GPNesia.com – Mantan pembalap Formula 1, David Coulthard, memberikan pembelaan terhadap Kim Kardashian setelah bintang reality show asal Amerika Serikat itu menjadi sasaran kritik publik selama gelaran Monaco Grand Prix.
Menurut Coulthard, reaksi negatif yang muncul di media sosial terhadap Kardashian dinilai berlebihan dan tidak sepenuhnya berdasar.
Kim Kardashian menjadi salah satu sosok yang paling banyak diperbincangkan sepanjang akhir pekan balapan di Monaco.
Sorotan bermula ketika ia tidak memberikan wawancara kepada Martin Brundle saat sesi “grid walk” yang menjadi ciri khas siaran Sky Sports F1.
Setelah balapan berakhir, perhatian publik kembali tertuju kepadanya ketika ia terlihat mengambil handuk milik pemenang lomba, Kimi Antonelli.
Dua momen tersebut memicu beragam komentar di dunia maya. Namun, David Coulthard menilai kritik yang diarahkan kepada Kardashian tidak sepenuhnya adil.
Dalam penampilannya di podcast Up To Speed, peraih 13 kemenangan grand prix itu mengungkapkan pengalaman pribadinya saat bertemu Kardashian ketika menjalankan tugas sebagai penyiar di lintasan.
David Coulthard menjelaskan bahwa dirinya sempat berinteraksi langsung dengan Kardashian saat melakukan liputan untuk Viaplay, jaringan penyiaran yang banyak menjangkau negara-negara Eropa Utara.
Menurutnya, Kardashian bersikap ramah dan bersedia berbicara dengannya.
“Baiklah, saya akan mulai duluan sebagai orang yang paling sedikit mengikuti hal-hal sosial itu. Saya melakukan survei lokasi dengan Viaplay, yang saya kira mirip dengan Sky tetapi lebih banyak di negara-negara Eropa utara, dan dia berbicara kepada saya,” ujar Coulthard.
Ia juga menilai situasi yang melibatkan Martin Brundle memiliki sisi lain yang perlu dipahami. Menurutnya, kejadian ketika seseorang tidak berbicara dengan Brundle sering kali justru menjadi bagian dari daya tarik segmen tersebut.
“Jadi rasanya agak seperti sebuah jebakan karena Martin sama terkenalnya karena orang-orang tidak mau berbicara dengannya seperti halnya karena orang-orang mau berbicara dengannya. Jadi ini sebenarnya membantu melanggengkan hal itu. Mengambil handuk, mungkin itu agak tidak pantas, tetapi apakah dia benar-benar mengerti bahwa itu untuk pengemudi? Dia mungkin hanya mengira itu adalah fasilitas gratis di Monaco,” katanya.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai percakapannya dengan Kardashian, David Coulthard mengungkapkan bahwa interaksi mereka berlangsung singkat dan santai.
“Saya berkata, ‘Menikmati waktu di Monaco?’ Dan dia menjawab, ‘Ya.’ Saya tidak akan bertanya, ‘Siapa yang kamu dukung?’ karena itu akan sangat jelas. Akan lucu jika dia menjawab Kimi,” ujar Coulthard.
Lebih jauh, Coulthard menekankan bahwa ketertarikan Kardashian terhadap Formula 1 bisa jadi masih tergolong baru. Karena itu, menurutnya tidak tepat jika publik langsung berasumsi bahwa selebritas tersebut memahami seluruh tradisi maupun detail yang ada dalam olahraga balap tersebut.
Ia menambahkan bahwa kehadiran figur-figur terkenal dari Amerika Serikat ke dunia Formula 1 seharusnya disambut secara positif. Menempatkan mereka dalam situasi yang berpotensi mempermalukan atau menjebak justru dinilai sebagai pendekatan yang kurang tepat.
“Saya rasa, seperti yang kita lihat ketika ada selebriti besar Amerika yang masuk ke olahraga ini, hal terburuk yang bisa Anda lakukan adalah membuat mereka berada dalam posisi sulit,” lanjutnya.
Coulthard juga menyoroti anggapan umum yang sering muncul ketika tokoh terkenal hadir di lingkungan Formula 1. Menurutnya, tidak ada alasan untuk langsung menganggap seseorang telah memahami seluruh aspek olahraga tersebut hanya karena menghadiri sebuah balapan.
“Jelas, akan mudah baginya untuk mengatakan bahwa dia mendukung Lewis, tetapi mengapa kita harus berasumsi hanya karena kita terlibat dalam Formula 1 bahwa ini bukan sekadar minat baru?” tutupnya.
Pernyataan David Coulthard tersebut menjadi sudut pandang berbeda di tengah derasnya kritik terhadap Kim Kardashian.
Mantan pembalap asal Skotlandia itu menilai bahwa kesalahan persepsi dan minimnya pemahaman terhadap budaya Formula 1 bisa saja menjadi faktor di balik kontroversi yang terjadi selama Grand Prix Monaco 2026.






