GPNesia.com – Dalam tayangan video terbaru bertajuk Inside Ducati yang diunggah melalui YouTube, pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, secara terbuka mengakui bahwa insiden kecelakaan yang dialaminya pada lap kedua balapan utama MotoGP di Jerez merupakan murni kesalahannya sendiri.
Peristiwa tersebut terjadi di tikungan 11, yang membuat motornya melayang ke udara, berputar beberapa kali, lalu menghantam gravel dalam kondisi rusak parah. Meski begitu, sang juara dunia sembilan kali itu beruntung tidak mengalami cedera sedikit pun.
Setelah insiden tersebut, Marquez segera bangkit dan kembali ke area pit. Di sana, ia langsung menyampaikan permintaan maaf kepada General Manager Ducati, Gigi Dall’Igna, dengan kalimat singkat, “Maaf, ini kesalahan saya.”
Tidak berhenti di situ, ia juga menjelaskan kepada kepala krunya, Marco Rigamonti, bahwa kehilangan kendali terjadi saat ia mulai membuka gas keluar tikungan.
“Begitu saya menarik gas, saya kehilangan kendali,” ujar Marquez kepada timnya, menggambarkan momen kritis yang membuatnya terjatuh di awal balapan.
Dalam rekaman yang sama, terlihat Marquez berdiskusi intens dengan Rigamonti di depan layar data. Sang teknisi kemudian menunjukkan analisis awal penyebab kecelakaan.
Menurutnya, pembalap asal Spanyol itu masuk tikungan sedikit terlalu cepat dan sudah berada di batas grip bahkan sebelum akselerasi dilakukan.
“Satu-satunya yang saya lihat, kamu memasuki tikungan sedikit lebih awal. Bahkan sebelum menarik gas, kamu sudah berada di limit,” jelas Rigamonti dalam evaluasi teknis tersebut.
Tak lama kemudian, Gigi Dall’Igna menghampiri Marquez dan memberikan dukungan moral dengan menepuk pundaknya.
Suasana yang semula tegang mulai mencair saat keduanya berdiskusi mengenai performa motor dan hasil balapan yang sebenarnya cukup kompetitif sebelum insiden terjadi.
Dalam percakapan tersebut, Marquez mengungkapkan kebingungannya atas kecelakaan itu. Ia mengaku biasanya bisa memahami penyebab setiap crash yang dialaminya, namun kali ini berbeda.
“Ada hari-hari di mana saya tahu kenapa saya jatuh. Tapi tidak hari ini. Saya tidak mengerti apa yang terjadi. Di lap kedua, seharusnya kita tidak bisa jatuh seperti itu. Tapi kita ambil sisi positifnya, kita cepat. Kita akan bekerja lagi besok,” ucapnya kepada Dall’Igna.
Menjelang sesi tes resmi pada hari Senin, Marquez juga sempat menanyakan kondisi motor yang mengalami kerusakan cukup parah akibat kecelakaan tersebut.
Ia bahkan sempat bercanda dengan bertanya apakah motornya terbelah menjadi dua bagian. Namun, tim menjelaskan bahwa kerusakan utama hanya terjadi pada bagian tangki bahan bakar yang terlepas dari sasis.
Marco Rigamonti kemudian menambahkan dengan nada ringan bahwa salah satu motor memang harus dibongkar untuk keperluan penggantian komponen. Hal itu dilakukan sekaligus untuk mempersiapkan paket pembaruan yang akan diuji pada sesi berikutnya.
Pada tes resmi hari Senin, pembalap Ducati Lenovo tersebut kembali turun lintasan dan menyelesaikan 68 lap. Fokus utama pengujian adalah pengembangan aerodinamika motor.
Dalam sesi tersebut, Marquez berhasil mencatatkan waktu yang cukup kompetitif dengan menempati posisi keempat, tertinggal 0,333 detik dari pembalap tercepat Ai Ogura dari Trackhouse Aprilia, sekaligus menjadi pembalap Ducati dengan catatan terbaik di hari itu.
Sementara itu, hasil balapan di Jerez pekan sebelumnya justru dimenangkan oleh Alex Marquez.
Menurut analisis Marc Marquez, kemenangan tersebut menunjukkan bahwa arah pengembangan MotoGP saat ini harus terus maju, bukan kembali bergantung pada “rasa nyaman” dari motor versi lama.
Ia menilai bahwa sebagian besar pembalap Ducati masih berupaya mencari kestabilan di bagian depan motor, yang sebelumnya menjadi keunggulan GP24.
Menurutnya, kembali ke spesifikasi lama bukanlah langkah progresif. Ia menegaskan bahwa secara teknis, motor masih bisa dikombinasikan antara versi lama dan baru sesuai kebutuhan performa.
“Saya hanya melakukan dua kali run dengan motor GP24 saat tes di Catalunya, lalu langsung beralih ke GP25. Dari yang saya pahami dari insinyur, sebenarnya kami bisa balapan dengan GP24. Itu hanya soal kombinasi part. Basisnya sama. Kalau ingin kembali ke spek lama, itu juga bisa dilakukan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam dunia balap modern, perkembangan performa tidak bisa berhenti pada nostalgia terhadap motor lama, meskipun data kemenangan di masa lalu terasa sangat meyakinkan.
Dalam perbandingan data performa, Alex Marquez disebut mencatat waktu yang lebih cepat sekitar 7,5 detik dibandingkan kemenangan tahun sebelumnya di Jerez. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada motor generasi terbaru.
“Dengan GP26, Alex lebih cepat sekitar 7 detik dibanding GP24 di Jerez. Jadi kalau kita ingin kembali ke feel lama, kita selalu teringat momen kemenangan itu. Tapi para rival juga terus berkembang dan semakin cepat. Kita harus ikut maju,” tambah Marc Marquez.
Selain Alex Marquez, pembalap VR46 Ducati Fabio Di Giannantonio juga menunjukkan peningkatan performa dengan motor GP26. Ia berhasil finis ketiga pada race utama di Jerez dan mencatat waktu sekitar 9 detik lebih cepat dibanding musim sebelumnya.
Perkembangan signifikan juga terlihat pada Marco Bezzecchi yang kini memimpin klasemen. Meski hanya finis kedua di Jerez, ia mencatat peningkatan waktu hingga 30 detik dibanding musim 2025. Bahkan jika tidak mengalami kesalahan tahun lalu, catatannya masih lebih cepat sekitar 12 detik.
Dari kubu Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez dan Ai Ogura juga menunjukkan progres besar dengan peningkatan waktu masing-masing 22 detik dan 8,5 detik dibanding musim sebelumnya. Jorge Martin pun disebut mengalami peningkatan performa meski sebelumnya sempat terganggu cedera.
“Jika dalam tiga sirkuit berbeda dengan layout dan ban yang berbeda pemenangnya adalah Aprilia, itu berarti motor mereka bekerja sangat baik. Bukan hanya Bezzecchi, tapi juga Ogura, Fernandez, dan Martin. Ducati juga terus berkembang, seperti yang terlihat dalam tes. Tapi jangan lupa, pemenang hari Minggu tetap Ducati,” tutup Marc Marquez, yang hingga kini telah mengoleksi 99 kemenangan di seluruh kelas balap.
