GPNesia.com – Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, kembali menjadi sorotan setelah memberikan analisis mendalam terkait kondisi pembalapnya, Marc Márquez, usai balapan Grand Prix Italia di Sirkuit Mugello.
Dalam wawancara dengan media olahraga Spanyol, AS, Davide Tardozzi memaparkan secara terbuka bagaimana ia melihat perkembangan fisik dan mental pembalap bernomor 93 tersebut setelah kembali dari cedera terbarunya.
Dalam penjelasannya, Davide Tardozzi menilai bahwa Márquez masih berada dalam tahap pemulihan dan belum mencapai kondisi idealnya.
Ia menegaskan bahwa proses pemulihan tersebut membutuhkan waktu serta beberapa seri balapan agar sang juara dunia delapan kali itu bisa kembali tampil maksimal.
“Lelah. Jelas, saat ini Marc masih perlu memulihkan diri dan akan membutuhkan beberapa balapan agar ia kembali ke kondisi seratus persen.”
“Dia senang, dia senang, karena dia mengerti bahwa masalahnya telah teratasi dan dia hanya butuh waktu untuk kembali ke kondisi fisiknya,” ujar Tardozzi dalam wawancara tersebut.
Meski demikian, Davide Tardozzi menegaskan bahwa performa Márquez di lintasan tetap menunjukkan karakter kuat seorang petarung.
Ia menilai pembalap Spanyol itu tidak menganggap remeh balapan di Mugello dan justru tampil kompetitif pada fase awal lomba.
“Dia sangat berani dan seorang petarung sejati di paruh pertama balapan. Dia sangat kompetitif dengan Pedro (Acosta) dan saya pikir kita harus senang dengan balapan yang dia jalani, mengetahui bahwa dia dapat memberikan lebih banyak lagi ketika dia dalam kondisi fit,” lanjutnya.
Selain membahas Márquez, Davide Tardozzi juga menyoroti performa rekan setimnya di Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia.
Menurutnya, finis di posisi ketiga yang diraih Bagnaia di kandang sendiri merupakan hasil dari strategi bertahan yang cukup baik, meski diwarnai keterbatasan performa motor dibandingkan pesaing.
“Saya suka bagaimana dia mempertahankan posisi ketiga di tikungan terakhir. Jelas bahwa pada titik ini kita tahu ada motor yang lebih cepat dari motor kita.”
“Dia menjalani paruh pertama balapan dengan baik, tetapi dia menghabiskan begitu banyak ban belakang sehingga tidak ada yang tersisa,” kata Tardozzi.
Dalam kesempatan yang sama, Davide Tardozzi juga memberikan apresiasi kepada Aprilia atas peningkatan performa mereka di musim ini.
Ia mengakui bahwa pabrikan rival tersebut telah menunjukkan perkembangan signifikan hingga mampu menjadi yang terbaik pada kesempatan tertentu.
“Ini sangat menyakitkan, tetapi salut kepada Aprilia, yang telah melakukan pekerjaan fantastis. Kita harus jujur dan mengatakan bahwa kali ini Aprilia adalah yang terbaik, tetapi saya tahu Ducati, kami tidak akan pernah menyerah, bahkan di kejuaraan ini. Kami tertinggal di kejuaraan, tetapi saya berjanji kami akan memenangkan balapan tahun ini,” ungkapnya.
Menutup komentarnya, Davide Tardozzi juga menyinggung perubahan sikap publik terhadap Marc Márquez, yang dinilai mulai lebih positif dibandingkan sebelumnya.
Ia mengingatkan kembali momen nyanyian “È rosso!” yang pernah ia lontarkan pada 2025, serta menyoroti bagaimana persepsi publik bisa berubah seiring waktu.
“Jika orang-orang bisa mengenal sosok Marc Márquez, mereka tidak akan mengatakan beberapa hal yang mereka katakan tentangnya,” tutupnya.











