Isack Hadjar Geram Usai Kecelakaan di F1 Miami 2026

Isack Hadjar Geram Usai Kecelakaan di Miami
Isack Hadjar Geram Usai Kecelakaan di Miami. sumber: (racingnews365)

GPNesia.com – Pembalap muda Formula 1, Isack Hadjar, melontarkan kritik keras terhadap dirinya sendiri setelah mengalami kecelakaan dalam Grand Prix Miami.

Insiden tersebut membuatnya sangat frustrasi karena merasa telah menyia-nyiakan peluang besar untuk meraih poin penting.

Kecelakaan terjadi di Miami International Autodrome pada lap keenam. Hadjar kehilangan kendali setelah menyenggol dinding di bagian dalam tikungan pertama.

Insiden kecil itu ternyata berdampak besar karena merusak kolom kemudi mobilnya.

Akibatnya, mobil yang dikendarainya meluncur tak terkendali hingga menghantam dinding di sisi luar Tikungan 15, tepat di area sempit antara Tikungan 14 dan 15.

Sesaat setelah kecelakaan, Isack Hadjar terlihat meluapkan emosinya.

Ia memukul helm, halo, serta setir mobilnya sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap kesalahan yang dibuatnya sendiri.

Pembalap asal Prancis itu menilai dirinya telah melewati batas yang seharusnya bisa ia kendalikan dengan lebih baik.

“Saya akhirnya menemukan batasnya,” ujar Isack Hadjar kepada media, termasuk RacingNews365. “Sepanjang akhir pekan saya sangat dekat dan terkendali, tetapi ya, saya membuat kesalahan.”

Di usia 21 tahun, Isack Hadjar memang dikenal sebagai pembalap dengan emosi yang cukup ekspresif.

Baik saat meraih hasil positif maupun ketika menghadapi kegagalan, ia tidak segan menunjukkan perasaannya.

Dalam kejadian ini, ia bahkan tetap berada di dalam mobil cukup lama setelah kecelakaan, tampak sangat marah pada dirinya sendiri.

Kekecewaan tersebut bukan tanpa alasan. Hadjar merasa bahwa balapan di Miami sebenarnya membuka peluang besar baginya untuk meraih poin.

Dengan performa mobil yang kompetitif, ia menilai hasil akhir seharusnya bisa jauh lebih baik jika tidak melakukan kesalahan kecil.

“Ini sangat sulit. Merusakkan mobil membuat saya sangat marah, dan saya merasa ada poin yang mudah didapat, mengingat mobil yang saya miliki. Jadi saya hanya menyia-nyiakannya,” ungkapnya.

Kesalahan yang dilakukan Isack Hadjar sebenarnya tergolong sederhana, yakni menyenggol dinding di area sempit lintasan.

Namun, insiden seperti ini memang sudah beberapa kali terjadi sejak Formula 1 mulai menggelar balapan di Miami pada 2022. Karakter sirkuit yang sempit menuntut konsentrasi tinggi dari setiap pembalap.

Saat menjelaskan kembali momen kecelakaan, Hadjar mengaku tidak sepenuhnya mengingat detail kejadian karena berlangsung sangat cepat. Ia hanya merasakan benturan keras sebelum akhirnya kehilangan kendali sepenuhnya.

“Saya tidak benar-benar ingat, karena semuanya terjadi sangat cepat. Saya tidak memiliki ingatan yang baik tentang apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.

“Itu terasa seperti benturan besar — saya benar-benar tidak melihatnya datang — dan kemudian mobilnya rusak. Saya menabrak dinding lain, saya tidak bisa menghentikannya. Jadi ya, ini menunjukkan betapa pentingnya untuk tetap fokus. Dan saya tidak.”

Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi Isack Hadjar tentang pentingnya menjaga fokus, terutama di bagian sirkuit yang menuntut presisi tinggi. Kesalahan kecil dapat berujung pada kerusakan besar, seperti yang dialaminya di Miami.

Meski diliputi rasa kecewa, Hadjar mengaku sangat ingin segera kembali ke lintasan untuk menebus kesalahan tersebut. Namun, ia harus bersabar karena jeda balapan berikutnya cukup panjang.

Grand Prix Kanada yang menjadi seri selanjutnya baru akan berlangsung hampir tiga minggu setelah balapan di Miami. Waktu tunggu tersebut terasa berat bagi Hadjar yang ingin segera bangkit.

“Ya, jujur, saya sangat ingin kembali ke balapan sekarang. Saya berharap saya bisa mengemudi,” tuturnya.

“Saya berharap saya tahu apa yang bisa saya lakukan. Itu adalah awal yang baik. Jadi ya, sekarang harus menunggu tiga minggu itu cukup berat.”

Kecelakaan ini menjadi momen refleksi bagi Isack Hadjar dalam perjalanan kariernya di Formula 1. Dengan potensi besar yang dimiliki, ia diharapkan mampu belajar dari kesalahan dan tampil lebih konsisten di balapan berikutnya.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.
Exit mobile version