GPNesia.com – Kabar mengenai perubahan besar di tubuh Red Bull Racing kembali menggemparkan dunia Formula 1 setelah muncul laporan bahwa Gianpiero Lambiase akan meninggalkan tim yang telah lama ia bela.
Ayah Max Verstappen, Jos Verstappen, menjadi salah satu sosok yang pertama kali memberikan respons atas berita tersebut.
Ia menyebut bahwa informasi mengenai langkah karier insinyur andalan itu sebenarnya sudah diketahui lebih awal oleh pihak terdekat, sehingga tidak sepenuhnya mengejutkan bagi mereka yang berada di lingkaran dalam tim.
Sejak bergabung dengan Red Bull pada era transisi Verstappen dari Toro Rosso pada 2016, Gianpiero Lambiase dikenal sebagai race engineer yang membangun hubungan kerja sangat kuat dengan sang juara dunia.
Keduanya menjadi salah satu pasangan pembalap-insinyur paling sukses di grid modern Formula 1.
Dalam hampir satu dekade kerja sama, mereka telah melewati berbagai momen penting, termasuk dominasi kejuaraan dunia yang diraih Verstappen dalam beberapa musim terakhir. Kedekatan profesional ini membuat kabar perpisahan mereka menjadi bahan diskusi besar di paddock.
Red Bull dan McLaren kemudian mengonfirmasi bahwa perubahan besar ini akan terjadi secara bertahap. Lambiase dipastikan akan bergabung dengan McLaren pada tahun 2028 setelah kontraknya bersama Red Bull berakhir pada penghujung 2027.
Keputusan Gianpiero Lambiase tersebut sekaligus menandai babak baru dalam kariernya, di mana ia akan mengisi posisi strategis sebagai Chief Racing Officer di tim berbasis Woking tersebut.
Jabatan ini menunjukkan peningkatan tanggung jawab signifikan, termasuk keterlibatan lebih luas dalam arah teknis dan performa tim secara keseluruhan.
Pihak Red Bull menyebut bahwa proses kepergian ini sudah direncanakan sejak lama dan berlangsung secara profesional.
Menurut berbagai laporan, Max Verstappen sendiri telah mengetahui rencana tersebut dan memberikan restu kepada sosok yang selama ini menjadi salah satu sekutu terdekatnya di lintasan.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa transisi tidak terjadi secara mendadak, melainkan melalui diskusi panjang di balik layar.
Jos Verstappen menegaskan bahwa keluarganya sudah memahami situasi tersebut sejak cukup lama. Ia menyebut bahwa mereka bahkan telah mengetahui rentang waktu perpindahan itu akan terjadi.
Dalam pandangannya, kesempatan yang diterima oleh Gianpiero Lambiase merupakan peluang besar dalam karier profesionalnya, sehingga wajar jika sang insinyur memilih mengambil langkah tersebut.
Jos juga menambahkan bahwa keputusan itu sepenuhnya dapat dimengerti dan justru didukung sebagai bentuk perkembangan karier yang positif.
“Ini adalah peluang besar baginya, dan kami memahami itu. Kami sudah lama mengetahui situasinya dan kapan hal ini akan terjadi,” demikian inti pandangan Jos yang menggambarkan sikap realistis keluarga Verstappen terhadap perubahan tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa masih ada waktu cukup panjang bagi Lambiase dan Verstappen untuk bekerja sama sebelum perpisahan benar-benar terjadi di akhir kontrak.
Perhatian publik kini tidak hanya tertuju pada perpindahan tersebut, tetapi juga pada dampaknya terhadap masa depan Max Verstappen di Formula 1.
Sang pembalap dikabarkan kurang puas dengan arah regulasi baru yang akan datang, dan beberapa kali memberikan sinyal bahwa ia bisa saja mempertimbangkan langkah keluar dari kejuaraan setelah musim tertentu berakhir.
Situasi ini menambah spekulasi bahwa perubahan di dalam tim dapat memengaruhi keputusan jangka panjangnya.
Dalam konteks yang lebih luas, kepergian sosok-sosok penting dari lingkungan Red Bull juga menjadi sorotan.
Selain Gianpiero Lambiase, beberapa nama besar lain seperti Helmut Marko, kepala mekanik Matt Caller, hingga mekanik lama Ole Schack, juga disebut telah meninggalkan atau mengubah peran mereka dalam struktur tim.
Perubahan beruntun ini memunculkan pertanyaan mengenai stabilitas internal tim yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama mereka di era dominasi.
Di sisi lain, McLaren dipandang sebagai pihak yang paling diuntungkan dari transfer ini. Dengan merekrut figur teknis berpengalaman, mereka berupaya memperkuat struktur organisasi untuk bersaing lebih konsisten di papan atas.
Penambahan posisi Chief Racing Officer menunjukkan ambisi besar McLaren untuk membangun fondasi teknis jangka panjang.
Menjelang akhir kontrak pada 2027, perhatian dunia balap akan terus tertuju pada dinamika antara Verstappen dan timnya. Walaupun masih ada waktu beberapa musim untuk bekerja sama, bayangan perpisahan sudah mulai terasa.
Apakah kepergian Gianpiero Lambiase akan menjadi awal dari perubahan lebih besar di Red Bull dan masa depan Verstappen masih menjadi tanda tanya besar yang akan terus berkembang di paddock Formula 1.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook







