GP Nesia – CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, melontarkan kritik tajam terhadap regulasi Red Flag MotoGP yang diterapkan pada Grand Prix Catalunya 2026.
Ia menyoroti keputusan yang tetap memperbolehkan pembalap penyebab penghentian balapan untuk ikut serta dalam start ulang, sebuah kebijakan yang menurutnya membuka celah dalam aturan kompetisi.
Dalam balapan tersebut, Pedro Acosta sempat memimpin sebelum mengalami gangguan teknis pada motor KTM RC16 miliknya.
Masalah itu membuat motornya melambat secara tiba-tiba di lintasan dan memicu kecelakaan beruntun di belakangnya, yang berujung pada pengibaran bendera merah dan penghentian sementara lomba.
Meski insiden tersebut bermula dari kondisi teknis yang dialami Acosta, pembalap muda asal Spanyol itu tetap diizinkan kembali ke grid untuk mengikuti restart balapan.
Situasi inilah yang kemudian menjadi sorotan utama Rivola karena dinilai tidak mencerminkan keadilan kompetitif dalam skenario Red Flag dalam MotoGP.
“Saya tidak sedang mengkritik Race Direction, karena pendekatan seperti ini memang sudah sering diambil sebelumnya,” ujar Massimo Rivola.
Namun ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap aturan perlu dilakukan demi menjaga konsistensi dan logika regulasi di masa depan.
Menurutnya, seorang pembalap yang secara tidak sengaja menyebabkan red flag—misalnya akibat masalah teknis—seharusnya tidak lagi diizinkan kembali ke balapan.
“Namun, kita semua harus mulai merenungkan hal ini. Saya rasa seorang pembalap yang karena satu dan lain hal, bahkan karena alasan di luar kendali mereka seperti masalah teknis, menyebabkan red flag, seharusnya tidak diizinkan ikut balapan lagi,” tegasnya.
Rivola juga menekankan bahwa pandangannya bukan didasari sentimen pribadi terhadap Acosta, melainkan murni demi peninjauan ulang regulasi agar lebih adil bagi seluruh peserta dalam skema Red Flag di MotoGP.
“Saya tidak punya masalah apa pun dengan Pedro. Tapi saya pikir ada beberapa hal yang harus ditinjau ulang,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa keputusan pengawas balapan dalam menentukan waktu keluarnya red flag turut memengaruhi keuntungan tertentu bagi pembalap yang terlibat insiden.
Menurutnya, jika Acosta tidak diizinkan ikut restart, balapan tetap akan berjalan normal tanpa merugikan pihak lain.
“Jika Acosta tidak diizinkan ikut restart, itu tidak akan merugikan siapa pun. Balapan akan berjalan normal seperti biasanya,” jelas Rivola.
Lebih jauh, ia juga menyoroti skenario aturan lain yang berlaku, di mana pembalap wajib kembali ke pit bersama motornya jika red flag keluar lebih lambat.
Dalam hal ini, Rivola menilai konsistensi aturan perlu diperjelas agar tidak terjadi perbedaan perlakuan dalam situasi Red Flag pada gelaran MotoGP.
“Jika red flag baru keluar satu lap setelah mesin Pedro jebol, dia tidak akan bisa ikut start ulang. Karena aturan menyatakan pembalap harus kembali ke pit bersama motornya. Jadi, mengizinkan dia kembali ke grid padahal dia yang memicu red flag, meski tanpa sengaja, menurut saya tidak benar,” pungkasnya.
Di sisi lain, Pedro Acosta memberikan penjelasan terkait insiden yang menimpanya. Ia mengaku mengalami masalah kelistrikan pada motornya yang membuat akselerasi tiba-tiba tidak berfungsi saat balapan berlangsung.
“Sepertinya kami mengalami masalah elektrik di tengah balapan pertama. Saya berkendara normal, lalu tiba-tiba saja gasnya tidak berfungsi,” ungkap Acosta.
Acosta juga menyampaikan empati terhadap pembalap lain yang terdampak insiden tersebut, termasuk Alex Marquez dan Johann Zarco yang mengalami kecelakaan akibat situasi di lintasan.
“Saya hanya ingin mengirimkan doa dan kekuatan untuk Alex dan Johann, karena tampaknya mereka yang menerima dampak terburuk dari apa yang terjadi hari ini,” tambahnya.
Balapan GP Catalunya sendiri berlangsung dramatis dengan adanya dua kali pengibaran bendera merah. Insiden kedua terjadi setelah kecelakaan yang menimpa Johann Zarco di Tikungan 1, yang kembali menghentikan jalannya lomba.
Setelah restart terakhir dengan sisa 12 lap, Acosta sempat tampil dominan dengan memimpin selama sembilan putaran. Namun, peluangnya berakhir setelah ia terjatuh di tikungan terakhir usai bersenggolan dengan Ai Ogura, sehingga gagal menyelesaikan balapan hingga garis finis.






