GP Nesia – Pembalap muda Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, harus menerima kenyataan pahit usai gagal mengamankan podium pada balapan Moto3 Catalunya 2026 meski tampil impresif sepanjang perlombaan di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol, Minggu (17/5/2026).
Penampilan Brian Uriarte pada seri kali ini menjadi salah satu yang paling menonjol sepanjang musim debutnya di kelas Moto3.
Rider berusia 17 tahun tersebut sempat memimpin jalannya balapan dalam beberapa lap penting, termasuk ketika memasuki tiga hingga dua lap terakhir.
Pembalap asal Spanyol itu menunjukkan kecepatan kompetitif sejak awal lomba. Bahkan, Brian Uriarte mampu menjaga ritme di barisan depan ketika persaingan berlangsung ketat di kelompok teratas.
Juara Red Bull Rookies Cup dan JuniorGP 2025 tersebut terlihat berpeluang besar merebut kemenangan perdananya di ajang Moto3.
Namun situasi berubah drastis ketika balapan memasuki lap terakhir. Posisi Brian Uriarte yang berada di depan justru membuatnya kurang diuntungkan di trek lurus utama Barcelona-Catalunya yang terkenal panjang.
Para rival di belakang memanfaatkan efek slipstream untuk menyalip menjelang tikungan akhir.
Kesempatan merebut kemenangan pun sirna. Meski demikian, Brian Uriarte masih berusaha mempertahankan peluang finis podium hingga beberapa tikungan terakhir.
Sayangnya, perjuangan tersebut belum membuahkan hasil setelah dirinya harus puas menyelesaikan lomba di posisi keempat.
Walau gagal naik podium, hasil itu tetap menjadi pencapaian terbaik Brian Uriarte sejak tampil di kelas Moto3 musim ini.
Penampilan konsisten dan keberaniannya memimpin balapan dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan pembalap muda binaan KTM Ajo tersebut.
Manajer tim KTM Ajo, Niklas Ajo, mengaku cukup puas dengan performa anak didiknya meskipun peluang podium perdana sebenarnya terbuka lebar.
“Hari balapan yang sangat positif di Barcelona. Brian telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama setelah sesi uji coba di Jerez,” ujar Niklas Ajo dalam rilis resmi tim.
“Dan dia menjadi salah satu pembalap terkuat akhir pekan ini. Dia benar-benar pantas meraih kemenangan hari ini.”
Menurut Niklas Ajo, faktor slipstream menjadi penentu utama yang membuat pembalapnya gagal mempertahankan posisi terdepan hingga garis finis.
“Namun sayangnya, efek slipstream terlalu berpengaruh di lintasan lurus utama sehingga dia tidak bisa memperlebar jarak di posisi terdepan. Sesi balapan ini sangat positif baginya,” kata Niklas Ajo.
Sementara itu, Brian Uriarte juga mengaku puas dengan performanya karena mampu bertarung dalam perebutan kemenangan bersama para pembalap terdepan lainnya.
Meski kecewa gagal podium, dia menilai pengalaman tersebut akan menjadi pelajaran penting untuk balapan berikutnya.
“Saya sangat senang bisa bersaing memperebutkan kemenangan dan bahkan memimpin sebagian besar balapan,” ujar Brian Uriarte.
“Sayang sekali soal lap terakhir, kami kurang pengalaman dan membuat kesalahan, tapi kami belajar dari segala hal yang terjadi.”
Pembalap muda Spanyol tersebut juga menegaskan bahwa dirinya menikmati jalannya balapan dan senang karena mampu menunjukkan potensi kompetitif sepanjang akhir pekan Moto3 Catalunya 2026.
“Saya menikmatinya, menunjukkan kecepatan yang kuat, dan kami menorehkan nama kami, yang sangat penting.”
“Kami finis keempat, hasil terbaik kami musim ini, dan meraih poin bagus untuk klasemen. Hari ini kami harus fokus pada itu.”
“Saya yakin kami akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk berada di sana dan menangani lap terakhir dengan lebih baik,” ucap Brian Uriarte.
Meski gagal meraih podium bersama Brian Uriarte, KTM Ajo tetap membawa pulang hasil yang jauh lebih baik dibanding seri sebelumnya di GP Prancis ketika tim hanya mendapatkan satu poin.
Pada Moto3 Catalunya 2026, KTM Ajo berhasil mengamankan podium kedua melalui pembalapnya, Alvaro Carpe, yang finis di posisi runner-up.
Hasil balapan tersebut juga membuat pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, masih menjadi satu-satunya rookie yang mampu meraih podium sejauh musim Moto3 2026 berlangsung.







