Marco Bezzecchi Tetap Kokoh di Puncak Usai Finis Kedua di Jerez

Avatar photo
Marco Bezzecchi MotoGP Spanyol 2026

GPNesia.comMarco Bezzecchi gagal melanjutkan rentetan kemenangan impresifnya dalam balapan jarak jauh di Sirkuit Jerez yang telah dimulai sejak akhir 2025 dan berlanjut dalam tiga seri awal musim 2026.

Meski demikian, pembalap Aprilia tersebut tetap menunjukkan konsistensi dengan meraih posisi kedua yang sangat penting, sekaligus mengamankan tambahan 20 poin krusial.

Hasil tersebut menjadi penebusan atas kegagalan meraih poin pada hari sebelumnya. Lebih dari itu, capaian ini memperkuat posisi Marco Bezzecchi di puncak klasemen sementara dengan total 101 poin.

Keunggulan atas rival terdekatnya, Marc Marquez, kini melebar menjadi 44 poin—jarak yang mulai terasa signifikan meski musim masih panjang.

Bagi Marco Bezzecchi dan tim Aprilia, situasi ini tentu menjadi modal positif setelah empat seri awal. Meski terlalu dini untuk berbicara soal perhitungan gelar, keunggulan tersebut memberi kepercayaan diri tambahan dalam menghadapi seri-seri berikutnya.

“Saya sangat senang, ini bukan akhir pekan yang mudah,” ujar Marco Bezzecchi usai balapan MotoGP Spanyol 2026 pada Minggu (26/4).

Ia menjelaskan bahwa timnya sempat menunjukkan kecepatan baik pada hari Jumat dengan ban lunak dan berencana mengembangkan performa dengan ban medium pada Sabtu. Namun, hujan mengganggu rencana tersebut.

Ia mengakui tidak memiliki perasaan yang sama seperti dalam tiga balapan sebelumnya, tetapi tetap mampu menjaga ketenangan sepanjang balapan.

“Saya tahu bisa menjalani balapan yang bagus dengan tetap tenang. Itu yang terbaik yang bisa saya lakukan hari ini,” ungkapnya. Ia juga menegaskan pentingnya tampil optimal bahkan dalam kondisi yang tidak ideal.

Dalam balapan tersebut, Alex Marquez tampil dominan dan sulit dikejar. Marco Bezzecchi mengakui sempat melakukan kesalahan kecil di tikungan awal yang dimanfaatkan Alex untuk mengambil alih posisi.

“Dia sangat cepat, terutama di sektor tiga dan empat. Saya mencoba mendekat, tapi dia benar-benar mengendalikan balapan,” jelasnya.

Momen penting lainnya terjadi saat Marc Marquez terjatuh. Marco Bezzecchi yang berada di belakangnya melihat langsung insiden tersebut.

Ia menduga faktor angin menjadi salah satu penyebab. “Lintasannya benar, tapi angin cukup kencang. Kondisinya agak aneh karena sepanjang akhir pekan tidak seperti itu,” katanya.

Setelah Jerez, fokus kini beralih ke Le Mans, sirkuit yang diakui sangat disukai oleh Marco Bezzecchi. Ia menyebut atmosfer di sana luar biasa dan berharap dapat melanjutkan performa positif. Namun sebelum itu, ia menekankan pentingnya sesi tes yang akan dilakukan.

Terkait performa Aprilia yang sebelumnya dianggap hampir tak terkalahkan, hasil di Jerez menjadi pengingat bahwa setiap sirkuit memiliki tantangan berbeda.

“Jerez itu kompleks, banyak jenis tikungan. Kami harus tetap fokus karena musim ini akan seperti ini,” ujarnya seperti GPNesia.com kutip dari GPOne.com.

Dalam menghadapi tes, Marco Bezzecchi mengaku meminta banyak hal kepada timnya, terutama terkait peningkatan stabilitas motor.

Ia menyoroti masih adanya kesulitan di beberapa titik cepat, yang menjadi fokus utama pengembangan saat ini.

Meski rentetan kemenangan terhenti, ia tidak merasa tekanan bertambah secara signifikan. “Tekanan selalu ada, dari balapan pertama hingga sekarang. Yang penting kami tetap bisa finis dengan baik,” katanya.

Ia juga menegaskan tidak ingin terbebani ekspektasi berlebihan. Baginya, setiap sirkuit memiliki karakter unik dan tantangan tersendiri. “Banyak beban sebenarnya kita ciptakan sendiri,” tambahnya.

Ketika ditanya apakah ia merasa berada dalam performa terbaik sepanjang karier, Marco Bezzecchi menjawab dengan rendah hati. Ia merasa tetap menjadi dirinya yang sama, hanya sedang berada dalam momen yang baik.

Tentang duel dengan Alex Marquez, ia mengakui tidak terkejut dengan kecepatan rivalnya tersebut. Namun, ia kehilangan waktu signifikan di beberapa tikungan krusial yang membuatnya sulit mengejar.

Soal klasemen, Marco Bezzecchi mengaku tidak terlalu sering memantau. Meski sesekali melihatnya memberikan kepuasan tersendiri, ia memilih tetap fokus menjalani balapan demi balapan. “Masih terlalu dini untuk terlalu memikirkannya,” tutupnya.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.