Marco Bezzecchi Akui Kelemahan di Jerez Usai Tertahan Alex Marquez

Avatar photo
Marco Bezzecchi Akui Kelemahan di Jerez Usai Tertahan Alex Marquez
Marco Bezzecchi Akui Kelemahan di Jerez Usai Tertahan Alex Marquez. Foto: @marcobez72

GPNesia.com – Pemimpin klasemen sementara MotoGP, Marco Bezzecchi, harus rela gagal mempertahankan peluang meraih kemenangan beruntun setelah tampil di Sirkuit Jerez.

Dalam balapan utama MotoGP Spanyol yang digelar pada Minggu (26/4/2026) malam WIB, pembalap asal Italia itu finis di posisi kedua usai tidak mampu mengimbangi kecepatan Alex Marquez yang tampil sangat dominan sejak awal lomba.

Sejak awal balapan, Alex Marquez langsung menunjukkan performa agresif. Ia berhasil menyalip Bezzecchi dan Marc Marquez hanya dalam dua lap pembuka, lalu mengambil alih kendali lomba hampir sepanjang race.

Situasi semakin berubah ketika kecelakaan keras dialami juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, pada lap kedua.

Insiden tersebut membuat posisi Marco Bezzecchi naik ke urutan kedua, namun kondisi itu tidak cukup untuk memberinya keuntungan dalam perebutan kemenangan.

Meski sempat berada di posisi ideal untuk menekan pemimpin lomba, Bezzecchi justru kesulitan menjaga ritme dan jarak dengan Alex Marquez.

Pembalap Aprilia itu mengakui bahwa rivalnya memiliki keunggulan signifikan, terutama pada bagian lintasan tertentu yang sangat menentukan kecepatan.

“Dia sangat cepat, terutama di bagian trek yang mengalir dan berkecepatan tinggi, khususnya sektor tiga dan empat,” ujar Marco Bezzecchi seperti dikutip dari situs resmi MotoGP.

Ia menilai performa Alex Marquez benar-benar konsisten di setiap lap dan sulit dikejar dalam kondisi balapan normal.

Tidak hanya soal kecepatan, Bezzecchi juga menyoroti detail teknis yang membuat lawannya tampil lebih unggul.

Ia menyebut racing line yang lebih bersih, grip yang stabil, hingga traksi motor yang hampir sempurna menjadi faktor utama sulitnya melakukan serangan balik.

“Saat dia menyalip saya di tikungan sembilan, saya langsung memperhatikan caranya melewati tikungan berikutnya. Dari situ saya sudah yakin dia akan sulit dikalahkan,” tambahnya.

Upaya Bezzecchi untuk tetap menempel ketat juga tidak membuahkan hasil maksimal. Meskipun sempat menjaga jarak dalam beberapa lap, ia akhirnya tertinggal lebih dari dua detik hingga garis finis.

Hasil ini sekaligus menghentikan tren positif kemenangannya sejak terakhir kali naik podium tertinggi di Malaysia pada musim sebelumnya.

Kendati demikian, Marco Bezzecchi tetap mencoba melihat sisi positif dari hasil yang diraih di Jerez.

Ia menilai posisi kedua merupakan hasil maksimal yang bisa dicapai dalam kondisi balapan yang sangat kompetitif, terutama dengan performa Alex Marquez yang begitu kuat sepanjang race.

“Ini bukan balapan yang mudah. Dengan kondisi Alex yang sangat kuat, saya rasa ini sudah hasil terbaik yang bisa kami dapatkan,” ungkapnya dengan nada realistis setelah balapan berakhir.

Fokus Bezzecchi kini mulai beralih ke agenda berikutnya, yakni sesi tes penting yang akan segera digelar setelah seri Spanyol.

Ia menyebut tim Aprilia telah menyiapkan sejumlah pembaruan teknis yang diharapkan mampu meningkatkan performa motor di seri-seri berikutnya.

Menurutnya, pengembangan ini menjadi bagian penting dalam menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen.

“Kami punya banyak hal untuk diuji. Pabrikan bekerja sangat keras, begitu juga seluruh tim. Saya tidak sabar kembali ke lintasan,” tutup Marco Bezzecchi.

Dengan hasil di Jerez ini, persaingan di MotoGP musim ini dipastikan masih akan berlangsung ketat, terutama antara para kandidat juara yang terus menunjukkan performa saling bersaing di setiap seri balapan.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.