Toto Wolff: Duel Russell–Antonelli di GP Kanada 2026 Masih Batas Wajar

Avatar photo
Toto Wolff
FOTO: mercedesamgf1.com

GP Nesia – Persaingan internal Mercedes kembali menjadi sorotan setelah Kepala Tim, Toto Wolff, menilai duel sengit antara Kimi Antonelli dan George Russell pada Grand Prix Kanada 2026 masih dalam batas wajar.

Balapan di Montreal itu menyuguhkan pertarungan ketat sejak awal hingga akhirnya berubah arah akibat masalah teknis.

Dalam balapan 68 lap tersebut, kedua pembalap Mercedes saling beradu posisi di barisan depan, bahkan beberapa kali bertukar pimpinan lomba.

Aksi saling salip itu membuat tensi meningkat sejak awal, memperlihatkan betapa ketatnya kompetisi di dalam satu tim.

Namun, pertarungan tersebut berakhir lebih cepat ketika Russell harus menghentikan balapannya pada lap ke-30 akibat kendala pada unit daya.

Situasi itu dimanfaatkan Antonelli yang kemudian melaju tanpa hambatan hingga mengamankan kemenangan Grand Prix keempatnya secara beruntun.

Menanggapi intensitas duel kedua pembalapnya, Toto Wolff menyatakan bahwa persaingan tersebut masih berada dalam batas yang dapat diterima oleh tim.

“Itu cukup bisa diterima. Saya pikir mungkin 10% lebih sedikit persaingan akan membuat kita semua lebih bahagia, tetapi tidak apa-apa,” ujarnya pada Minggu (24/5).

Ketegangan di lintasan sebenarnya sudah terlihat sejak Sprint Race pada Sabtu sebelumnya.

Saat itu, Russell dan Antonelli juga terlibat perebutan posisi terdepan, dengan Antonelli merasa tidak puas terhadap manuver di Tikungan 1 yang membuatnya melebar hingga keluar lintasan dan menyentuh area rumput.

Pada hari Sabtu, Toto Wolff sempat menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membatasi semangat bertarung Antonelli.

Ia mengatakan, “Saya tidak ingin menahannya,” sebagai bentuk dukungan terhadap agresivitas sang pembalap muda, meski tetap menginginkan kendali dalam batas tertentu.

Setelah balapan utama pada Minggu, Wolff mengonfirmasi bahwa insiden terbaru antara kedua pembalap akan menjadi bahan evaluasi sebelum Grand Prix berikutnya di Monaco.

Ia menekankan pentingnya meredakan ketegangan terlebih dahulu sebelum melakukan pembahasan internal.

“Saya rasa pertama-tama kita perlu menenangkan keadaan. Pastikan juga George dalam kondisi mental yang baik, atau lebih baik, lalu diskusikan hal itu dengannya. Kami selalu ingin bersikap transparan,” katanya.

Di sisi lain, kemenangan Antonelli membuatnya kini memimpin klasemen pembalap dengan selisih 43 poin setelah hanya lima akhir pekan Grand Prix. Hasil ini memberikan dampak campuran bagi tim Mercedes.

“Jelas, kemenangan tetaplah kemenangan dan itu bagus. Kimi pantas mendapatkannya, tetapi ini terasa pahit bagi tim,” ungkap Wolff.

“Jelas ada George yang memimpin balapan dan kami mengecewakannya dengan kegagalan. Itu selalu sulit untuk dihadapi, kami lebih suka melihat mereka balapan seperti yang kami lakukan sepanjang balapan dan kemudian menentukan di lintasan siapa yang pantas menang.”

Dengan dinamika internal yang semakin intens, Toto Wolff kini dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara kebebasan bersaing dan stabilitas tim dalam perebutan gelar musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *