Helmut Marko Soroti Regulasi F1, Ibarat Sepak Bola dengan Bola Kotak

Avatar photo
Helmut Marko Soroti Regulasi F1
Helmut Marko: Aturan F1 Baru Seperti Main Bola Kotak - sumber: (racingnews365)

GPNesia.com – Perubahan regulasi dalam ajang Formula 1 kembali menuai sorotan tajam, terutama dari mantan penasihat Red Bull, Helmut Marko.

Ia menilai kebijakan terbaru yang diterapkan menjelang Grand Prix Miami belum mampu menjawab persoalan mendasar yang selama ini membayangi kompetisi.

Kritik dari Helmut Marko mencuat di tengah upaya penyelenggara F1 memperbarui aturan teknis yang diperkenalkan setelah jeda musim semi.

Regulasi tersebut dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada manajemen energi dan mengembalikan fokus pada duel balapan yang lebih murni di lintasan. Namun, menurut Helmut Marko, perubahan tersebut masih jauh dari kata cukup.

Dalam keterangannya kepada Krone Sport, ia menyebut bahwa regulasi memang layak diberi kesempatan, tetapi implementasinya belum memberikan dampak signifikan.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama perubahan ini adalah meningkatkan tenaga dari mesin pembakaran sekaligus mengurangi penggunaan energi listrik, tetapi realisasinya belum maksimal.

Lebih lanjut, Helmut Marko mengungkapkan bahwa modifikasi yang dilakukan saat ini baru menyentuh sebagian kecil dari target yang diharapkan.

Ia bahkan menyebut capaian tersebut hanya sekitar 20 persen dari kebutuhan ideal.

Kondisi ini, menurutnya, membuat balapan terasa tidak alami, bahkan ia mengibaratkannya seperti bermain sepak bola dengan bola berbentuk kotak.

Permasalahan kompleksitas teknologi juga menjadi perhatian serius. Sistem energi modern dalam F1 dinilai terlalu rumit, terutama dengan keterlibatan perangkat lunak yang sangat dominan.

Marko menyoroti aspek teknis seperti superclipping yang dinilai menambah kerumitan sekaligus berpotensi menimbulkan risiko.

Selain itu, ia juga menyinggung kekhawatiran terkait kemungkinan pembalap kehabisan energi di Sirkuit Miami.

Trek dengan karakter tiga lintasan lurus panjang tersebut dinilai akan semakin menguji efisiensi energi mobil, sehingga hasil balapan sulit diprediksi.

Dalam pandangannya, situasi ini menunjukkan bahwa F1 membutuhkan langkah yang lebih besar daripada sekadar penyesuaian kecil.

Ia mendorong adanya keputusan strategis jangka panjang mengenai arah regulasi, khususnya untuk era 2029 atau 2030.

Menurut Helmut Marko, dengan penggunaan bahan bakar berkelanjutan, mesin pembakaran sejatinya masih dapat dipertahankan tanpa kehilangan performa signifikan.

Oleh karena itu, ia menilai penting bagi para pemangku kepentingan untuk segera menentukan arah masa depan olahraga ini agar tetap kompetitif sekaligus relevan secara teknologi.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *