GPNesia.com – Kepindahan Nicolo Bulega ke VR46 Racing Team untuk MotoGP 2027 semakin mengarah pada kenyataan. Namun, proses menuju kesepakatan tersebut disebut tidak sepenuhnya lahir dari keinginan tim milik Valentino Rossi. Ducati diklaim memainkan peran besar dengan memberikan tekanan sekaligus menawarkan keuntungan tertentu agar Bulega mendapatkan tempat di kelas premier.
Pembalap asal Italia itu diproyeksikan menjadi salah satu pendatang baru di grid MotoGP 2027. Jika rencana tersebut terealisasi, ia disebut akan memperkuat VR46 Racing Team dan berduet dengan Fermin Aldeguer.
Di balik rencana tersebut, muncul informasi mengenai proses yang membuat VR46 berada dalam situasi sulit ketika menentukan komposisi pembalap untuk musim 2027. Mantan bos Honda di World Superbike, Jose Manuel Escamez, mengungkap adanya campur tangan Ducati dalam proses tersebut.
Sebelumnya, beredar laporan bahwa VR46 berpotensi menghadapi konsekuensi finansial apabila menolak merekrut pembalap yang kini memimpin klasemen WSBK tersebut. Ducati disebut mempunyai kewajiban berdasarkan kontrak untuk menyediakan kursi MotoGP bagi Bulega.
Escamez kemudian memperkuat kabar itu dalam wawancaranya di kanal YouTube Manuel Pecino. Menurut dia, Ducati memberikan tawaran yang sangat menguntungkan kepada VR46 apabila bersedia menyediakan tempat bagi Bulega pada musim MotoGP 2027.
“Pemahaman saya, atau yang saya dengar, Ducati harus membawa Bulega ke MotoGP, apa pun yang terjadi. Karena mereka tidak memiliki kursi yang tersedia, mereka mengatakan kepada tim VR46, ‘Tempatkan Bulega di sana dan kalian tidak perlu membayar motor. Kalian mendapatkan motor spesifikasi 2027 secara gratis,’ dan sebagainya,” kata Escamez.
Ia menjelaskan bahwa VR46 pada dasarnya masih memiliki pilihan untuk menentukan sendiri siapa pembalap yang ingin mereka kontrak. Akan tetapi, pilihan tersebut disebut membawa konsekuensi berupa kewajiban membayar biaya motor kepada Ducati.
“Yang lain mengatakan tidak. Kemudian mereka mengatakan, ‘Kalau begitu, kalian harus membayar motornya.’ Jadi, itu tidak memberi mereka pilihan,” ujar Escamez melanjutkan.
Situasi tersebut kabarnya turut berkaitan dengan masa depan Franco Morbidelli. VR46 disebut menginginkan agar pembalap jebolan akademi Valentino Rossi tersebut tetap memperoleh kesempatan bersama Ducati di World Superbike setelah kehilangan tempatnya di MotoGP.
Morbidelli pun dikabarkan menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengisi kursi Ducati di WSBK. Di sisi lain, Bulega mempunyai catatan performa yang menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan MotoGP.
Ia tampil dominan di WSBK 2026 bersama Ducati dan telah mengoleksi 23 kemenangan dari 24 balapan yang berlangsung. Catatan tersebut memperlihatkan konsistensi luar biasa sekaligus memperkuat alasan Ducati untuk membawanya ke level tertinggi balap motor dunia.
Bulega juga bukan sosok yang sepenuhnya asing dengan motor prototipe MotoGP. Ia diketahui telah memperoleh pengalaman mengendarai prototipe Ducati MotoGP 2027 dan sebelumnya sempat menjalankan tugas sebagai pembalap pengganti Marc Marquez pada penghujung musim 2025.
Bagi VR46, perekrutan Nicolo Bulega jelas merupakan keputusan besar yang mengandung risiko sekaligus peluang. Tim harus memastikan langkah tersebut tidak hanya memenuhi kepentingan Ducati, tetapi juga mampu menghasilkan komposisi pembalap yang kompetitif.
Meski demikian, performa impresif di WSBK menjadi alasan kuat untuk memberikan kesempatan kepada pembalap berusia 26 tahun itu. Jika benar-benar bergabung ke MotoGP 2027, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kesuksesannya di kelas superbike dapat diterjemahkan ke dalam persaingan ketat di kelas prototipe.












