GPNesia.com – Marc Marquez kembali menjadi perhatian setelah menjalani balapan yang penuh perjuangan pada MotoGP Inggris 2026. Seri tersebut menjadi pembuka paruh kedua kompetisi musim ini. Seusai balapan, pembalap Ducati itu mengakui bahwa kondisi fisiknya belum sepenuhnya kembali seperti sebelum mengalami cedera.
Kondisi tersebut kemudian mendapat sorotan dari pengamat MotoGP sekaligus jurnalis senior asal Inggris, Simon Patterson. Ia menilai pembalap asal Spanyol tersebut selama ini cenderung tidak menunjukkan secara terbuka kondisi fisiknya yang sebenarnya ketika berbicara kepada publik.
Patterson menyebut Marquez memiliki kebiasaan untuk tetap memberikan kesan bahwa dirinya berada dalam kondisi terbaik setiap kali menghadapi pertanyaan mengenai kebugaran. Padahal, menurut informasi yang diterimanya, masih terdapat persoalan fisik yang dirasakan sang pembalap, terutama pada bagian bahu yang pernah mengalami cedera serius.
“Marc selalu mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Namun, dia juga tidak pernah menggunakan kondisi fisiknya sebagai alasan atas hasil yang diraihnya di lintasan,” kata Patterson seperti dilansir Motosan.
Sikap tersebut sebenarnya bukan hal baru dalam perjalanan karier Marquez. Dalam beberapa musim terakhir, ia dikenal sebagai pembalap yang relatif jarang menjadikan persoalan cedera sebagai topik utama ketika berbicara dengan media. Saat mendapat pertanyaan mengenai kondisi tubuhnya, juara dunia MotoGP tersebut hampir selalu menyampaikan bahwa dirinya telah pulih dan siap memberikan performa maksimal di atas motor.
Namun, Patterson mengaku memperoleh gambaran yang berbeda setelah berbicara dengan sejumlah orang yang disebut berada di lingkungan dekat pembalap Ducati tersebut. Informasi dari sumber-sumber itu membuatnya menilai bahwa kondisi fisik Marquez belum sepenuhnya kembali normal.
“Saya berbicara dengan beberapa orang yang dekat dengannya dan mereka mengisyaratkan bahwa kondisi Marc belum benar-benar baik. Dia masih mengalami beberapa masalah pada bahunya,” ungkap Patterson.
Pengamat MotoGP itu juga memperhatikan bahasa tubuh Marquez setelah menyelesaikan balapan. Menurut Patterson, gestur yang ditunjukkan sang pembalap dapat menjadi petunjuk bahwa kondisi tubuhnya belum berada pada tingkat ideal. Upaya untuk tetap terlihat kuat di hadapan publik dinilai tidak sepenuhnya mampu menutupi rasa sakit yang masih dirasakan.
Meski demikian, Marquez tetap menunjukkan sikap positif terhadap perjalanannya bersama Ducati. Ia masih menegaskan bahwa dirinya menikmati proses menjalani balapan dengan tim tersebut. Di sisi lain, sejumlah pernyataannya mulai memberikan indikasi bahwa kondisi fisik yang dimiliki belum mencapai level terbaik.
Persoalan kebugaran itu kini menjadi salah satu perhatian menjelang MotoGP Aragon 2026. Sirkuit MotorLand Aragon memiliki karakter yang selama ini dikenal cocok dengan gaya balap Marquez. Karena itu, seri berikutnya menjadi momentum yang dinantikan untuk melihat sejauh mana ia mampu kembali menemukan performa kompetitif.
Pembalap berusia 33 tahun tersebut juga menghadapi kepentingan besar dalam persaingan perebutan gelar juara dunia musim 2026. Kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih tentu menjadi faktor yang patut diperhatikan, terutama ketika persaingan menuju bagian penting musim semakin ketat.
Dengan MotoGP Aragon sudah berada di depan mata, perhatian pun tertuju pada kemampuan Marquez untuk mengatasi persoalan bahu sekaligus menjaga konsistensi performanya. Jika mampu tampil kompetitif di trek favoritnya tersebut, peluang untuk memperkecil jarak dalam perburuan gelar juara dunia akan kembali terbuka.
Namun, pertanyaan mengenai kebugarannya masih menjadi tanda tanya. Pernyataan Patterson mengenai kondisi fisik yang belum sepenuhnya ideal menambah dimensi lain dalam persiapan menuju seri Aragon. Kini, balapan berikutnya akan menjadi kesempatan bagi pembalap Ducati itu untuk membuktikan apakah dirinya benar-benar sudah siap kembali bersaing pada level tertinggi.












