GPNesia.com – Dunia Formula 1 kembali menyoroti sosok muda berbakat asal Brasil, Gabriel Bortoleto, yang kini menghadapi tantangan unik dalam perjalanan kariernya.
Di tengah kiprahnya di ajang balap paling bergengsi tersebut, ia terus dibandingkan dengan legenda besar Brasil sekaligus ikon Formula 1, Ayrton Senna.
Namun alih-alih merasa terbebani, pembalap muda itu memilih menjadikan perbandingan tersebut sebagai sumber motivasi untuk berkembang.
Memasuki musim keduanya di Formula 1, Bortoleto memegang peranan penting dalam proyek ambisius Audi yang berupaya bertransformasi dari tim papan tengah menjadi penantang gelar juara dunia.
Pembalap yang meraih gelar juara FIA Formula 2 musim 2024 itu juga mencatatkan sejarah sebagai pembalap Brasil penuh waktu pertama yang kembali menghuni grid F1 sejak Felipe Massa meninggalkan kejuaraan pada 2017.
Kondisi tersebut membuat namanya hampir selalu dikaitkan dengan Ayrton Senna. Perbandingan itu menjadi sesuatu yang sulit dihindari mengingat Senna merupakan figur terbesar dalam sejarah balap Brasil.
Menariknya, legenda tiga kali juara dunia tersebut wafat satu dekade sebelum Bortoleto lahir pada tahun 2004.
Dalam wawancara eksklusif bersama RacingNews365, Gabriel Bortoleto yang berasal dari Sao Paulo mengakui bahwa tumbuh besar sebagai penggemar Formula 1 di Brasil membuat perbandingan dengan Senna menjadi sesuatu yang wajar.
Meski merasa terhormat, ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membangun identitas dan warisan sendiri di dunia balap Grand Prix.
“Senna adalah yang terbaik sepanjang masa, jadi memiliki nama saya disebutkan dalam kalimat yang sama dengannya sudah merupakan hal besar,” kata Bortoleto.
Ia menambahkan bahwa sebagai warga Brasil, Senna merupakan sosok panutan yang sangat dikaguminya.
Sejak kecil ia banyak membaca kisah tentang sang legenda dan menyaksikan berbagai rekaman video yang menampilkan aksi-aksi bersejarahnya di lintasan.
Meski demikian, Bortoleto juga mengakui bahwa tidak mudah dibandingkan dengan seseorang yang telah mencapai begitu banyak prestasi ketika dirinya baru memulai perjalanan di level tertinggi motorsport.
Menurutnya, perbandingan dengan tokoh sebesar Senna memiliki dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, hal itu menjadi bentuk pengakuan dan kebanggaan.
Namun di sisi lain, ekspektasi publik yang tinggi dapat memunculkan kritik ketika hasil yang diraih belum sesuai harapan.
“Ketika Anda tidak menang, orang bisa sangat kritis, tetapi banyak orang di Brasil yang mendukung, kami memiliki pendukung yang paling setia,” ungkapnya.
Pembalap muda tersebut berharap dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun mendatang, dirinya dapat melihat kembali perjalanan kariernya dan menilai apakah perbandingan yang selama ini muncul memang pantas diberikan.
Gabriel Bortoleto menegaskan bahwa tujuan terbesarnya bukan sekadar mengikuti jejak orang lain, melainkan menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Ia berkomitmen untuk bekerja keras setiap hari demi mencapai potensi maksimal sebagai pembalap profesional.
“Apa yang bisa saya katakan adalah saya akan bekerja setiap hari untuk menjadi pembalap terbaik yang saya bisa dan menciptakan sejarah saya sendiri, serta membuat negara saya bangga, karena itulah yang penting,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mengaku ingin menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat Brasil melalui prestasi di lintasan balap.
Ia berharap dapat menciptakan momen-momen yang membuat keluarga di negaranya berkumpul setiap hari Minggu untuk menyaksikan balapan, sebagaimana kenangan yang pernah ia rasakan saat menonton Formula 1 bersama ayahnya ketika masih kecil.
Walaupun tidak pernah menyaksikan langsung Ayrton Senna berlaga karena lahir setelah era sang legenda berakhir, Bortoleto tetap memiliki banyak kenangan indah saat menonton pembalap-pembalap lain meraih kemenangan.
Kini, ia berharap suatu saat dapat memberikan inspirasi dan kenangan serupa bagi generasi muda Brasil yang mengikuti perjalanan kariernya di Formula 1.


