Francesco Bagnaia Akui Balapan MotoGP Catalunya 2026 Sangat Berat

Francesco Bagnaia Akui Balapan MotoGP Catalunya 2026 Sangat Berat
FOTO: MOTOGP.COM

GP Nesia – Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia mengungkapkan bahwa dirinya harus berjuang ekstra keras saat menjalani balapan MotoGP Catalunya 2026.

Dalam balapan yang berlangsung penuh insiden tersebut, Francesco Bagnaia mengaku tidak berada dalam kondisi terbaik, tetapi tetap mampu mengamankan podium ketiga setelah melalui situasi sulit sepanjang perlombaan.

Balapan MotoGP Catalunya 2026 memang berlangsung kacau akibat banyaknya kecelakaan yang terjadi di lintasan.

Francesco Bagnaia menjadi salah satu pembalap yang turut mengalami insiden dan harus kehilangan momentum penting dalam perlombaan tersebut.

Meski demikian, rider Ducati Lenovo itu masih beruntung karena dapat melanjutkan balapan melalui restart menggunakan motor cadangan.

Keputusan untuk tetap melanjutkan lomba menjadi tantangan besar bagi Francesco Bagnaia. Pasalnya, ia harus memakai motor yang tidak digunakan sepanjang akhir pekan balapan.

Selain itu, kondisi ban yang tersedia juga tidak ideal untuk tampil kompetitif di lintasan Catalunya.

Pada awalnya, Bagnaia hanya mampu mengakhiri balapan di posisi keempat. Catatan kecepatannya pun dinilai tidak terlalu kompetitif dibanding para rival di barisan depan.

Namun situasi berubah setelah Joan Mir dijatuhi hukuman penalti akibat tekanan ban yang dianggap tidak sesuai regulasi. Kondisi tersebut membuat Bagnaia naik satu tingkat dan resmi menempati posisi ketiga.

Usai balapan, Francesco Bagnaia mengakui dirinya mengalami rasa sakit serta kondisi tubuh yang kurang nyaman ketika kembali turun ke lintasan.

Ia bahkan mengaku sempat merasa mual saat harus memacu motor cadangan dengan kondisi ban yang tidak maksimal.

“Saya merasa sakit dan sedikit mual. Ketika Anda memulai balapan dengan motor lain, yang tidak saya gunakan sepanjang akhir pekan, dengan ban depan bekas dari kualifikasi dan ban belakang medium yang sudah dipanaskan sebelumnya,” ujar Bagnaia.

Meski menghadapi banyak kendala, pembalap asal Italia tersebut tetap berusaha memberikan kemampuan terbaiknya hingga garis akhir.

Francesco Bagnaia mengatakan awalnya ia tidak berharap banyak karena situasi yang dihadapinya sangat sulit.

“Sejujurnya, saya tidak mengharapkan banyak hal! Awalnya saya baik-baik saja dan, dengan kondisi fisik saya, saya berkata, oke, saya akan mengerahkan seluruh kemampuan saya.”

Namun setelah beberapa lap berjalan, kondisi fisiknya mulai menurun. Ia mengaku mulai merasakan sakit dan pusing terutama ketika memasuki area pengereman. Situasi itu membuatnya hanya fokus untuk bertahan hingga balapan selesai.

“Namun setelah tiga lap, saya mulai merasakan sakit dan pusing saat mulai mengerem. Jadi agak aneh, perasaan saya di atas motor, saya hanya berusaha bertahan hingga lap terakhir,” lanjutnya.

Walau berhasil meraih podium, Francesco Bagnaia tetap merasa hasil tersebut belum sesuai harapan.

Menurutnya, podium memang penting untuk persaingan klasemen kejuaraan, tetapi performanya dalam balapan kali ini belum mencerminkan kemampuan terbaik yang dimiliki tim Ducati Lenovo.

“Tentu saja, dalam hal kejuaraan, finis di podium itu bagus, tetapi bukan seperti yang saya inginkan dan bukan seperti yang pantas saya dapatkan. Tentu saja, jika ada yang pantas mendapatkannya, itu adalah tim yang telah bekerja keras.”

Bagnaia juga memberikan apresiasi besar kepada seluruh kru Ducati Lenovo yang terus bekerja keras demi menjaga konsistensi hasil sepanjang musim. Ia optimistis timnya akan kembali tampil lebih kuat pada seri-seri berikutnya.

“Mereka memberi yang terbaik untuk mencapai hasil seperti ini secara konsisten dan saya tahu bahwa kami akan berhasil,” tandasnya.

Exit mobile version