GPNesia.com – Performa pembalap Tech3 KTM, Enea Bastianini, pada Grand Prix Prancis di Sirkuit Le Mans menjadi bahan evaluasi penting bagi tim setelah ia mengakhiri balapan di posisi ketujuh.
Hasil tersebut sekaligus membuka sejumlah catatan terkait keterbatasan paket motor RC16 yang ia gunakan sepanjang akhir pekan balapan.
Akhir pekan Enea Bastianini tidak berjalan mulus sejak awal. Pada sesi kualifikasi Sabtu pagi, ia gagal menembus Q2 setelah mengalami kecelakaan di tahap pertama.
Insiden itu membuatnya harus memulai balapan dari posisi ke-14 di grid start, yang jelas menambah tingkat kesulitan dalam upaya mengejar hasil maksimal.
Situasi belum membaik pada sesi Sprint, di mana ia kembali terjatuh. Namun, pembalap asal Italia tersebut mampu bangkit dan menunjukkan daya juang tinggi pada balapan utama hari Minggu.
Menurut laporan Crash.net, Bastianini berhasil menyelesaikan lomba di posisi ketujuh, dengan selisih sekitar lima detik dari pembalap KTM tercepat di posisi kelima, Pedro Acosta.
Usai balapan, Enea Bastianini mengungkapkan bahwa hasil di Le Mans memperlihatkan beberapa keterbatasan yang masih dimiliki RC16, terutama ketika menggunakan ban belakang tipe Soft.
Menurutnya, karakter motor menjadi lebih sulit dikendalikan dalam kondisi tersebut karena munculnya pergerakan berlebih yang mengganggu stabilitas saat akselerasi.
Ia menjelaskan bahwa meskipun berhasil mencapai garis finis, ekspektasinya sebenarnya lebih tinggi dibanding hasil yang diraih.
Namun kondisi teknis dan dinamika motor membuatnya harus beradaptasi sepanjang balapan. Pada fase akhir lomba, ia juga merasakan penurunan kecepatan yang cukup signifikan dibandingkan performa biasanya.
Dalam evaluasinya, Enea Bastianini menegaskan bahwa tim perlu memahami lebih dalam batasan teknis yang saat ini ada pada paket RC16 agar dapat melakukan perbaikan ke depannya.
Meski demikian, ia tetap menilai posisi ketujuh sebagai hasil yang cukup positif, terlebih karena balapan tersebut merupakan Grand Prix kandang bagi tim Tech3.
Sementara itu, rekan setim pengganti Maverick Vinales yang cedera, Jonas Folger, menjalani balapan pertamanya setelah tiga tahun absen dari kompetisi.
Ia berhasil menyelesaikan lomba meski tertinggal cukup jauh, yakni 73,229 detik dari pemenang balapan.
Folger menyebut balapan tersebut sebagai tantangan besar, namun menegaskan bahwa target utamanya adalah menyelesaikan race dan terus belajar.
Ia mengaku ada perkembangan positif hingga sesi kualifikasi, tetapi dalam balapan dirinya kesulitan menyamai kecepatan karena faktor kenyamanan serta kelelahan fisik, terutama pada bagian bahu kiri.
Menurutnya, akhir pekan di Le Mans masih bisa dianggap lebih baik dari ekspektasi awal.
Ia juga mengungkapkan bahwa setelah insiden kecelakaan sebelumnya, kepercayaan dirinya sempat menurun, sehingga fokus utamanya di balapan adalah menyelesaikan setiap putaran hingga garis finis.
Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi kepada tim Tech3 atas kesabaran dan dukungan dalam proses adaptasinya di level kompetisi tertinggi.
Secara keseluruhan, hasil di Le Mans memberikan gambaran campuran bagi Tech3 KTM. Di satu sisi, Enea Bastianini mampu mengamankan posisi sepuluh besar meski menghadapi berbagai kendala.
Namun di sisi lain, performa tersebut juga mempertegas bahwa masih terdapat pekerjaan besar yang harus dilakukan untuk meningkatkan konsistensi dan daya saing RC16 di lintasan MotoGP.







