GPNesia.com – Pembalap BLU CRU Pramac Yamaha Moto2, Izan Guevara, berhasil mengamankan posisi keenam pada Moto2 Hungaria 2026 setelah menjalani penalti long lap yang sempat mengubah jalannya balapan.
Meski peluang podium harus pupus, hasil tersebut tetap dinilai memuaskan karena konsistensi kecepatan yang ditunjukkan sepanjang akhir pekan.
Sejak awal balapan di Sirkuit Balaton Park, Guevara tampil kompetitif setelah memulai dari pole position—yang menjadi pole keduanya pada musim ini.
Namun, di Tikungan 1 ia harus kehilangan posisi dan turun ke urutan ketiga akibat persaingan ketat di barisan depan.
Pada fase awal lomba, pembalap bernomor 28 itu terlibat duel sengit dengan beberapa rival seperti Manuel Gonzalez, Senna Agius, dan Daniel Holgado.
Tekanan tinggi di grup depan membuat ritme balapan berlangsung intens sejak lap pembuka.
Memasuki lap keempat, Guevara sempat menunjukkan kebangkitan dengan kembali naik ke posisi keempat.
Namun, momentum tersebut terganggu setelah ia dijatuhi penalti long lap akibat manuver perubahan arah yang dinilai tidak aman pada awal balapan. Keputusan itu menjadi titik krusial yang mengubah strategi balapannya.
Meski demikian, Izan Guevara mampu mengeksekusi penalti tersebut dengan baik tanpa kesalahan berarti.
Ia berhasil kembali ke lintasan dengan kehilangan waktu yang relatif minim, meskipun dampaknya cukup untuk mengakhiri peluangnya bersaing di kelompok podium.
Setelah menjalani hukuman, Guevara turun ke posisi keenam. Ia kemudian berusaha mengejar ketertinggalan, namun jarak dengan rombongan di depannya tidak lagi dapat dipangkas secara signifikan.
Dalam kondisi tersebut, ia memilih menjaga ritme hingga garis finis dan mempertahankan posisi tersebut sampai akhir lomba.
Selepas balapan, Guevara tetap menunjukkan sikap positif terhadap performanya. Ia menilai bahwa kecepatan motor sepanjang akhir pekan menjadi modal penting, meskipun gangguan dari penalti membuatnya kehilangan momentum di momen krusial.
“Secara keseluruhan saya puas dengan balapan ini karena kecepatan kami bagus sepanjang akhir pekan. Penalti long lap jelas berdampak besar dan mengganggu ritme saya, tetapi kami tetap menunjukkan potensi untuk bersaing di depan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman di Hungaria memberikan banyak pelajaran penting untuk balapan selanjutnya. Menurutnya, kemampuan tim untuk tetap kompetitif di tengah situasi sulit menjadi sinyal positif bagi sisa musim.
Di sisi lain, manajer tim BLU CRU Pramac Yamaha Moto2, Alex de Angelis, memberikan apresiasi terhadap performa Guevara.
Ia menilai sang pembalap mampu menunjukkan kecepatan untuk kembali ke kelompok depan meski sempat kehilangan posisi akibat insiden awal balapan.
“Penalti long lap mengubah jalannya lomba, tetapi ia tetap fokus dan membawa pulang poin penting. Hasil ini juga menjaga posisinya di klasemen tetap kuat,” kata De Angelis.
Sementara itu, sorotan juga datang dari performa rookie Alberto Ferrández yang tampil impresif sepanjang balapan.
Ia berhasil finis di posisi kesembilan, yang menjadi pencapaian terbaik dalam kariernya sejauh ini. Konsistensi dan ketenangan Ferrández di tengah rombongan besar menjadi salah satu catatan positif bagi tim.
Hasil di Hungaria membuat Izan Guevara tetap bertahan di posisi kedua klasemen sementara dengan total 105 poin.
Di level tim, BLU CRU Pramac Yamaha Moto2 juga mempertahankan posisi ketiga dengan raihan 113,5 poin, menjaga persaingan tetap ketat di papan atas kejuaraan.
Dengan hasil ini, tim kini mengalihkan fokus ke seri berikutnya di Automotodrom Brno untuk Grand Prix Republik Ceko yang dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Juni.
Balapan tersebut diprediksi kembali menjadi ajang penting dalam perebutan posisi klasemen, baik bagi pembalap maupun tim.
Secara keseluruhan, akhir pekan di Hungaria menjadi kombinasi antara tantangan dan peluang. Meskipun penalti sempat menghambat laju, performa kompetitif yang ditunjukkan tetap memberi optimisme bahwa Guevara dan timnya mampu terus bersaing di barisan depan hingga akhir musim.












