Isack Hadjar Ungkap Kekhawatiran soal Kursi Kedua Red Bull sebelum Promosi 2026

Isack Hadjar
Debut menjanjikan Isack Hadjar warnai awal musim balapan F1 2026 di Sirkuit Albert PArk, Melbourne, Australia. (Foto: X @RBR_Daily)

GPNesia.comIsack Hadjar mengakui sempat memiliki kekhawatiran terkait posisi kursi kedua di tim Red Bull Racing sebelum akhirnya resmi bergabung dengan skuad Milton Keynes untuk musim 2026.

Namun demikian, pembalap muda tersebut menegaskan bahwa performa impresif di musim debutnya bersama Racing Bulls memang sudah ia targetkan sejak awal.

Pembalap asal Prancis-Aljazair itu menjalani musim perdananya di Formula 1 pada 2025 bersama Racing Bulls.

Dalam musim tersebut, ia mampu menyelesaikan kompetisi di posisi ke-12 klasemen akhir dengan total 51 poin.

Pencapaian paling menonjol datang ketika ia berhasil meraih podium perdana dalam ajang Grand Prix Belanda, yang kemudian menjadi salah satu faktor utama yang membuat Red Bull memberikan kepercayaan kepadanya untuk promosi.

Keputusan Red Bull untuk mempromosikan Hadjar ke tim utama sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi musim 2026, di mana ia akan berduet dengan juara dunia empat kali, Max Verstappen.

Langkah ini juga menandai perubahan besar di internal Red Bull, yang dalam beberapa tahun terakhir kesulitan menemukan pembalap kedua yang konsisten.

Sebelumnya, kursi tersebut sempat diisi oleh Liam Lawson yang menggantikan Sergio Perez pada musim 2025.

Namun Lawson hanya bertahan dua akhir pekan balapan sebelum posisinya digantikan oleh Yuki Tsunoda.

Pembalap Jepang itu kemudian bertahan hingga akhir musim 2025 sebelum akhirnya dialihkan menjadi pembalap cadangan setelah Hadjar mendapatkan kursi penuh.

Dalam sebuah wawancara bersama F1, Isack Hadjar menceritakan bahwa perjalanan cepatnya dari tim junior menuju kursi utama Red Bull terasa sangat menyenangkan sekaligus menantang.

Ia mengakui bahwa awal musim menjadi periode yang penuh tekanan karena minimnya pengalaman di Formula 1.

“Awalnya saya cukup stres karena ini musim pertama saya dan saya belum punya banyak kilometer di F1. Saya sempat berpikir apakah saya akan tertinggal jauh atau kesulitan beradaptasi,” ujarnya seperti GPNesia kutip dari motorsport.com.

Namun ia menambahkan bahwa kekhawatiran tersebut ternyata tidak terjadi karena ia mampu langsung menemukan ritme balapnya sejak awal musim.

Ia juga menjelaskan bahwa musim 2025 menjadi tahun yang sangat kompetitif karena merupakan fase akhir dari regulasi teknis yang berjalan, sehingga seluruh tim berada dalam performa maksimal.

Meski begitu, ia merasa mampu beradaptasi dengan baik tanpa mengalami kesulitan berarti.

Menurutnya, target utama sejak awal musim adalah tampil konsisten agar bisa menarik perhatian Red Bull. Ia mengaku bahwa meskipun sering mengatakan akan menjalani proses secara bertahap, sebenarnya ia sudah membidik promosi ke tim utama sejak awal.

“Pada dasarnya saya ingin menjalani musim rookie yang kuat, dan jika semuanya berjalan baik, saya bisa naik ke Red Bull. Itu memang tujuan saya sejak awal,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai keraguannya terhadap posisi kursi kedua di Red Bull, Isack Hadjar mengakui bahwa ia sempat mempertimbangkan situasi tersebut.

Ia melihat bahwa beberapa pendahulunya kesulitan menandingi performa Max Verstappen, sehingga menimbulkan tanda tanya tersendiri.

“Ya, saya sempat berpikir seperti itu karena jika melihat selisih performa antara rekan setim sebelumnya dengan Max, memang terlihat cukup besar. Itu sedikit membuat saya bertanya-tanya,” jelasnya.

Namun ia menegaskan bahwa dirinya tetap realistis dan fokus pada perkembangan pribadi ketimbang tekanan eksternal.

Kini, dengan promosi yang telah dikonfirmasi, Hadjar memasuki babak baru dalam kariernya di Formula 1.

Perjalanan dari Racing Bulls menuju kursi utama Red Bull menjadi bukti bahwa konsistensi dan adaptasi cepat di musim debut dapat membuka peluang besar di level tertinggi balap mobil dunia.

Dengan pencapaian tersebut, Isack Hadjar diharapkan mampu memberikan stabilitas yang selama ini dicari Red Bull di kursi kedua mereka, sekaligus menjadi salah satu talenta muda yang paling diperhatikan di grid F1 musim 2026.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.
Exit mobile version