GPNesia.com – Pembalap Spanyol, Iker Lecuona, tampil nyaris tanpa cela pada race 1 WSBK Assen 2026 ketika kondisi basah di lap-lap akhir mengubah jalannya lomba dan membuka peluang besar untuk mematahkan dominasi rekan setimnya di Aruba.it Racing – Ducati, Nicolò Bulega.
Dalam beberapa putaran terakhir, Lecuona sempat berada di posisi ideal untuk merebut kemenangan perdana di WSBK yang berlangsung pada Sabtu (18/4).
Namun harapan itu perlahan memudar ketika ban depan motornya mengalami degradasi parah akibat kombinasi hujan ringan, suhu lintasan yang turun, serta angin dingin yang membuat kondisi semakin sulit. Akhirnya ia harus puas finis di posisi kedua setelah kehilangan kecepatan secara signifikan di fase penentuan.
Pembalap asal Spanyol itu mengakui bahwa momen ketika hujan mulai turun justru menjadi titik di mana dirinya merasa punya peluang terbesar.
Ia menyebut kondisi sulit seperti itu justru membuatnya lebih percaya diri dibandingkan pembalap lain karena merasa mampu mengendalikan motor lebih agresif.
Ia juga menilai bahwa lawannya, Bulega, lebih berhati-hati karena fokus pada perebutan gelar, sementara dirinya lebih mengincar kemenangan meski harus mengambil risiko lebih besar di lintasan.
Pertarungan internal tim pun tak terhindarkan. Keduanya saling menyalip di momen krusial ketika kecepatan mulai berubah-ubah akibat kondisi ban.
Pada satu titik, Lecuona merasa lebih cepat dan berhasil melewati Bulega yang mulai mengurangi laju. Namun situasi berbalik ketika strategi bertahan lebih aman membuat Bulega kembali unggul, sementara keausan ban depan Lecuona semakin memburuk hingga tidak lagi memungkinkan untuk mempertahankan ritme serangan.
Di tengah kondisi tersebut, Sam Lowes ikut masuk dalam persaingan di grup depan, menambah kompleksitas duel yang terjadi di lintasan Assen.
Lecuona kemudian menjelaskan bahwa di beberapa tikungan ia bahkan kesulitan mengarahkan motor akibat ban depan yang sudah kehilangan performa, terutama di sektor tikungan cepat dan teknis.
Meski demikian, ia tetap melihat sisi positif dari hasil tersebut. Menurutnya, meski gagal menang, ia mampu menunjukkan kecepatan yang kompetitif dan terus belajar memahami motor Ducati yang masih relatif baru baginya.
Ia menilai progres sepanjang akhir pekan tetap terlihat, terutama karena ia mampu menempel ketat pemimpin lomba pada fase awal balapan.
Dalam suasana yang lebih santai setelah balapan, Iker Lecuona juga menyinggung bagaimana suasana di garasi tim Aruba tidak setegang yang dibayangkan meski terjadi duel sengit di lintasan.
Ia menegaskan bahwa tidak ada instruksi untuk menahan diri dalam bertarung, selama manuver dilakukan dengan aman tanpa risiko berlebihan, mengingat keduanya sama-sama berada dalam persaingan klasemen.
Ia juga menyoroti bahwa pengalaman menjadi faktor pembeda besar antara dirinya dan Bulega yang sudah lebih lama mengenal motor Ducati.
Meski begitu, ia optimistis bahwa seiring waktu, jarak performa akan semakin menyempit dan persaingan akan menjadi lebih ketat di musim mendatang.
Dalam refleksi yang lebih ringan, Iker Lecuona bahkan sempat menyamakan sensasi memimpin balapan di awal lap dengan sesi latihan bebas karena situasi yang terasa tidak biasa baginya sebagai pendatang baru di tim pabrikan tersebut. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi pelajaran penting dalam adaptasi di level tertinggi WSBK.
Menutup komentarnya, ia tidak menutup kemungkinan terkait masa depan Bulega di dunia balap yang lebih tinggi, termasuk peluang menuju MotoGP, namun menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya berada di tangan pembalap Italia itu sendiri. Bagi Lecuona, fokus utama saat ini adalah terus berkembang dan memaksimalkan peluang bersama Ducati di kejuaraan musim ini.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook







