GPNesia – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menegaskan bahwa hasil lelang amal MotoGP yang digelar di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2025 telah resmi disalurkan untuk program penanganan stunting di wilayah sekitar kawasan pariwisata tersebut.
Penyaluran dana dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Salah satu wilayah yang menerima manfaat langsung adalah Desa Rembitan di Kabupaten Lombok Tengah.
Vice President Destination Management ITDC, Nurhadi Nugraha, menjelaskan bahwa dana tersebut difokuskan untuk mendukung program pencegahan stunting melalui intervensi gizi yang berkelanjutan.
“Kami menyalurkan bantuan pencegahan stunting kepada masyarakat Desa Rembitan, sebagai bagian dari pemanfaatan dana hasil lelang amal pada gelaran MotoGP 2025,” ujar Nurhadi di Lombok Tengah, Jumat.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan hasil lelang amal MotoGP tersebut merupakan bentuk komitmen berkelanjutan ITDC dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar kawasan Mandalika.
Fokus pada intervensi gizi ibu dan balita
Program ini difokuskan pada pemberian Makanan Tambahan (PMT) padat gizi yang diberikan secara rutin kepada kelompok rentan, yaitu balita dengan kondisi underweight serta ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik.
Bantuan tersebut diberikan kepada 10 balita dan lima ibu hamil di Desa Rembitan dengan pendekatan intervensi terukur. Program ini dirancang berlangsung selama 56 hari untuk balita dan 120 hari bagi ibu hamil, guna memastikan hasil yang optimal.
Dana yang digunakan dalam program ini berasal dari lelang barang-barang bertanda tangan pembalap MotoGP yang digelar dalam rangkaian acara MotoGP 2025. Total nilai dana yang terkumpul mencapai Rp 72.523.800.
“Dana bantuan berasal dari lelang barang-barang bertanda tangan pembalap MotoGP yang diselenggarakan dalam rangkaian event MotoGP 2025, dengan total nilai mencapai Rp 72.523.800,” kata Nurhadi.
Dari total tersebut, dana kemudian dibagi antara ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), masing-masing sebesar Rp36.261.900. Seluruh alokasi diarahkan untuk program kesehatan masyarakat di sekitar kawasan Mandalika International Circuit.
Monitoring kesehatan dilakukan berkala
Program ini juga melibatkan kader kesehatan desa serta tenaga gizi dari Puskesmas Desa Kuta. Mereka melakukan pemantauan rutin dan pengukuran kondisi penerima manfaat setiap minggu untuk memastikan efektivitas program.
Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa intervensi gizi yang diberikan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan status kesehatan sasaran.
Menurut ITDC, pendekatan berbasis data dan pemantauan berkala ini menjadi salah satu kunci dalam memastikan keberhasilan program berbasis dana hasil lelang amal MotoGP yang telah dialokasikan.
Ada indikasi peningkatan status gizi
Berdasarkan hasil monitoring pada minggu pertama dan kedua April 2026, program intervensi menunjukkan adanya respons awal yang positif.
Pada kelompok ibu hamil dengan kekurangan energi kronik, tercatat peningkatan berat badan rata-rata dari 44,24 kilogram pada pengukuran awal menjadi 44,98 kilogram pada minggu pertama, kemudian meningkat kembali menjadi 45,26 kilogram pada minggu kedua.
Sementara itu, pada kelompok balita underweight, rata-rata berat badan juga mengalami kenaikan dari 7,72 kilogram pada kondisi awal menjadi 7,95 kilogram pada minggu pertama, dan 8,1 kilogram pada minggu kedua. Adapun tinggi badan balita relatif stabil selama periode pengamatan.
Meski masih berada pada tahap awal, capaian tersebut menunjukkan adanya indikasi perbaikan status gizi secara bertahap sebagai respons terhadap intervensi PMT yang diberikan secara konsisten.
Dampak jangka panjang bagi masyarakat Mandalika
Selain memberikan dampak langsung terhadap penerima manfaat, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
ITDC menilai bahwa pemanfaatan hasil lelang amal MotoGP tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dapat menjadi instrumen nyata dalam mendukung pembangunan sosial di sekitar kawasan pariwisata Mandalika.
“Program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan status gizi penerima manfaat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” ujar Nurhadi.
Ia menambahkan bahwa ITDC bersama MGPA akan terus memastikan penyaluran dana berjalan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan di sekitar Mandalika International Circuit.
Komitmen berkelanjutan ITDC
ITDC menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mengintegrasikan pengembangan pariwisata dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui berbagai inisiatif sosial seperti ini, perusahaan berharap kawasan Mandalika tidak hanya dikenal sebagai destinasi sport tourism internasional, tetapi juga sebagai wilayah yang memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat sekitar.
Dengan demikian, pemanfaatan hasil lelang amal MotoGP diharapkan menjadi model kolaborasi antara industri pariwisata, olahraga, dan program sosial yang berkelanjutan di Indonesia.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook







