Davide Brivio Siap Pimpin Revolusi Balap Honda

Davide Brivio Tinggalkan Trackhouse pada Akhir MotoGP 2026
FOTO: MOTOGP.COM

POIN PENTING

  • Davide Brivio bergabung dengan Honda Racing Corporation untuk memimpin seluruh proyek balap HRC, termasuk MotoGP dan SBK.
  • Honda mulai melakukan perubahan besar demi kembali kompetitif dengan menunjuk Davide Brivio dan Romano Albesiano sebagai bagian proyek baru.
  • Berpengalaman di Yamaha, Suzuki, dan Trackhouse, Davide Brivio dipercaya mampu membawa Honda kembali berjaya di dunia balap motor.

GP Nesia – Honda akhirnya mengambil langkah besar untuk mengubah arah masa depan mereka di dunia balap motor.

Pabrikan asal Jepang tersebut kini mulai menyusun fondasi baru demi mengembalikan kejayaan yang dalam beberapa tahun terakhir terus meredup, baik di MotoGP maupun World Superbike (SBK).

Salah satu keputusan terpenting yang kini menjadi perhatian paddock adalah bergabungnya Davide Brivio ke dalam struktur Honda Racing Corporation (HRC).

Nama Davide Brivio bukanlah sosok asing di dunia motorsport. Manajer berkebangsaan Italia itu dikenal memiliki pengalaman panjang dalam membangun proyek balap hingga mencapai level juara dunia.

Kini, ia diproyeksikan menjadi figur sentral dalam perubahan besar yang sedang disiapkan Honda untuk seluruh program balap mereka.

Sudah cukup lama Honda dinilai kehilangan arah di kompetisi roda dua. Pabrikan yang selama bertahun-tahun mendominasi MotoGP itu gagal mempertahankan konsistensi setelah era kejayaan Marc Marquez mulai berakhir.

Gelar juara dunia terakhir yang diraih Honda terjadi pada musim 2019, yang juga menjadi titel terakhir Marquez bersama tim asal Tokyo tersebut. Setelah periode itu, Honda justru lebih sering berada dalam tekanan dan kesulitan bersaing di papan atas.

Situasi di ajang Superbike bahkan dinilai lebih memprihatinkan. Honda terakhir kali merasakan gelar juara dunia SBK pada tahun 2007 melalui James Toseland. Sejak saat itu, mereka belum mampu kembali menjadi kekuatan utama di kejuaraan tersebut.

Melihat kondisi tersebut, Honda mulai melakukan berbagai pembenahan penting. Langkah pertama dilakukan dengan menunjuk Romano Albesiano sebagai direktur teknik untuk memperkuat pengembangan motor.

Selain itu, Honda juga mulai bergerak agresif di bursa pembalap dengan mengincar nama-nama besar untuk masa depan proyek MotoGP mereka.

Langkah terbaru sekaligus paling menyita perhatian adalah keputusan mendatangkan Davide Brivio.

Meski belum diumumkan secara resmi oleh Honda, kabar mengenai bergabungnya pria Italia itu semakin kuat setelah Trackhouse mengonfirmasi perpisahan mereka dengan Brivio pada akhir musim nanti.

Di saat bersamaan, Honda juga menyiapkan perubahan struktur internal lain dengan menggeser Alberto Puig dari posisi manajer tim menjadi konsultan.

Pergantian tersebut memperlihatkan bahwa HRC sedang membangun sistem baru dengan pendekatan berbeda dibanding sebelumnya.

Menariknya, peran yang akan dijalani Brivio tidak terbatas hanya di garasi MotoGP. HRC disebut telah menyiapkan tanggung jawab yang jauh lebih luas untuknya.

Ia akan mengawasi seluruh aktivitas motorsport Honda, mulai dari MotoGP, SBK, Reli Dakar hingga motocross.

Dengan kata lain, Davide Brivio akan menjadi sosok yang mengendalikan arah strategis seluruh proyek balap Honda secara global.

Keputusan itu menunjukkan besarnya kepercayaan Honda terhadap kemampuan pria asal Italia tersebut. Pengalaman panjang Brivio dianggap menjadi modal utama untuk membantu HRC keluar dari masa sulit.

Karier Brivio sendiri dimulai dari dunia SBK bersama Yamaha sebelum akhirnya berkiprah di MotoGP.

Namanya semakin dikenal ketika menjadi bagian penting dalam era emas Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo bersama Yamaha.

Setelah itu, ia sempat terlibat sebagai konsultan untuk VR46 sebelum mencatat pencapaian besar bersama Suzuki.

Salah satu keberhasilan terbesar dalam kariernya terjadi ketika ia berhasil membawa Suzuki kembali kompetitif di MotoGP hingga meraih gelar juara dunia.

Kesuksesan tersebut membuat reputasi Davide Brivio semakin diperhitungkan sebagai sosok yang mampu membangun proyek balap dari nol hingga menjadi juara.

Ia juga sempat mencoba tantangan baru di Formula 1 bersama Alpine sebelum kembali ke dunia balap motor pada tahun 2024.

Bersama Trackhouse, Brivio membantu membangun fondasi tim dan membawa proyek tersebut berkembang dalam waktu relatif singkat.

Kini, tantangan baru sudah menunggu di Honda. Tugas yang diemban tentu tidak ringan karena ia harus membantu mengangkat performa Honda di berbagai ajang sekaligus.

Namun, pengalaman panjangnya menghadapi berbagai kultur kerja diyakini menjadi keuntungan besar.

Salah satu nilai lebih yang dimiliki Brivio adalah kemampuannya memahami dan menyatukan pola pikir Jepang dengan pendekatan kerja khas Italia.

Hal tersebut pernah ia tunjukkan dalam berbagai proyek sebelumnya dan kini menjadi alasan utama Honda mempercayakan peran besar kepadanya.

Honda sadar bahwa perubahan tidak bisa terjadi secara instan. Karena itu, mereka mulai membangun era baru dengan menyusun fondasi berbeda, baik dari sisi teknis maupun manajemen.

Romano Albesiano menjadi bagian awal dari proyek tersebut, sementara kehadiran Davide Brivio diyakini dapat menjadi elemen penting yang menentukan arah kebangkitan HRC di masa depan.

Dengan sumber daya besar yang dimiliki Honda, proyek ini dipandang memiliki peluang untuk membawa mereka kembali bersaing di level tertinggi. Tidak hanya di MotoGP, tetapi juga di SBK, Reli Dakar, dan motocross.

Exit mobile version