat berjalan menuju garasi tim Aprilia Racing.
Sparks are flying in the Aprilia garage!#CatalanGP 🏁 pic.twitter.com/nW3aG5Oe4H
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) May 17, 2026
Sesampainya di paddock tim, Jorge Martin tampak meluapkan emosinya kepada kru Aprilia. Ia sempat melakukan gestur tepuk tangan bernada sindiran sebelum melontarkan kemarahan kepada beberapa anggota tim.
Situasi sempat memanas ketika Martin juga terlihat mendorong Paolo Bonora dan Massimo Rivola yang mencoba menenangkannya.
Tak lama setelah insiden emosional tersebut, Martin akhirnya memberikan klarifikasi dan mengaku menyesali tindakannya di garasi tim.
Pembalap asal Spanyol itu menyatakan ingin meminta maaf secara langsung kepada Paolo Bonora atas aksinya yang dianggap berlebihan.
“Saya pergi untuk meminta maaf kepada Paolo Bonora karena saya telah mendorongnya. Ini sama sekali tidak perlu,” ujar Martin seperti dikutip Crash.
Ia juga mengungkapkan masih berusaha menemui Bonora secara langsung setelah kejadian tersebut.
“Saya sudah mencari di kantornya tetapi dia tidak ada di sana, jadi saya mau mencarinya sekarang,” kata Martin menambahkan.
