GPNesia.com – Jelang akhir pekan balapan MotoGP Le Mans 2026 di Prancis, pembalap Aprilia tampil dengan optimisme tinggi.
Jorge Martin datang dengan suasana hati percaya diri setelah menunjukkan progres signifikan dalam uji coba di Jerez, yang menjadi salah satu tolok ukur penting dalam persiapan musim ini.
Setelah melewatkan sebagian sesi tes musim dingin, pembalap asal Spanyol tersebut memanfaatkan sesi uji coba pasca-balapan untuk kembali memahami berbagai komponen motor Aprilia RS-GP.
Ia mencoba sejumlah perangkat lama yang sebelumnya belum sempat dijajal, sekaligus menguji pengembangan terbaru yang disiapkan tim pabrikan Italia itu.
Menariknya, meski secara catatan waktu ia hanya menempati posisi kesepuluh dan menjadi yang terakhir di antara para pembalap RS-GP dalam sesi tersebut, Jorge Martin tetap menunjukkan ekspresi positif.
Mantan juara dunia MotoGP itu menilai setiap perubahan kecil pada motornya memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan berkendara.
“Setiap hal baru yang saya pasang di motor, saya merasa seperti melangkah maju, selangkah demi selangkah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa detail teknis yang sedang dikembangkan memang tidak dapat ia buka secara spesifik, namun memberikan efek yang jelas terhadap performa.
Perubahan itu disebut membantunya lebih mudah saat menikung, meningkatkan daya cengkeram ban belakang, serta membuat karakter motor lebih sesuai dengan gaya balapnya.
“Saya tidak bisa mengatakan apa saja komponennya, tetapi bagian-bagian itu membantu saya berbelok sedikit lebih baik, memiliki cengkeraman belakang yang lebih baik, dan semuanya menjadi lebih alami untuk gaya saya,” tambahnya.
Dalam setiap sesi yang dijalani, ia juga merasakan peningkatan dalam hal koneksi antara pembalap dan motor. Menurutnya, adaptasi terhadap Aprilia RS-GP kini semakin solid, meski prosesnya masih terus berlangsung.
“Saya merasa setiap kali berada di lintasan, saya semakin menyatu dengan motor,” ujarnya.
Menjelang seri Prancis, Jorge Martin juga membawa modal kepercayaan diri setelah hasil positif di Jerez.
Ia menyatakan bahwa target utama akhir pekan ini adalah mengonfirmasi perkembangan yang sudah dicapai, tidak hanya di satu sirkuit, tetapi juga dalam berbagai kondisi lintasan berbeda.
“Saya yakin untuk akhir pekan ini. Tes di Jerez berjalan positif dan sekarang tujuannya adalah mengonfirmasi kemajuan yang telah dicapai di berbagai trek juga,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Le Mans akan menjadi kesempatan penting untuk memvalidasi solusi teknis baru yang tengah diuji oleh Aprilia.
Selain itu, kondisi fisiknya juga disebut semakin membaik dibanding beberapa seri sebelumnya, yang menjadi faktor pendukung penting dalam upaya meningkatkan performa.
“Hal ini akan sangat penting untuk memvalidasi solusi teknis baru tersebut. Saya merasa kondisi fisik saya cukup baik, bahkan lebih baik daripada di balapan-balapan sebelumnya, dan saya yakin kita akan mampu melangkah lebih maju di sini,” ucapnya.
Pada sisi sejarah, Le Mans bukanlah sirkuit asing baginya. Di penampilan terakhirnya pada 2024, saat masih bersama Pramac Ducati, Jorge Martin berhasil meraih kemenangan di sirkuit legendaris tersebut.
Catatan itu menjadi salah satu modal psikologis yang memperkuat keyakinannya menghadapi akhir pekan ini bersama Aprilia.
Sementara itu, rekan sekaligus rivalnya di papan klasemen, Marco Bezzecchi, juga datang dengan motivasi tinggi.
Pembalap Italia tersebut, yang pernah menjadi pemenang di Le Mans pada 2023 bersama VR46 Ducati, mencatat hasil kualifikasi di posisi ketujuh dan finis ke-14 pada balapan tahun lalu dari awal hingga akhir.
Bezzecchi sendiri baru saja menghentikan rentetan lima kemenangan beruntun Marc Marquez di Jerez.
Ia kini memimpin klasemen dengan keunggulan sebelas poin atas Jorge Martin menjelang seri Prancis ini, menjadikan persaingan semakin ketat di papan atas kejuaraan dunia.
“Saya sangat senang bisa balapan di Le Mans. Ini sirkuit yang fantastis dan selalu ada banyak penggemar,” ujar Bezzecchi.
Ia menambahkan bahwa target utamanya adalah mempertahankan performa konsisten bersama tim. Fokus utamanya adalah bekerja sama dengan teknisi untuk memastikan motor tetap kompetitif sepanjang akhir pekan.
“Saya sangat ingin terus berprestasi dengan baik, jadi kami akan mencoba untuk menampilkan performa yang bagus di akhir pekan ini. Kami akan bekerja sama dengan tim untuk tampil kompetitif sepanjang akhir pekan dan meraih hasil balapan yang baik,” tuturnya.
Dengan kombinasi sejarah kemenangan, persaingan ketat di klasemen, serta perkembangan teknis yang terus diuji, Jorge Martin diprediksi akan menjadi salah satu sorotan utama di MotoGP Le Mans 2026.
Balapan ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian performa motor Aprilia, tetapi juga momentum penting dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.







