MotoGP Le Mans: Zarco Hentikan Dominasi Ducati, Marquez Bidik Kebangkitan

Avatar photo
Marc Marquez MotoGP Le Mans

GPNesia.com – Rentetan lima kemenangan beruntun Ducati di ajang MotoGP Le Mans, yang masing-masing diraih oleh lima pembalap berbeda, akhirnya terhenti ketika pahlawan tuan rumah dari LCR Honda, Johann Zarco, berhasil mengamankan kemenangan pada Grand Prix 2025 yang berlangsung dalam kondisi hujan dan penuh gangguan cuaca.

Kekalahan tersebut memang hanya menjadi hambatan kecil dalam perjalanan Marc Marquez menuju ambisi besar meraih gelar juara dunia kesembilan.

Namun, situasi pembalap Spanyol itu kini jauh berbeda ketika ia kembali menghadapi seri di Prancis akhir pekan ini.

Tanpa satu pun podium dari empat seri pembuka musim, Marquez harus puas berada di posisi kelima klasemen sementara dan tertinggal 44 poin dari Marco Bezzecchi dari Aprilia.

Lebih lanjut, pembalap Ducati Lenovo tersebut tercatat kehilangan poin dari Bezzecchi di seluruh empat putaran awal musim.

Paling terbaru terjadi di Jerez, ketika ia sempat meraih kemenangan Sprint dalam kondisi kacau, tetapi justru mengalami kecelakaan pada balapan utama.

Meski begitu, Marquez berhasil bangkit pada sesi tes hari Senin dengan finis di posisi keempat di belakang tiga pembalap Aprilia, sekaligus mengalihkan fokusnya pada target kemenangan di MotoGP Le Mans, yang terakhir kali ia raih pada 2019.

“Le Mans adalah sirkuit yang saya sukai dan di mana saya sudah sangat cepat dengan Desmosedici GP tahun lalu,” ujar Marquez.

Ia menambahkan bahwa akhir pekan ini diperkirakan penuh ketidakpastian karena faktor cuaca. “Ini akan menjadi akhir pekan yang penuh dengan ketidakpastian: cuaca mungkin akan memberikan beberapa kejutan kepada kita,” katanya.

Marquez juga menegaskan bahwa timnya telah bekerja dengan baik di Jerez. “Terlepas dari kecelakaan itu, kami kompetitif dan pada hari Senin kami juga membuat langkah maju yang baik,” tambahnya.

Prakiraan cuaca terbaru menunjukkan adanya risiko badai petir pada hari Sabtu serta hujan ringan pada hari Minggu, yang diperkirakan akan kembali memengaruhi jalannya balapan di MotoGP Le Mans.

Sementara itu, rekan setimnya di Ducati Lenovo, Francesco “Pecco” Bagnaia, yang gagal menyelesaikan Grand Prix Spanyol akibat masalah teknis, mengaku melihat perkembangan positif dari hasil tes, terutama pada sektor aerodinamika.

“Saya sangat senang dan puas dengan aerodinamika karena saya pikir kami telah membuat kemajuan dalam hal menikung. Itu adalah sesuatu yang sangat saya rindukan tahun ini dan tahun lalu, untuk membuat motor berbelok lebih baik di tikungan cepat,” ujar Bagnaia.

Ia juga mengungkapkan adanya pengujian pada sistem elektronik untuk membantu pengereman motor.

“Kami juga menguji sesuatu untuk sistem elektronik guna membantu menghentikan motor dengan lebih baik. Kami belum menemukan solusi, tetapi mungkin kami telah menemukan caranya,” ucapnya.

Ia berharap tim dapat melanjutkan pengembangan tersebut jelang MotoGP Le Mans agar hasilnya bisa langsung terasa.

Menjelang balapan, juara dunia dua kali itu menyebut bahwa Le Mans secara teori cocok dengan karakter Desmosedici GP.

“Saya senang pergi ke Le Mans; di atas kertas, ini adalah jenis trek yang dapat meningkatkan karakter Desmosedici GP dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Bagnaia juga berharap kondisi cuaca lebih bersahabat, meski tetap bersiap menghadapi kemungkinan perubahan ekstrem. Ia menyebut tim perlu terus bekerja keras untuk menghadapi potensi tantangan besar di lintasan.

Meski Ducati memiliki catatan kesuksesan di masa lalu di sirkuit tersebut, Bagnaia sendiri belum pernah mencatat kemenangan di kelas utama pada ajang MotoGP Le Mans.

Saat ini, pembalap asal Italia itu juga memulai musim 2026 dengan menempati posisi kesembilan klasemen dunia, menandakan masih adanya pekerjaan besar yang harus diselesaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *