GP Nesia – Grand Prix Kanada 2026 menjadi panggung emosional bagi Lewis Hamilton setelah pembalap senior itu berhasil mengamankan finis di posisi kedua, yang ia sebut sebagai “hari paling membahagiakan selama berada di Ferrari”.
Hasil ini sekaligus menjadi capaian terbaiknya sejak bergabung dengan tim Kuda Jingkrak pada musim 2025, di tengah perjalanan adaptasi yang penuh dinamika.
Sejak awal akhir pekan, pembalap asal Inggris tersebut sebenarnya telah menunjukkan tanda-tanda kompetitif dengan catatan kecepatan yang menjanjikan.
Namun, hasil Sprint pada hari Sabtu menjadi antiklimaks setelah ia hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi keenam akibat kondisi yang kurang menguntungkan.
Meski demikian, situasi berubah signifikan saat balapan utama digelar pada Minggu.
Memulai dari posisi kelima di grid, pembalap tersebut tampil lebih konsisten dan agresif dalam strategi balapan.
Perlahan namun pasti, ia berhasil naik posisi dan terlibat duel ketat dengan Max Verstappen dari Red Bull dalam perebutan tempat kedua.
Pertarungan berlangsung intens hingga akhirnya ia berhasil mengamankan posisi tersebut, sekaligus memastikan podium yang sangat berarti bagi dirinya dan tim.
Selepas balapan, suasana emosional terlihat jelas dari ekspresinya. Dalam pernyataannya, ia menegaskan betapa besar arti hasil tersebut bagi perjalanan kariernya bersama Ferrari.
Ia menyebut momen itu sebagai pencapaian paling membahagiakan sejak bergabung dengan tim Italia tersebut.
“Oh man, ini hari paling membahagiakan saya di Ferrari sejauh ini. Rasanya luar biasa bisa membawa Ferrari ke podium, dan juga meraih posisi kedua pertama saya bersama tim di balapan utama, dan ini juga podium kedua saya,” ungkapnya dengan penuh kegembiraan.
Ia juga menyoroti kerja keras tim yang telah membantunya mencapai hasil tersebut, mulai dari kru teknis hingga pengembangan mobil sepanjang musim dingin.
Menurutnya, mobil yang ia kendarai kini terasa lebih stabil dan sesuai dengan gaya membalapnya dibandingkan awal musim.
“Saya sangat gembira dan bangga dengan tim yang telah bekerja keras. Akhirnya saya memiliki tim teknik yang selama ini saya impikan. Mobil kami hebat, dan para kru melakukan pekerjaan fantastis. Saya juga kini jauh lebih memahami mobil ini dan jauh lebih nyaman mengendarainya,” tambahnya.
Meski belum sepenuhnya mencapai target utama musim ini, hasil P2 di Kanada dianggap sebagai bukti kemajuan signifikan.
Ia menilai keandalan mobil menjadi faktor penting yang membantu mereka memaksimalkan peluang di tengah persaingan ketat.
Ketika ditanya mengenai kepuasan pribadinya, pembalap tersebut tidak menutupi rasa leganya.
Ia menyebut kondisi fisik dan mentalnya berada dalam keadaan terbaik sepanjang musim, serta datang ke akhir pekan dengan energi positif yang akhirnya berbuah hasil maksimal.
“Jujur saja, ini perasaan terbaik. Saya merasa sangat lega saat ini. Saya dalam kondisi fisik yang sangat kuat, secara mental juga baik, dan saya datang ke akhir pekan ini dengan energi besar. Saya ingin melanjutkan ini,” ujarnya.
Hasil ini juga membawa dampak positif bagi Ferrari secara keseluruhan. Rekan setimnya, Charles Leclerc, turut menyumbang poin penting dengan finis di posisi keempat.
Kombinasi hasil tersebut memperkuat posisi Ferrari di peringkat kedua klasemen konstruktor, terutama setelah McLaren gagal mencetak poin pada balapan kali ini.
Dalam persaingan musim 2026, performa ini menjadi sinyal bahwa Ferrari mulai menemukan konsistensi yang dibutuhkan untuk bersaing di papan atas.
Sementara itu, kemenangan duel melawan Verstappen menjadi salah satu momen paling krusial dalam perjalanan musim ini.
Bagi Lewis Hamilton, podium di Kanada bukan hanya sekadar hasil balapan, tetapi juga simbol kemajuan adaptasi, kepercayaan diri, dan hubungan yang semakin solid dengan tim barunya.
Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa ia masih menjadi salah satu kekuatan utama di Formula 1, bahkan di fase baru kariernya bersama Ferrari.







