Max Verstappen Kecewa, Eksperimen Red Bull di GP Kanada 2026 Berujung Gagal

Max Verstappen GP Kanada 2026
FOTO: FORMULA1.COM

GP Nesia – Sesi kualifikasi Grand Prix Kanada 2026 menjadi akhir pekan yang penuh tekanan bagi Red Bull Racing. Tim asal Austria itu justru menghadapi berbagai persoalan teknis ketika mencoba pendekatan berbeda pada mobil yang dikendarai Max Verstappen.

Hasilnya, pembalap asal Belanda tersebut hanya mampu mengamankan posisi keenam di grid balapan setelah melewati sesi yang disebutnya sangat sulit dipahami.

Sejak awal sesi kualifikasi berlangsung di Sirkuit Gilles Villeneuve, Max Verstappen sudah mengeluhkan performa mobilnya melalui radio tim. Juara dunia empat kali itu mengaku kesulitan membawa ban ke suhu kerja ideal.

Selain itu, ia juga merasa mobilnya kehilangan kecepatan maksimal di lintasan lurus, sesuatu yang sangat penting di Montreal yang memiliki karakter trek cepat.

Kepada media Belanda usai kualifikasi, Verstappen mengaku bingung dengan performa mobilnya sepanjang sesi.

Ia bahkan menyebut putaran terakhir yang membuatnya bertahan di posisi enam terasa datang secara tiba-tiba dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dari mobil Red Bull selama kualifikasi.

“Banyak hal dari sesi kualifikasi ini yang sangat sulit dipahami. Misalnya, saya tidak tahu dari mana putaran terakhir itu tiba-tiba muncul,” ujar Verstappen. “Sepanjang sesi, kecepatan maksimal saya sangat rendah dan cengkeraman ban sangat buruk.”

Permasalahan kecepatan tertinggi menjadi perhatian utama. Mobil Verstappen terlihat mengalami penurunan performa lebih cepat dibandingkan para rivalnya di lintasan. Anehnya, hingga sesi selesai Red Bull belum menemukan penyebab pasti dari kondisi tersebut.

“Saya tidak tahu. Saya juga tidak mendapatkan informasi apa pun dari tim, jadi jelas bahwa kami tidak dapat menyelesaikannya selama sesi tersebut,” lanjut Verstappen.

Situasi semakin menarik ketika Verstappen mengungkap bahwa Red Bull memilih arah pengaturan mobil yang sebenarnya tidak ia setujui sejak awal.

Tim teknis disebut mengambil keputusan sendiri untuk mencoba pendekatan berbeda pada mobilnya, meskipun pembalap Belanda itu sudah memberikan sejumlah peringatan sebelumnya.

“Kami melakukan sesuatu yang berbeda dengan mobil saya, itulah yang diinginkan tim. Jelas, itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tetapi terkadang Anda juga harus membiarkan tim melakukan hal mereka dan menjelaskan bahwa itu tidak berhasil. Saya berkata, ‘Silakan, jika Anda pikir ini akan berhasil, maka lakukanlah.’ Dan jelas, itu tidak berhasil,” katanya.

Pernyataan tersebut cukup mengejutkan mengingat selama ini Verstappen dikenal memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah pengembangan maupun setelan mobil Red Bull.

Sebagai pembalap dengan empat gelar juara dunia, masukannya biasanya menjadi acuan utama tim teknis dalam menentukan setup terbaik sepanjang akhir pekan balapan.

Namun pada GP Kanada kali ini, situasinya berbeda. Max Verstappen menegaskan bahwa tim lebih yakin pada pendekatan mereka sendiri dan memilih tidak sepenuhnya mengikuti arahannya.

“Saya sudah berkali-kali mengingatkan hal ini, tetapi terkadang Anda hanya perlu membiarkan mereka merasakan sendiri bahwa itu tidak berhasil,” ungkap Verstappen lagi.

Ketika ditanya mengapa Red Bull tampak mengambil keputusan berbeda pada akhir pekan ini, Verstappen menjelaskan bahwa tim benar-benar percaya pendekatan tersebut akan memberikan hasil lebih baik.

“Tentu saja mereka sering mendengarkan saya, tetapi tidak kali ini, karena mereka yakin bahwa itu akan berhasil,” jelasnya.

Yang membuat situasi ini semakin menarik adalah fakta bahwa Red Bull tidak menerapkan pendekatan serupa pada mobil Isack Hadjar. Tim justru memilih eksperimen tersebut khusus untuk Verstappen, sebuah keputusan yang menurut sang pembalap memang sudah beberapa kali terjadi dalam beberapa musim terakhir.

“Itu karena mereka ingin mencobanya dengan saya, itu sudah terjadi selama bertahun-tahun. Seorang pembalap juga bisa berkata, ‘Biarkan saja seperti apa adanya karena sudah terasa cukup baik,’ tetapi bagi saya sebelumnya tidak terasa baik dan sampai sekarang pun masih tidak. Saya tidak mudah puas dengan sebuah mobil. Saya ingin berjuang untuk kemenangan, bukan untuk posisi ketujuh,” tutur Verstappen.

Hasil kualifikasi akhirnya menjadi bukti bahwa eksperimen tersebut gagal memberikan dampak positif. Verstappen menilai seluruh proses sepanjang sesi tidak menghasilkan kemajuan apa pun bagi performa mobilnya di Montreal.

“Jelas sekali, kan? Seluruh sesi kualifikasi tidak menghasilkan apa-apa. Saya selalu bersikap cukup tenang menghadapinya, tetapi semoga sekarang mereka tahu bahwa itu tidak berhasil,” katanya.

Meski kecewa dengan hasil yang diperoleh, Verstappen menilai pengalaman ini setidaknya bisa menjadi pelajaran penting bagi Red Bull untuk balapan-balapan berikutnya.

Ketika ditanya apakah situasi serupa tidak akan terulang lagi di masa mendatang, Verstappen memberikan jawaban singkat namun tegas. “Ya, saya rasa itu sudah cukup jelas,” tutup Max Verstappen.

Exit mobile version