GPNesia.com – Pembalap Williams, Alex Albon, menyatakan dukungannya terhadap visi jangka panjang Kepala Tim James Vowles yang menargetkan Williams mampu kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia Formula 1 pada tahun 2030.
Meski mengakui tim menghadapi sejumlah tantangan sepanjang musim ini, Albon menilai target tersebut tetap masuk akal dan dapat dicapai jika proses pembangunan tim terus berjalan sesuai rencana.
Sejak mengambil alih posisi Kepala Tim Williams pada awal 2023, James Vowles memimpin transformasi signifikan di tim asal Grove tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, Williams berhasil bangkit dari papan bawah klasemen dan menembus posisi kelima pada kejuaraan musim lalu.
Pencapaian itu semakin lengkap dengan raihan dua podium Grand Prix yang menjadi bukti peningkatan performa tim.
Namun, langkah Williams untuk melanjutkan tren positif menjelang era regulasi baru Formula 1 tidak berjalan sepenuhnya mulus.
Persiapan mobil untuk musim 2026 sempat menghadapi kendala akibat keterlambatan pengembangan dan masalah kelebihan bobot.
Meski demikian, Vowles tetap optimistis dan baru-baru ini kembali menegaskan ambisinya untuk membawa Williams menjadi penantang gelar juara dunia pada awal dekade berikutnya.
Menanggapi pernyataan tersebut saat berlangsungnya Grand Prix Monako 2026, Alex Albon menilai target yang dipasang Vowles bukan sekadar harapan tanpa dasar.
Menurutnya, sang kepala tim dikenal sebagai sosok yang realistis dalam menetapkan tujuan.
“Saya rasa tahun 2030 itu realistis. Saya rasa James adalah orang yang realistis, saya rasa dia tidak mencoba melebih-lebihkan apa pun,” ujar Albon.
Pembalap berusia 30 tahun itu juga mengakui bahwa Williams sebenarnya berharap bisa mencapai kemajuan lebih cepat. Namun kondisi yang dihadapi tim musim ini membuat perkembangan mereka tidak sepenuhnya sesuai harapan.
“Tentu saja kami akan menghargai jika itu terjadi sedikit lebih awal dari yang sekarang. Saya rasa kami menyadari tahun ini bahwa kami sedikit tertinggal dari posisi yang kami inginkan, dan mungkin itu sedikit menghambat kami, tetapi saya percaya padanya ketika dia mengatakan itu,” lanjutnya.
Selain berbicara mengenai masa depan tim, akhir pekan balapan di Monte Carlo juga menjadi momen bersejarah bagi Albon.
Pembalap Thailand-Inggris tersebut dijadwalkan menjalani start balapan ke-95 bersama Williams, sebuah pencapaian yang akan menyamai rekor legenda tim, Nigel Mansell, yang bertahan sejak Grand Prix Australia 1994.
Catatan itu diraih Albon pada musim kelimanya bersama Williams. Rekor tersebut bahkan berpotensi tercapai lebih cepat apabila ia tidak mengalami tiga kali gagal start dalam beberapa musim terakhir.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa kalender Formula 1 saat ini memiliki jumlah balapan yang jauh lebih banyak dibandingkan era ketika Mansell membela Williams.
Ketika ditanya apakah dirinya bersedia bertahan untuk 95 balapan berikutnya bersama Williams demi mewujudkan target juara dunia yang dicanangkan Vowles pada 2030, Alex Albon memberikan jawaban tegas. “Ya, saya akan senang,” katanya.
Menurut Albon, faktor terpenting baginya adalah melihat perkembangan yang terus berlanjut dalam tubuh tim. Ia merasa Williams telah menunjukkan kemajuan yang konsisten sejak dirinya bergabung beberapa tahun lalu.
“Bagi saya, ini adalah kemajuan, saya ingin melihat kemajuan dari tim. Saya merasa kami telah menunjukkannya dalam empat tahun terakhir sejak saya bersama tim ini, bahwa setiap tahunnya semakin baik dan lebih baik lagi,” ungkapnya.
Meski mengakui performa tim musim ini belum sesuai harapan dan mengalami sedikit kemunduran, Albon tetap melihat perubahan besar yang terjadi di balik layar organisasi Williams.
“Tahun ini mungkin kami mengalami kemunduran dalam hal performa, tetapi saya melihat perubahan yang dilakukan dalam tim dan semuanya tampaknya menuju ke arah yang benar,” tuturnya.
Ia juga menegaskan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan tim karena telah menjadi bagian dari proses pembangunan Williams jauh sebelum kedatangan Vowles.
“Saya merasa seperti telah menjadi bagian dari tim ini sejak awal pembentukannya, bahkan sebelum James datang, dan saya telah mengerahkan begitu banyak usaha dan kerja keras untuk tim ini. Saya ingin sekali menyelesaikannya,” kata Albon.
Hingga lima putaran pertama musim 2026, Williams menempati posisi kedelapan klasemen Kejuaraan Konstruktor dengan koleksi tujuh poin.
Tim tersebut masih berada di atas Audi, Cadillac, dan Aston Martin, sembari terus berupaya memperbaiki performa untuk kembali bersaing di papan tengah dan mewujudkan target besar mereka dalam beberapa tahun mendatang.







