GPNesia.com – Persaingan MotoGP 2026 mulai menunjukkan perubahan peta kekuatan ketika Aprilia RS-GP tampil lebih dominan dibandingkan Ducati Desmosedici GP26 yang selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai motor paling kompetitif di grid.
Di tengah situasi tersebut, pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP, Alex Marquez, menilai seluruh rider Ducati sebenarnya sepakat terhadap satu masalah utama yang menghambat performa motor mereka.
Ducati sebelumnya hampir selalu menjadi tolok ukur dalam pengembangan motor MotoGP modern.
Namun, GP26 tampak belum mampu mempertahankan status tersebut setelah Aprilia menunjukkan peningkatan signifikan, terutama sejak awal musim 2026. Bahkan dalam beberapa seri awal, RS-GP terbaru terlihat lebih konsisten dalam berbagai kondisi lintasan.
Salah satu bukti paling jelas terlihat pada Grand Prix Amerika Serikat. Marco Bezzecchi tampil sempurna dengan memimpin seluruh lap dan meraih kemenangan tanpa perlawanan berarti.
Sementara itu, Fabio Di Giannantonio menjadi pebalap Ducati terdepan di Circuit of the Americas (COTA), namun tetap tertinggal hingga 6,972 detik dari Bezzecchi di garis finis.
Performa tersebut memperkuat dugaan bahwa bukan hanya faktor ban Michelin yang memengaruhi kompetisi.
Sebelumnya, ada anggapan bahwa konstruksi ban belakang Michelin yang diperkeras dapat mengubah keseimbangan performa antara Ducati dan Aprilia, terutama di lintasan tertentu seperti Thailand, Brasil, hingga Texas. Namun hasil di Amerika Serikat justru membantah teori tersebut.
Menariknya, Aprilia RS-GP 2026 justru terlihat lebih cocok dengan karakter ban keras tersebut dibandingkan Ducati GP26. Situasi ini bahkan sempat memunculkan laporan bahwa Ducati telah mengantisipasi kondisi tersebut, namun kenyataan di lintasan menunjukkan Aprilia tetap unggul secara keseluruhan.
Di tengah dominasi Aprilia, rumor juga mulai beredar bahwa Ducati berpotensi menerima konsesi teknis untuk pertama kalinya guna membantu mereka bangkit pada paruh kedua musim.
Kondisi ini diperburuk dengan absennya Marc Marquez dari performa maksimal akibat proses pemulihan cedera bahu yang belum sepenuhnya pulih.
Dalam analisis teknisnya, Alex Marquez menegaskan bahwa seluruh pembalap Ducati yang menggunakan GP26 memiliki pandangan yang sama terhadap kelemahan utama motor tersebut, yakni pada fase masuk tikungan atau corner entry. Meski demikian, ia juga menyoroti adanya perbedaan interpretasi mengenai penyebab utama masalah tersebut.
“Benar bahwa kami, terutama semua pembalap Ducati, sedang mengalami kesulitan di beberapa titik, terutama saat masuk tikungan, dan di situlah kami menemui kendala,” ujar Alex Marquez.
Ia menambahkan bahwa kesamaan persepsi antar pembalap menjadi hal positif bagi Ducati untuk menentukan arah pengembangan. Namun, perbedaan sudut pandang soal akar masalah justru membuat evaluasi teknis menjadi lebih kompleks.
“Hal yang penting dan positif adalah semua pembalap sepakat, meski dengan penjelasan yang sedikit berbeda. Tapi kami semua mengarah pada masalah yang sama, sehingga Ducati bisa fokus memperbaikinya,” lanjutnya.
Alex Marquez juga mengakui bahwa Aprilia telah mengambil langkah besar dalam pengembangan motor mereka. Menurutnya, peningkatan RS-GP bukan hanya lanjutan dari akhir musim sebelumnya, tetapi lompatan performa yang signifikan di awal 2026.
“Aprilia sudah sangat berkembang. Mereka mengakhiri musim lalu dengan sangat baik, dan tahun ini mereka melangkah lebih jauh lagi,” katanya.
Di sisi lain, Alex Marquez tetap optimistis bahwa Ducati belum tertinggal jauh dalam hal kecepatan murni. Ia menilai perbedaan di lintasan masih bisa dikejar dengan pengembangan berkelanjutan dan adaptasi gaya balap.
“Kami tidak terlalu jauh, tapi tentu ingin lebih dekat,” ujarnya menegaskan.
Musim 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Ducati setelah memberikan motor spesifikasi pabrikan GP26 kepada Alex Marquez sebagai bentuk apresiasi atas pencapaiannya finis kedua di klasemen pembalap 2025 menggunakan GP24.
Saat itu, ia hanya kalah dari sang kakak, Marc Marquez, yang menempati posisi puncak klasemen dengan motor GP25.
Namun adaptasi terhadap GP26 tidak berjalan mulus. Hingga seri yang akan berlanjut di Grand Prix Spanyol di Jerez, Alex Marquez masih berada di posisi kedelapan klasemen sementara dengan 28 poin, jauh dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi yang sudah mengoleksi 81 poin.
Sementara itu, Di Giannantonio menjadi pembalap Ducati teratas dengan 50 poin dan juga mencatatkan podium tunggal bagi Ducati musim ini lewat finis ketiga di Brasil.
Marc Marquez berada di posisi kelima dengan 45 poin, sedangkan Francesco Bagnaia masih tertahan di posisi kesembilan dengan 25 poin.
Dengan situasi tersebut, Ducati kini berada dalam tekanan besar untuk menemukan solusi atas masalah corner entry yang diakui oleh seluruh pembalapnya, termasuk Alex Marquez, sebelum Aprilia semakin menjauh dalam perebutan gelar musim 2026.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook







