Brian Uriarte Targetkan Hasil Maksimal di Moto3 Spanyol 2026 di Jerez

Brian Uriarte Targetkan Hasil Maksimal di Moto3 Spanyol 2026

GPNesia.com – Tekad untuk meraih hasil terbaik kembali ditegaskan oleh Brian Uriarte menjelang gelaran Moto3 Spanyol 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Pembalap muda yang membela Red Bull KTM Ajo tersebut menyampaikan ambisinya melalui unggahan media sosial, seiring dimulainya rangkaian balapan panjang di benua Eropa dalam kalender Moto3 musim ini.

Ajang Moto3 2026 sendiri akan berlanjut di Jerez sebagai seri pembuka tur Eropa, yang kerap menjadi titik penting dalam persaingan klasemen.

Banyak pembalap rookie maupun berpengalaman menyambut seri ini dengan antusias tinggi, mengingat karakter lintasan Jerez yang teknis dan menuntut konsistensi sejak awal balapan hingga garis finis.

Di tengah persiapan tersebut, Brian Uriarte yang merupakan juara Red Bull Rookies Cup 2025, masih terus mencari hasil podium pertamanya setelah melewati tiga seri awal musim ini.

Meski belum mampu menembus tiga besar, performa pembalap asal Spanyol itu dinilai cukup stabil dan menunjukkan perkembangan positif di setiap balapan yang dijalaninya.

Sebagai sesama rookie di kelas Moto3 2026, Uriarte juga kerap dibandingkan dengan pembalap muda lainnya seperti Veda Ega Pratama dari Indonesia.

Veda yang memperkuat Honda Team Asia justru sudah berhasil mengamankan satu podium setelah finis di posisi ketiga pada seri Brasil, menjadikannya salah satu rookie yang langsung mencuri perhatian di awal musim.

Namun, berbeda dengan capaian podium tersebut, Uriarte tetap menunjukkan konsistensi yang cukup baik. Ia selalu berhasil menyelesaikan setiap balapan dari tiga seri awal musim, sebuah aspek penting dalam proses adaptasi di kelas Grand Prix yang sangat kompetitif.

Pada seri pembuka di Thailand, ia mengamankan posisi ketujuh setelah menjalani balapan yang ketat di kelompok tengah.

Hasil tersebut sempat menjadi modal awal yang menjanjikan, meski pada seri berikutnya di Brasil, performanya sedikit menurun dengan finis di posisi ke-11.

Sementara itu, pada balapan terakhir di GP Amerika yang digelar di Circuit of The Americas (COTA), ia kembali menunjukkan peningkatan dengan finis di posisi ketujuh.

Dari balapan di COTA tersebut, Brian Uriarte mengaku mendapatkan banyak pelajaran penting yang bisa menjadi bekal untuk seri-seri berikutnya.

Ia menilai persaingan di lintasan membantu dirinya memahami karakter lawan dan meningkatkan strategi balap secara keseluruhan.

“Saya rasa kami mengelola balapan dengan baik, dan bertarung dengan begitu banyak pembalap lain memungkinkan saya untuk belajar banyak hal dari mereka semua,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman tersebut akan diterapkan pada putaran-putaran selanjutnya demi peningkatan performa.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kerja keras tim pada akhir pekan balapan di Amerika memberikan hasil yang cukup positif meski belum maksimal secara hasil akhir.

“Kami akan mencoba menerapkan semua itu di beberapa putaran berikutnya. Kerja keras akhir pekan ini sangat bagus, jadi saya meninggalkan Austin dengan perasaan yang sangat positif dari kunjungan pertama saya di sini,” ujarnya.

Menurutnya, ada peluang untuk mendapatkan satu posisi lebih baik di COTA, namun ia tetap menilai progres yang dicapai bersama tim sudah berada di jalur yang tepat.

“Kami bisa saja mendapatkan satu posisi lagi, tetapi saya senang dengan performa saya dan proses yang telah kami lalui bersama tim saya, yang sangat saya syukuri,” tambahnya.

Ia juga menegaskan rasa antusiasnya untuk kembali berlaga di Eropa.

Menjelang Moto3 Spanyol 2026, Brian Uriarte kembali menunjukkan fokus dan kesiapan penuh melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Ia menekankan bahwa proses dan kerja keras menjadi kunci utama untuk menghadapi seri penting di Jerez. “Semuanya tentang proses, bekerja keras untuk tampil di Sirkuit Jerez pekan depan,” tulisnya singkat.

Tekad kuat tersebut menjadi sorotan di tengah persaingan ketat para rookie musim ini, termasuk Veda Ega Pratama yang justru mengalami nasib kurang beruntung pada balapan terakhir di COTA.

Pembalap Indonesia itu gagal menyelesaikan lomba setelah terjatuh pada lap keempat, padahal sebelumnya memulai balapan dari posisi keempat usai menunjukkan peningkatan signifikan pada sesi kualifikasi.

Insiden tersebut menjadi kerugian besar bagi Veda, mengingat peluangnya untuk kembali mengamankan poin besar terbuka lebar sebelum kecelakaan terjadi.

Hal ini sekaligus memperlihatkan betapa ketat dan tidak terduganya persaingan di kelas Moto3, di mana setiap kesalahan kecil dapat berakibat fatal terhadap hasil akhir.

Sementara itu, rangkaian sesi Moto3 Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 26 April mendatang.

Seri ini diprediksi menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan musim, termasuk bagi para rookie yang tengah berusaha mengamankan posisi terbaik mereka di klasemen awal.

Dengan modal konsistensi dan evaluasi dari tiga seri sebelumnya, Brian Uriarte diharapkan mampu tampil lebih kompetitif dan bersaing di barisan depan.

Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook

Exit mobile version