GPNesia.com – Pembalap Malaysia Hakim Danish menegaskan bahwa pengaturan motor akan menjadi faktor penentu penting dalam balapan Moto3 Catalunya 2026 yang akan digelar akhir pekan ini.
Situasi ini membuat fokus teknis tim diperkirakan memainkan peran besar dalam menentukan hasil akhir lomba, terutama di tengah persaingan ketat kelas Moto3.
Menjelang seri tersebut, Hakim Danish datang dengan catatan yang tidak sepenuhnya mulus setelah tampil di Moto3 Prancis 2026.
Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Le Mans itu, ia tidak mampu mengoptimalkan setelan motor secara maksimal, terutama saat kondisi lintasan berubah menjadi basah.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada performanya di lintasan.
Meski sempat menunjukkan potensi kuat pada sesi latihan bebas, hasil akhir di Prancis tidak sesuai harapan. Ia hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-10.
Hasil tersebut menjadi evaluasi penting bagi pembalap berusia 18 tahun itu sebelum melanjutkan kompetisi ke seri berikutnya di Catalunya.
Dalam keterangannya kepada RTM, Hakim menekankan bahwa pendekatan pada akhir pekan balapan di Barcelona akan difokuskan sejak awal sesi.
Ia menilai pemahaman terhadap keseimbangan motor di sesi latihan bebas pertama (FP1) akan sangat menentukan arah performanya sepanjang akhir pekan.
“Prioritas saya di Barcelona adalah mendapatkan setelan paling seimbang sejak FP1,” ungkap Hakim Danish dalam pernyataannya yang dikutip dari RTM.
Ia juga menambahkan bahwa selisih waktu di kelas Moto3 sangat tipis, sehingga kesalahan kecil dalam pemilihan setup dapat berdampak besar terhadap hasil akhir.
Menurutnya, perbedaan antara posisi podium dan grup tengah sering kali hanya ditentukan oleh detail teknis yang sangat kecil.
Pengalaman tampil di Sirkuit Catalunya sebenarnya menjadi modal tambahan bagi Hakim Danish. Ia pernah turun di lintasan tersebut saat berkompetisi di European Talent Cup serta FIM JuniorGP World Championship.
Meski demikian, ia menyadari bahwa level persaingan di Moto3 jauh lebih tinggi dan menuntut adaptasi yang lebih cepat.
“Sirkuit Catalunya sangat menuntut secara fisik dan juga dari sisi mekanis motor. Pengalaman sebelumnya membantu memahami karakter lintasan, tetapi saat ini fokus saya adalah memastikan motor KTM bisa kompetitif melawan grup depan yang sangat agresif,” jelasnya.
Dengan pengalaman sebelumnya serta evaluasi dari seri Prancis, Hakim Danish berharap dapat tampil lebih konsisten di Moto3 Catalunya 2026.
Ia menyadari bahwa kunci utama bukan hanya pada kecepatan, tetapi juga pada ketepatan pengaturan motor sejak awal akhir pekan balapan.







