GPNesia.com – Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia menyatakan keinginannya untuk meniru cara berkendara Alex Marquez dalam mengendalikan Desmosedici GP26, setelah melihat performa impresif sang rival di Grand Prix Spanyol akhir pekan lalu.
Bagnaia menilai Alex telah menunjukkan perkembangan luar biasa yang berujung pada kemenangan dominan di balapan utama, sekaligus mematahkan dominasi Aprilia.
Dalam situasi yang tidak mudah bagi dirinya musim ini, Francesco Bagnaia masih mengalami kesulitan beradaptasi dengan motor Desmosedici GP26 milik Ducati.
Pada seri GP Spanyol, ia bahkan harus mengakhiri balapan lebih cepat akibat masalah teknis yang membuatnya tidak bisa melanjutkan lomba. Kondisi tersebut menambah daftar tantangan yang dihadapi juara dunia MotoGP itu sepanjang musim berjalan.
Meski demikian, Bagnaia menegaskan dirinya tidak menyerah. Ia justru menjadikan performa Alex Marquez sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan performanya di lintasan.
“Saya pikir kami sedikit lebih maju hari ini, perasaan saya di atas motor sedikit lebih baik. Tetapi Alex [Marquez] dan tim Gresini melakukan pekerjaan yang luar biasa, mereka bekerja jauh lebih baik dan mereka banyak berkembang. Dia sangat kesulitan dengan GP26 dan akhir pekan ini dia banyak berkembang, jadi kita hanya perlu mempelajari mereka dan mungkin meniru mereka,” ujar Francesco Bagnaia dalam wawancara dengan media setempat.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Bagnaia mulai membuka diri terhadap pendekatan lain dalam memahami karakter motor Ducati musim ini.
Ia mengakui bahwa perkembangan yang ditunjukkan Alex Marquez bersama tim Gresini menjadi contoh nyata bagaimana adaptasi dan kerja keras dapat membuahkan hasil maksimal di lintasan.
Di sisi lain, hasil buruk Ducati di GP Spanyol juga menjadi sorotan besar. Tersingkirnya Bagnaia akibat kendala teknis, ditambah kecelakaan Marc Marquez yang terjadi pada lap kedua saat ia sedang berada di posisi kedua, membuat tim pabrikan Ducati kembali gagal mengamankan podium.
Kondisi tersebut memperpanjang catatan kurang ideal bagi pabrikan asal Italia itu. Tercatat, Ducati kini telah menjalani sembilan balapan berturut-turut tanpa satu pun motor pabrikannya berhasil finis di posisi podium. Situasi ini jelas menjadi tekanan tersendiri bagi tim yang selama ini dikenal dominan di ajang MotoGP.
Pihak Ducati sendiri berharap kondisi tersebut segera berubah. Sebagai tim pabrikan utama, mereka menargetkan kembalinya performa kompetitif dari para pembalapnya, termasuk Francesco Bagnaia, agar mampu bersaing di barisan depan pada seri-seri berikutnya.
Evaluasi menyeluruh terhadap motor Ducati Desmosedici GP26 diperkirakan akan menjadi fokus utama tim. Ducati ingin memastikan bahwa para pembalapnya mendapatkan paket motor yang lebih stabil dan sesuai dengan gaya balap masing-masing, terutama setelah hasil yang kurang memuaskan di beberapa seri terakhir.
Sementara itu, keberhasilan Alex Marquez di GP Spanyol bersama Gresini Racing memberikan gambaran bahwa pengembangan motor dan adaptasi pembalap menjadi faktor penting dalam meraih kemenangan.
Hal ini pula yang kini coba dipelajari oleh Francesco Bagnaia, yang berharap bisa segera kembali ke performa terbaiknya dan bersaing untuk kemenangan di balapan berikutnya.
