GPNesia.com – Sirkuit Jerez kembali menjadi panggung drama pada MotoGP Spanyol 2026 ketika pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, harus lebih dulu kembali ke paddock sebelum balapan utama berakhir pada Minggu (26/4).
Keputusan tersebut menandai akhir yang mengecewakan bagi sang juara dunia, yang akhirnya mengungkap sumber permasalahan yang ia alami sepanjang balapan.
Dalam Grand Prix yang berlangsung selama 25 lap itu, Francesco Bagnaia sempat berada di posisi kesembilan sebelum akhirnya memilih mundur dari lomba yang dimenangkan oleh sesama pembalap Ducati, Alex Marquez.
Keputusan tersebut diambil setelah ia merasakan ketidaknyamanan sejak awal balapan, yang kemudian semakin memburuk seiring berjalannya waktu.
Menurut penuturannya kepada TNT Sports usai balapan, kondisi motor yang ia kendarai tidak memberikan rasa percaya diri yang stabil, terutama dalam aspek pengereman yang menjadi titik krusial di lintasan Jerez.
Ia menyebut bahwa situasi tersebut tidak langsung mengganggu di awal, namun secara bertahap membuat performanya menurun drastis hingga ia tidak lagi mampu melanjutkan balapan.
“Saya memulai dengan kondisi yang kurang ideal, tapi masih bisa bersaing di level yang cukup baik. Namun semakin lama, saya merasakan penurunan performa yang signifikan sampai akhirnya saya harus berhenti,” ungkap Francesco Bagnaia.
Ia juga menambahkan bahwa mengendalikan kecepatan dalam kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang tidak bisa lagi diatasi di tengah balapan.
Menurutnya, masalah pada sistem pengereman membuat motor sulit dikendalikan secara optimal di beberapa titik krusial lintasan.
“Sulit sekali untuk menurunkan kecepatan dengan kondisi seperti itu,” ujarnya menegaskan.
Di sisi lain, Francesco Bagnaia menilai bahwa Ducati dan tim teknisnya masih berada dalam proses memahami sumber permasalahan yang terjadi.
Ia tidak memberikan detail teknis secara mendalam, namun mengakui bahwa kondisi seperti itu bisa saja terjadi dalam pengembangan motor yang sangat kompleks.
Situasi ini juga terjadi di tengah persaingan internal dan eksternal Ducati yang semakin ketat. Alex Marquez, yang tampil sebagai pemenang di Jerez, justru menunjukkan performa kuat sepanjang akhir pekan setelah sebelumnya belum mencatatkan podium di tiga seri awal musim.
Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan kebangkitan Gresini Ducati yang tampil sangat kompetitif.
Francesco Bagnaia sendiri menilai bahwa tim Gresini dan Alex Marquez telah melakukan pekerjaan yang lebih efektif dalam memahami karakter motor mereka di akhir pekan balapan kali ini.
Ia mengakui adanya perbedaan perkembangan yang cukup signifikan antara kedua kubu Ducati tersebut.
“Saya rasa kami sedikit lebih baik dalam beberapa aspek hari ini, terutama dari sisi feeling terhadap motor. Tapi Alex dan tim Gresini benar-benar bekerja sangat baik, mereka berkembang jauh lebih cepat dan konsisten,” ujar Francesco Bagnaia dalam evaluasinya.
Ia bahkan secara terbuka menyebut bahwa pendekatan teknis Gresini bisa menjadi referensi bagi tim pabrikan Ducati Lenovo ke depan.
Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dipelajari dan mungkin diterapkan untuk meningkatkan performa di seri-seri berikutnya.
Lebih lanjut, ia juga mengonfirmasi rencana untuk melakukan pendekatan berbeda dalam sesi tes setelah balapan, termasuk mencoba meniru beberapa setelan yang digunakan Alex Marquez.
“Kami akan mencoba memahami beberapa solusi baru dari Ducati dan melihat apa yang digunakan Alex untuk meningkatkan performa,” kata Francesco Bagnaia terkait agenda pengujian hari Senin.
Balapan di Jerez sendiri berlangsung sulit bagi kubu Ducati pabrikan. Selain mundurnya Bagnaia, insiden juga menimpa Marc Marquez yang terjatuh dari posisi kedua pada lap awal.
Kombinasi dua kejadian tersebut membuat Ducati mencatatkan periode tanpa podium dari motor pabrikan selama sembilan balapan beruntun, sebuah catatan yang menjadi sorotan dalam awal musim ini.







