GPNesia.com – Penampilan memukau yang ditunjukkan oleh rookie berbakat Diogo Moreira di Sirkuit Balaton Park telah memperkuat keyakinan yang sama di seluruh paddock MotoGP.
Momen impresif ini hadir tepat pada saat manajemen puncak pabrikan raksasa Honda tengah mempertimbangkan secara serius untuk memberinya kesempatan emas balapan sebagai pembalap utama di tim pabrikan mereka pada musim 2027 mendatang.
Rider muda yang saat ini baru menginjak usia 22 tahun tersebut sukses mengamankan hasil terbaik dalam sepanjang musim debutnya sejauh ini, tepatnya pada gelaran Grand Prix Hungaria yang berlangsung Minggu lalu.
Pembalap andalan tim satelit LCR itu berhasil menyentuh garis finis di posisi ke-6.
Kendati demikian, banyak pengamat menilai bahwa ia sebetulnya bisa meraih hasil yang jauh lebih baik di Balaton Park seandainya pembalap berkebangsaan Brasil itu tidak sempat terjebak di belakang perlawanan sengit Jack Miller dari tim Pramac pada lap-lap awal balapan.
Strategi pertahanan gigih yang diperagakan oleh Miller, dengan mengendarai motor Yamaha YZR-M1 V4 yang dinilai masih kurang bertenaga, pada akhirnya menjadikan pembalap asal Australia itu sebagai semacam penghalang bergerak bagi laju kencangnya di GP Hungaria.
Situasi sulit tersebut membuat pembalap LCR itu membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan hingga memasuki sepertiga akhir balapan, untuk bisa menerobos lini pertahanan Miller.
Namun sayangnya, di mana saat momentum itu akhirnya terjadi, Luca Marini dan Ai Ogura telah melesat jauh dan berada di depannya.
Meskipun menghadapi rintangan di balapan utama, torehan impresif Diogo Moreira di Balaton Park, setelah dirinya juga berhasil mengamankan posisi ke-7 yang sangat solid di sesi Sprint Race, tentu saja langsung menarik perhatian mendalam dari jurnalis senior Mat Oxley akhir pekan lalu.
Dalam ulasannya, Oxley memberikan pujian setinggi langit dengan mengklaim bahwa gaya balap sang pembalap “mengingatkan saya pada Jorge Lorenzo”.
Tidak hanya itu, Oxley bahkan merasa bahwa sang pembalap rookie tersebut telah melampaui ekspektasi awal banyak pihak lewat penampilannya yang dinilai hampir sempurna di lintasan.
Dampak dari rentetan performa luar biasa ini membuat seluruh elemen di paddock MotoGP kini meyakini sepenuhnya bahwa pabrikan raksasa Honda saat ini tengah memiliki sebuah ‘talenta besar’ di tangan mereka, sebagaimana dilaporkan oleh media terkemuka Motorsport-Magazin.
Berdasarkan desas-desus yang beredar, diyakini bahwa ‘tidak seorang pun’ di dalam lingkungan paddock yang mempertanyakan apakah pembalap muda ini ‘masih memiliki potensi lebih’ untuk dikembangkan.
Situasi ini pun diprediksi kuat mungkin akan memaksa kubu Honda untuk segera memberinya kesempatan balapan di tim pabrikan utama dalam waktu dekat.
Sebelumnya, raksasa otomotif Jepang tersebut mengontrak Diogo Moreira dengan kesepakatan kontrak pabrik jangka panjang multi-tahun yang akan berjalan hingga setidaknya tahun 2027.
Kontrak strategis ini ditandatangani di tengah-tengah upayanya yang gigih dalam memperebutkan gelar juara dunia Moto2 musim 2025, yang sekaligus menjadi jembatan utama yang mengantarkannya melakukan debut perdana di kelas para raja MotoGP bersama LCR pada musim 2026 ini.
Pada awalnya, asumsi yang berkembang meyakini bahwa Honda akan tetap mempertahankan rider Brasil tersebut di tim satelit LCR hingga akhir 2027, tetapi rencana internal mereka sekarang tampaknya bisa berubah secara drastis.
Meskipun pada mulanya diyakini bahwa manajemen internal Honda telah memberikan ‘janji’ manis kepada pembalap andalan Moto2 saat ini, David Alonso, untuk langsung dipromosikan bergabung dengan tim pabrikan utama MotoGP mereka pada musim 2027, proyeksi rencana tersebut kini mungkin menjadi ‘terancam’ akibat ledakan performa dari pembalap rookie LCR tersebut.
Skenario alternatif yang kini mulai mencuat ke permukaan mengindikasikan hal sebaliknya, di mana Alonso bisa saja ditempatkan terlebih dahulu untuk bergabung dengan LCR, sementara kursi prestisius di tim utama pabrikan Honda akan diberikan secara langsung sebagai bentuk promosi kepada pembalap Brasil tersebut.
Berdasarkan laporan-laporan yang beredar sebelumnya, diklaim pula bahwa performa Alonso yang cenderung tidak konsisten di kelas Moto2 menjadi faktor kuat yang membuat manajemen internal Honda mempertimbangkan kembali keputusan mereka untuk langsung memasukkan juara dunia Moto3 musim 2024 itu ke dalam susunan pembalap tim pabrikan MotoGP mereka tahun depan.
Pembalap belia yang baru berusia 20 tahun tersebut sejatinya sempat digadang-gadang sebagai kandidat terkuat juara Moto2 2026.
Namun realitanya, ia hanya mampu bertengger di posisi keenam dalam papan klasemen sementara setelah melewati delapan balapan, serta tertinggal cukup jauh yaitu sekitar 83,5 poin dari sang pemimpin klasemen, Manuel Gonzalez.
Melihat peta persaingan yang berkembang sekarang, Alonso malah berpotensi besar dialihkan untuk bergabung dengan tim satelit MotoGP Honda pada musim balap 2027, apabila manajemen memutuskan untuk secara resmi memindahkan posisi rider andalannya keluar dari tim LCR.
Namun di sisi lain, pemilik tim LCR yang visioner, Lucio Cecchinello, secara terbuka mengakui bahwa dirinya “tidak akan senang” jika pihak Honda memutuskan untuk mengambil talenta emasnya tersebut untuk musim 2027, terutama jika mengingat besarnya grafik kemajuan serta perkembangan positif yang telah dicapai oleh pembalap asal Brasil itu bersama timnya saat ini.
Di tengah spekulasi yang kian memanas, Diogo Moreira sendiri mengaku belum mengetahui secara pasti apakah masa depannya di tim raksasa tersebut akan membawanya naik kelas ke tim pabrikan utama, atau justru ia hanya akan tetap dibiarkan bertahan memperkuat bendera LCR untuk mengarungi ketatnya musim kompetisi MotoGP 2027.
Media Motorsport-Magazin sempat mengutip pernyataan langsung yang keluar dari mulut rider asal Brasil tersebut mengenai teka-teki masa depannya: “Saya belum tahu. Saya punya kontrak, jadi saya senang. Saya punya motor untuk tahun depan, tetapi saya belum tahu di mana. Kita lihat saja nanti.”













