Hakim Danish mendapat sorotan sebagai pembalap muda yang dinilai memiliki potensi besar untuk melangkah lebih jauh dengan tampil di barisan depan pada musim debutnya di Moto3 2026.
Pembalap asal Malaysia itu menjadi salah satu talenta Asia Tenggara yang menjanjikan, selevel dengan Veda Ega Pratama dari Indonesia yang juga tengah berkiprah di kelas Moto3.
Danish telah membuktikan kapasitasnya dengan meraih gelar juara Asia Talent Cup serta finis tiga besar di Red Bull Rookies Cup.
Pembalap kelahiran Trengganu tersebut konsisten finis di zona poin dalam dua seri terakhir, masing-masing dengan posisi ke-10 di GP Brasil dan ke-13 di GP Amerika.
Pada seri Brasil, Danish sempat mencuri perhatian setelah berhasil mengamankan posisi ketiga saat kualifikasi, sehingga старт dari barisan terdepan.
Capaian itu menjadikannya rookie pertama musim ini yang mampu menembus barisan depan, meskipun ia belum mampu menjaga performa hingga bersaing memperebutkan podium.
Sementara itu, pada balapan Moto3 Amerika, Danish mengalami insiden saat sesi kualifikasi yang membuatnya harus memulai lomba dari posisi paling belakang.
Mantan pembalap MotoGP, Hafizh Syahrin, turut memberikan pandangannya terhadap performa pembalap muda tersebut.
“Saya tidak bisa banyak berkomentar karena dia baru menjalani beberapa seri,” ujar Syahrin.
“Namun, saya melihat perkembangan yang cukup baik dari dirinya.”
Ia juga menyoroti kemungkinan adanya kekeliruan strategi saat kualifikasi di GP Amerika, mengingat karakter sirkuit yang panjang dengan waktu putaran lebih dari dua menit.
Selain itu, Syahrin menekankan pentingnya sikap lebih agresif bagi Hakim Danish saat berlaga, tanpa perlu terlalu segan terhadap para pesaingnya.
Balapan Moto3 memang dikenal ketat, dengan persaingan dalam grup besar yang memungkinkan pembalap memanfaatkan slipstream untuk meningkatkan kecepatan.
Mental bertarung yang kuat menjadi kunci karena selisih waktu antar pembalap sangat tipis, bahkan dari posisi pertama hingga posisi ke-20.
Syahrin, yang pernah mencatatkan hasil 10 besar selama berkompetisi di MotoGP bersama Tech3, menegaskan pentingnya mentalitas tersebut.
“Ketika berada di lintasan, Anda harus punya mental kuat dan tidak terlalu menghormati lawan. Tunjukkan kemampuan Anda,” katanya.
Di sisi lain, Hakim Danish mengakui bahwa persaingan di Moto3 sangat berat karena hampir semua pembalap memiliki kecepatan yang merata.
“Balapan ini sangat menuntut,” ujar Danish usai GP Amerika.
“Saya tidak menyerah karena harus menyalip banyak pembalap, terutama pada tiga lap awal.”
Ia juga mengungkapkan adanya kendala dalam mengelola ban akibat panjang lintasan serta banyaknya zona pengereman dan akselerasi.
“Hal itu membuat saya harus ekstra hati-hati sepanjang balapan.”
“Secara keseluruhan, saya mendapatkan banyak pelajaran dari GP Amerika dan akan terus bekerja keras untuk menghadapi seri berikutnya.”
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook





