GPNesia.com – Pembalap pengganti LCR Honda, Cal Crutchlow, mengakui dirinya sudah mempersiapkan diri untuk kembali finis di posisi paling belakang saat menjalani debut keduanya pada ajang MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park.
Ia kembali turun sebagai pengganti Johann Zarco yang masih menjalani pemulihan cedera.
Peraih tiga kemenangan Grand Prix MotoGP itu sebelumnya sudah lebih dulu menjalani balapan perdananya dalam tiga tahun terakhir di Mugello, ketika tim LCR memanggilnya untuk menggantikan Zarco yang absen karena cedera.
Momen tersebut menjadi penampilan pertamanya setelah sempat pensiun dari kompetisi penuh waktu.
Namun, kembalinya ke lintasan tidak berjalan mulus. Setelah tampil di MotoGP Italia 2026 akhir pekan lalu, ia harus menepi karena masalah pada bahu yang masih belum pulih sepenuhnya.
Kondisi itu masih membekas hingga memasuki seri Hungaria akhir pekan ini.
Dalam keterangannya, Cal Crutchlow menjelaskan bahwa setelah balapan di Italia, ia tetap berada di negara tersebut untuk menjalani pemeriksaan lanjutan termasuk MRI.
Dari hasil pemeriksaan itu, ia akhirnya memahami kondisi cedera yang dialaminya, meski proses pemulihan tidak bisa terjadi dengan cepat.
Ia menegaskan bahwa dirinya tetap mencoba untuk tampil di Hungaria, namun dengan kondisi fisik yang belum ideal serta minimnya pengalaman terhadap lintasan Balaton Park, ia menilai akhir pekan ini akan menjadi tantangan besar.
Ia bahkan menyebut situasi tersebut sebagai sesuatu yang sangat sulit untuk dijalani.
Menurutnya, rasa sakit di bahu memang sedikit lebih terkendali saat balapan, tetapi ia menyadari bahwa secara performa sulit untuk bersaing.
Ia juga menilai kondisi tersebut tidak akan membaik secara instan, meskipun kabar baiknya tidak memerlukan tindakan operasi, sesuatu yang ia syukuri di usianya yang sudah menginjak 40 tahun.
Lebih lanjut, Cal Crutchlow juga mengakui bahwa ia belum pernah sekalipun menjajal Sirkuit Balaton Park sebelumnya, sehingga menambah tingkat kesulitan adaptasi.
Ia memprediksi hasil yang tidak jauh berbeda dari Mugello, di mana ia memulai balapan dari posisi terakhir dan juga menyelesaikannya di posisi yang sama pada sprint.
Meski demikian, ia menegaskan tidak terlalu mempermasalahkan hasil tersebut karena menganggapnya sebagai bagian dari proses pembangunan kembali setelah lama tidak aktif. Ia menilai setiap sesi yang dilalui saat ini lebih penting untuk memahami motor dan ritme balapan.
Dalam penjelasannya, ia juga menyinggung keterbatasan waktu latihan, yang hanya sekitar 45 menit di sesi pagi.
Kondisi semakin menantang pada sesi sore ketika banyak pembalap lain meningkatkan intensitas penggunaan ban demi lolos ke Q2, sementara ia sendiri merasa tidak akan mencapai sesi tersebut.
Dengan nada realistis, Cal Crutchlow bahkan menyebut bahwa ia kemungkinan besar akan selalu berada di posisi belakang pada setiap sesi, termasuk grid start dan hasil akhir balapan.
Namun, ia menegaskan tidak memiliki masalah dengan situasi tersebut karena saat ini fokus utamanya adalah proses adaptasi dan pemulihan.
Meski demikian, ia tetap melihat sisi positif dari penampilannya di Mugello. Ia mengaku cukup puas dengan hasil yang diraih tim LCR dan Honda, terutama karena setelah lama absen, ia masih mampu kembali mengendarai motor MotoGP dan mencatatkan waktu putaran yang dinilai cukup kompetitif dalam kondisi yang tidak ideal.












