GPNesia.com – Kejuaraan dunia Moto3 2026 kembali diwarnai perubahan signifikan setelah pembalap KTM, Brian Uriarte, resmi didiskualifikasi dari hasil Moto3 Catalunya.
Keputusan tersebut diambil setelah ditemukan pelanggaran teknis terkait penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi regulasi Moto3 pada motornya.
Uriarte sejatinya mencatat hasil impresif dengan finis di posisi keempat pada balapan Moto3 Catalunya.
Namun, capaian tersebut kemudian dianulir setelah proses pemeriksaan teknis yang dilakukan usai sesi kualifikasi mengungkap adanya penggunaan oli di luar ketentuan teknis yang diperbolehkan dalam regulasi kejuaraan.
Dalam pemeriksaan lanjutan, pihak penyelenggara kemudian memanggil sang pembalap untuk menghadiri sesi dengar pendapat yang digelar di sela rangkaian Moto3 Italia akhir pekan lalu.
Pada kesempatan tersebut, Uriarte meminta agar dilakukan analisis terhadap sampel B sebagai bentuk klarifikasi atas hasil temuan awal.
Namun, hasil pengujian sampel B justru memperkuat temuan sebelumnya. Sampel tersebut mengonfirmasi hasil sampel A yang menyatakan adanya penggunaan oli ilegal pada motor yang digunakan saat Moto3 Catalunya.
Dengan hasil tersebut, tidak ada perubahan keputusan yang dapat membatalkan temuan pelanggaran.
Dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Hungaria pada Kamis (4/6/2026), pihak pengawas balapan secara resmi menjatuhkan keputusan diskualifikasi kepada Brian Uriarte dari hasil Moto3 Catalunya.
After an oil sample was found to be outside specification, Brian Uriarte loses his results from Q2 and the race at the #CatalanGP ❌#MotoGP https://t.co/M1bmIhXBww
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) June 4, 2026
Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa hasil finis keempat yang sebelumnya diraih tidak lagi berlaku dalam klasemen.
Akibat sanksi tersebut, Uriarte harus kehilangan total 13 poin yang sebelumnya diperolehnya. Dampaknya cukup signifikan, karena pembalap asal tim KTM itu kini turun ke posisi delapan dalam klasemen sementara kejuaraan dunia Moto3 2026.
Keputusan ini juga membawa perubahan penting bagi sejumlah pembalap lain, termasuk wakil Indonesia, Veda Ega Pratama. Pembalap Honda Team Asia tersebut mendapatkan keuntungan dari diskualifikasi ini dengan naik satu posisi dalam klasemen.
Veda kini menempati peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 67 poin. Selain itu, hasil ini juga membuatnya kembali memimpin klasemen rookie terbaik Moto3 2026, memperkuat posisinya sebagai salah satu pendatang baru paling kompetitif di musim ini.
Sementara itu, dalam klasemen terbaru yang dirilis setelah sanksi dijatuhkan, perubahan posisi cukup terlihat di beberapa peringkat teratas hingga tengah.
Maximo Quiles masih memimpin klasemen dengan 145 poin, disusul Alvaro Carpe dengan 93 poin dan Adrian Fernandez di posisi ketiga dengan 90 poin.
Di posisi keempat terdapat Veda Ega Pratama dengan 67 poin, diikuti Marco Morelli dengan 62 poin.
Valentin Perrone menempati posisi keenam dengan 57 poin, sementara David Almansa berada di urutan ketujuh dengan 54 poin, tepat di atas posisi yang sebelumnya ditempati Brian Uriarte yang kini juga mengoleksi 54 poin namun turun ke peringkat kedelapan akibat sanksi diskualifikasi.
Posisi selanjutnya diisi oleh Guido Pini dan David Munoz yang sama-sama mengoleksi 47 poin. Hakim Danish berada di posisi 11 dengan 44 poin, disusul Joel Esteban dengan 36 poin. Matteo Bertelle dan Eddie O’Shea sama-sama mengumpulkan 30 poin di posisi 13 dan 14.
Sementara itu, Adrian Cruces berada di peringkat 15 dengan 27 poin, diikuti Casey O’Gorman dengan 23 poin, Rico Salmela dengan 21 poin, serta Joel Kelso dengan 15 poin. Di posisi 19 hingga 23, terdapat Jesus Rios (14 poin), Scott Ogden (12 poin), Ryusei Yamanaka (8 poin), Leo Rammerstorfer (2 poin), dan Marcos Uriarte dengan 2 poin.
Perubahan hasil ini menambah dinamika persaingan Moto3 2026 yang semakin ketat, terutama di papan tengah klasemen yang kini selisih poinnya semakin tipis.
Diskualifikasi ini juga menjadi salah satu momen penting musim ini yang kembali mengubah peta persaingan kejuaraan secara keseluruhan.












